JAKARTA, Cobisnis.com – Produsen kendaraan listrik asal China, BYD, mengumumkan langkah baru dengan mengembangkan robot humanoid. Inisiatif tersebut menjadi bagian dari strategi ekspansi perusahaan di luar industri otomotif.
Wakil Presiden Eksekutif BYD, Li Ke, mengatakan pengembangan robot humanoid saat ini sedang berlangsung. Menurutnya, daya saing di industri tersebut akan ditentukan oleh kemampuan manufaktur serta integrasi perangkat lunak dan perangkat keras.
Li menjelaskan bahwa teknologi kecerdasan buatan yang digunakan dalam kendaraan pintar memiliki banyak kesamaan dengan robotika. Kesamaan tersebut mencakup sistem persepsi, pengambilan keputusan, kontrol gerakan, hingga integrasi teknologi secara menyeluruh.
Pengalaman BYD dalam mengembangkan kendaraan pintar dinilai menjadi modal penting untuk memasuki industri robot humanoid. Perusahaan telah menguasai berbagai teknologi yang juga digunakan dalam pengembangan robot modern.
Robot humanoid diketahui memanfaatkan komponen yang serupa dengan kendaraan listrik cerdas. Teknologi tersebut meliputi sensor, aktuator listrik, baterai, platform komputasi, dan model kecerdasan buatan.
Selain itu, BYD memiliki pengalaman panjang dalam manufaktur massal dan pengelolaan rantai pasok. Kemampuan tersebut diyakini dapat mendukung proses produksi robot humanoid dalam skala besar di masa depan.
Perusahaan juga mempertimbangkan penggunaan platform terbuka dalam pengembangan robot humanoid. Dengan pendekatan ini, BYD berpeluang bekerja sama dengan perusahaan robotika lain selain memproduksi robot buatannya sendiri.
Meski belum mengungkap jadwal peluncuran maupun target produksi, langkah BYD menunjukkan semakin eratnya hubungan antara industri otomotif dan robotika. Di tengah ekspansi tersebut, BYD tetap menjadi produsen kendaraan energi baru terbesar di China dengan penjualan mencapai 321.123 unit pada April 2026.













