• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Monday, October 26, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Ekonomi Bisnis

China Catat Surplus Perdagangan Rekor US$1,2 Triliun Meski Dihantam Tarif Trump

Zahra Zahwa by Zahra Zahwa
January 14, 2026
in Ekonomi Bisnis
0
China Catat Surplus Perdagangan Rekor US$1,2 Triliun Meski Dihantam Tarif Trump

JAKARTA, Cobisnis.com – China mencatat surplus perdagangan terbesar di dunia sepanjang 2025, menutup tahun dengan capaian bersejarah meski menghadapi tekanan perdagangan dari Amerika Serikat. Surplus perdagangan Negeri Tirai Bambu mencapai rekor US$1,2 triliun, melonjak 20% dibandingkan 2024, seiring perusahaan-perusahaan China mengalihkan fokus ekspor dari pasar AS ke negara berkembang di Asia Tenggara, Afrika, dan Amerika Latin.

Surplus perdagangan selisih antara nilai ekspor dan impor tersebut tercapai di tengah penurunan signifikan perdagangan China dengan Amerika Serikat, yang selama ini menjadi pasar ekspor tunggal terbesar China. Data menunjukkan perdagangan China-AS turun 16,9% dalam 11 bulan pertama tahun ini.

Ketahanan China menghadapi perang dagang Presiden AS Donald Trump dipandang sebagai kemenangan di dalam negeri. Namun secara global, lonjakan surplus ini berisiko memperburuk ketegangan dagang, terutama di negara-negara yang khawatir pasar domestiknya dibanjiri produk China berbiaya rendah.

Pejabat China mempromosikan kinerja perdagangan yang kuat sebagai bukti ketahanan ekonomi di tengah tekanan eksternal. “China terus melaju meski menghadapi lingkungan eksternal yang kompleks dan menantang,” kata Wang Jun, Wakil Administrator Bea Cukai China, dalam konferensi pers Rabu lalu.

Ekspor barang berteknologi tinggi termasuk mesin perkakas kelas atas dan robot industri naik 13% secara tahunan. Sementara ekspor kendaraan listrik, baterai litium, dan produk fotovoltaik seperti panel surya melonjak 27%.

Alih-alih melemah akibat saling balas tarif antara AS dan China, Beijing justru memperdalam penetrasi produknya ke pasar global lain. Strategi ini memperluas jejak ekonomi China di dunia dan memanfaatkan pendekatan yang telah dikembangkan perusahaan-perusahaan China sejak perang dagang periode pertama Trump.

Namun, strategi tersebut juga memicu friksi dengan mitra dagang. Sejumlah negara menuding praktik perdagangan tidak adil dan mengkhawatirkan dampak masuknya produk China terhadap industri domestik mereka. Presiden Prancis Emmanuel Macron, dalam kunjungannya ke Beijing, menyebut ketidakseimbangan perdagangan dengan China sebagai kondisi yang tidak berkelanjutan, sejalan dengan desakan para pembuat kebijakan Eropa agar Beijing meningkatkan konsumsi domestik dan menahan laju ekspor.

Kuatnya ekspor sepanjang tahun lalu memberi Beijing kepercayaan diri dalam negosiasi dagang berbulan-bulan dengan Washington. Ketegangan memuncak pada Oktober ketika Trump dan Presiden China Xi Jinping bertemu dan menyepakati gencatan senjata dagang yang memangkas tarif baru atas barang China menjadi 20%, setelah sempat melonjak hingga 145% pada awal tahun.

Gencatan senjata tersebut masih bertahan. Namun, Trump pada Senin menyatakan negara-negara yang berbisnis dengan Iran akan dikenai tarif baru 25%, kebijakan yang berpotensi berdampak pada China sebagai mitra ekonomi penting Teheran.

Para eksportir bersiap menghadapi friksi lanjutan, mengingat pemerintahan Trump menjadikan pengurangan ketergantungan pada China dan pemulangan manufaktur ke AS sebagai agenda utama. Analis juga mempertanyakan apakah China mampu mempertahankan tingkat ekspor tinggi ke pasar global, di tengah upaya banyak negara melindungi pasar domestik dari apa yang disebut “kelebihan kapasitas industri” China.

