JAKARTA, Cobisnis.com — Topan Jangmi menerjang Jepang pada Rabu (3/6/2026). Badai ini memicu banjir, tanah longsor, dan gangguan transportasi di sejumlah wilayah.
Badan Penanggulangan Kebakaran dan Bencana Jepang melaporkan sedikitnya 23 orang mengalami luka-luka. Namun, hingga kini tidak ada laporan korban jiwa.
Topan Jangmi mendarat di selatan Prefektur Wakayama sekitar pukul 04.30 waktu setempat. Sebelumnya, badai tersebut melintasi wilayah Okinawa dan Kagoshima.
Hujan deras meningkatkan risiko banjir dan longsor. Karena itu, Badan Meteorologi Jepang sempat mengeluarkan peringatan banjir level 5 untuk Sungai Koza di Wakayama.
Peringatan itu menandakan ancaman serius bagi keselamatan warga. Namun, otoritas menurunkan status peringatan beberapa jam kemudian setelah kondisi mulai membaik.
Sementara itu, longsor menutup jalur kereta api di Prefektur Shizuoka. Selain itu, laporan pohon tumbang dan genangan air muncul dari wilayah Kyushu hingga Kanto, termasuk Tokyo.
Cuaca ekstrem juga mengganggu layanan transportasi. Maskapai membatalkan sejumlah penerbangan domestik dan sebagian penerbangan internasional.
Di sisi lain, operator kereta menghentikan sementara beberapa layanan kereta ekspres yang menghubungkan Tokyo dengan berbagai wilayah.
Selain mengganggu transportasi, topan juga berdampak pada sektor pendidikan. Kementerian Pendidikan Jepang menutup 5.378 sekolah dan universitas di 23 prefektur demi menjaga keselamatan siswa dan tenaga pengajar.
Hingga Rabu sore, Topan Jangmi bergerak ke timur laut di atas Samudra Pasifik dengan kecepatan sekitar 50 kilometer per jam. Setelah itu, badan meteorologi memperkirakan badai akan terus melemah dan berubah menjadi depresi ekstratropis.