Ketergantungan China pada ekspor sebagai mesin pertumbuhan juga terkait tantangan di dalam negeri, termasuk krisis sektor properti yang masih membebani ekonomi. Pemerintah masih berjuang mendorong konsumsi domestik agar sektor manufaktur yang besar dapat ditopang permintaan kuat, baik dari dalam maupun luar negeri.

Free Download WordPress Themes
Download Nulled WordPress Themes
Download Best WordPress Themes Free Download
Download WordPress Themes Free
download udemy paid course for free
download mobile firmware
Download WordPress Themes Free
free download udemy course
Tags: Chinacobisnis.comEksporChinaSurplusPerdagangan

Related Posts

Bukan Cuma Pikiran, Ini 6 Gejala Fisik Saat Kamu Cemas

Bukan Cuma Pikiran, Ini 6 Gejala Fisik Saat Kamu Cemas

by Hidayat Taufik
October 25, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Kecemasan dapat muncul dalam berbagai situasi, mulai dari menghadapi ujian hingga menunggu kabar yang penting. Meski wajar...

Monako Ungguli Puluhan Destinasi, Jadi Negara Terbaik untuk Ditinggali pada 2026

Monako Ungguli Puluhan Destinasi, Jadi Negara Terbaik untuk Ditinggali pada 2026

by Hidayat Taufik
October 25, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Monako dinobatkan sebagai tempat tinggal terbaik di dunia pada 2026 berdasarkan Nomad Lifestyle Index yang dirilis Nomad...

Diakui Dunia, Indonesia Jadi Negara Paling Ramah Keempat pada 2026

Diakui Dunia, Indonesia Jadi Negara Paling Ramah Keempat pada 2026

by Hidayat Taufik
October 25, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Indonesia berhasil menempati peringkat keempat sebagai negara paling ramah di dunia pada 2026 berdasarkan Readers' Choice Awards...

Daftar 10 Negara Penghasil Emas Terbanyak pada 2026, RI Masuk?

Daftar 10 Negara Penghasil Emas Terbanyak pada 2026, RI Masuk?

by Hidayat Taufik
October 25, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Produksi emas dunia masih didominasi sejumlah negara dengan industri pertambangan berskala besar. Berdasarkan data Mineral Commodity Summaries...

Mendagri Dorong Pemda Sisihkan Dana untuk Renovasi Rumah Warga

Mendagri Dorong Pemda Sisihkan Dana untuk Renovasi Rumah Warga

by Hidayat Taufik
October 25, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian meminta pemerintah daerah mengalokasikan anggaran untuk memperbaiki rumah warga yang kondisinya tidak...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Auto Draft

HUT ke-21 Dihadiri 11.300 Anggota, Ling Tien Kung Perkuat Ekspansi

October 25, 2026
Mayapada Neuro Connect 2026 Perkuat Penanganan Saraf dan Otak

Bakom Perkuat Sinergi Pusat dan Daerah Jaga Kepercayaan Publik

October 25, 2026
Mayapada Neuro Connect 2026 Perkuat Penanganan Saraf dan Otak

Mayapada Neuro Connect 2026 Perkuat Penanganan Saraf dan Otak

October 25, 2026
Mayapada Neuro Connect 2026 Perkuat Penanganan Saraf dan Otak

Bakom Dorong Komunikasi Pemerintah yang Lebih Banyak Mendengar

October 25, 2026
Riyadh Memanas! Saudi Klaim Berhasil Cegat Rudal Balistik Houthi

Riyadh Memanas! Saudi Klaim Berhasil Cegat Rudal Balistik Houthi

October 25, 2026
Bukan Cuma Pikiran, Ini 6 Gejala Fisik Saat Kamu Cemas

Bukan Cuma Pikiran, Ini 6 Gejala Fisik Saat Kamu Cemas

October 25, 2026
Singkong Lampung Naik Kelas, Harga Tembus Rp3.000 per Kg

Singkong Lampung Naik Kelas, Harga Tembus Rp3.000 per Kg

October 25, 2026
Nataru Belum Tiba, Harga Cabai Sudah Tembus Rp102 Ribu per Kg

Nataru Belum Tiba, Harga Cabai Sudah Tembus Rp102 Ribu per Kg

October 25, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved