• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Thursday, August 6, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Ekonomi Bisnis

China Catat Surplus Perdagangan Rekor US$1,2 Triliun Meski Dihantam Tarif Trump

Zahra Zahwa by Zahra Zahwa
January 14, 2026
in Ekonomi Bisnis
0
China Catat Surplus Perdagangan Rekor US$1,2 Triliun Meski Dihantam Tarif Trump

JAKARTA, Cobisnis.com – China mencatat surplus perdagangan terbesar di dunia sepanjang 2025, menutup tahun dengan capaian bersejarah meski menghadapi tekanan perdagangan dari Amerika Serikat. Surplus perdagangan Negeri Tirai Bambu mencapai rekor US$1,2 triliun, melonjak 20% dibandingkan 2024, seiring perusahaan-perusahaan China mengalihkan fokus ekspor dari pasar AS ke negara berkembang di Asia Tenggara, Afrika, dan Amerika Latin.

Surplus perdagangan selisih antara nilai ekspor dan impor tersebut tercapai di tengah penurunan signifikan perdagangan China dengan Amerika Serikat, yang selama ini menjadi pasar ekspor tunggal terbesar China. Data menunjukkan perdagangan China-AS turun 16,9% dalam 11 bulan pertama tahun ini.

Ketahanan China menghadapi perang dagang Presiden AS Donald Trump dipandang sebagai kemenangan di dalam negeri. Namun secara global, lonjakan surplus ini berisiko memperburuk ketegangan dagang, terutama di negara-negara yang khawatir pasar domestiknya dibanjiri produk China berbiaya rendah.

Pejabat China mempromosikan kinerja perdagangan yang kuat sebagai bukti ketahanan ekonomi di tengah tekanan eksternal. “China terus melaju meski menghadapi lingkungan eksternal yang kompleks dan menantang,” kata Wang Jun, Wakil Administrator Bea Cukai China, dalam konferensi pers Rabu lalu.

Ekspor barang berteknologi tinggi termasuk mesin perkakas kelas atas dan robot industri naik 13% secara tahunan. Sementara ekspor kendaraan listrik, baterai litium, dan produk fotovoltaik seperti panel surya melonjak 27%.

Alih-alih melemah akibat saling balas tarif antara AS dan China, Beijing justru memperdalam penetrasi produknya ke pasar global lain. Strategi ini memperluas jejak ekonomi China di dunia dan memanfaatkan pendekatan yang telah dikembangkan perusahaan-perusahaan China sejak perang dagang periode pertama Trump.

Namun, strategi tersebut juga memicu friksi dengan mitra dagang. Sejumlah negara menuding praktik perdagangan tidak adil dan mengkhawatirkan dampak masuknya produk China terhadap industri domestik mereka. Presiden Prancis Emmanuel Macron, dalam kunjungannya ke Beijing, menyebut ketidakseimbangan perdagangan dengan China sebagai kondisi yang tidak berkelanjutan, sejalan dengan desakan para pembuat kebijakan Eropa agar Beijing meningkatkan konsumsi domestik dan menahan laju ekspor.

Kuatnya ekspor sepanjang tahun lalu memberi Beijing kepercayaan diri dalam negosiasi dagang berbulan-bulan dengan Washington. Ketegangan memuncak pada Oktober ketika Trump dan Presiden China Xi Jinping bertemu dan menyepakati gencatan senjata dagang yang memangkas tarif baru atas barang China menjadi 20%, setelah sempat melonjak hingga 145% pada awal tahun.

Gencatan senjata tersebut masih bertahan. Namun, Trump pada Senin menyatakan negara-negara yang berbisnis dengan Iran akan dikenai tarif baru 25%, kebijakan yang berpotensi berdampak pada China sebagai mitra ekonomi penting Teheran.

Para eksportir bersiap menghadapi friksi lanjutan, mengingat pemerintahan Trump menjadikan pengurangan ketergantungan pada China dan pemulangan manufaktur ke AS sebagai agenda utama. Analis juga mempertanyakan apakah China mampu mempertahankan tingkat ekspor tinggi ke pasar global, di tengah upaya banyak negara melindungi pasar domestik dari apa yang disebut “kelebihan kapasitas industri” China.

Ketergantungan China pada ekspor sebagai mesin pertumbuhan juga terkait tantangan di dalam negeri, termasuk krisis sektor properti yang masih membebani ekonomi. Pemerintah masih berjuang mendorong konsumsi domestik agar sektor manufaktur yang besar dapat ditopang permintaan kuat, baik dari dalam maupun luar negeri.

Download WordPress Themes
Download Premium WordPress Themes Free
Free Download WordPress Themes
Download Best WordPress Themes Free Download
free download udemy paid course
download lava firmware
Download WordPress Themes
udemy paid course free download
Tags: Chinacobisnis.comEksporChinaSurplusPerdagangan

Related Posts

Kemensos Tunda Penyaluran Bansos untuk 1,49 Juta KPM Terindikasi Judi Online

Kemensos Tunda Penyaluran Bansos untuk 1,49 Juta KPM Terindikasi Judi Online

by Hidayat Taufik
August 6, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Kementerian Sosial (Kemensos) menunda penyaluran bantuan sosial kepada 1.494.652 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Sembako yang terindikasi...

BYD Seal Terbakar di Tol, BYD Indonesia Pastikan Penyebab Masih Diselidiki

BYD Seal Terbakar di Tol, BYD Indonesia Pastikan Penyebab Masih Diselidiki

by Hidayat Taufik
August 6, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – PT BYD Indonesia angkat bicara terkait insiden kebakaran yang melibatkan satu unit mobil listrik BYD Seal di...

Nadiem Makarim banding kasus Chromebook

Nadiem Makarim Optimistis Hadapi Banding Kasus Chromebook, Tegaskan Tak Ada Unsur Korupsi

by Rizki Meirino
August 6, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Nadiem Makarim menyatakan optimistis menghadapi proses banding dalam perkara pengadaan Chromebook yang menjerat dirinya. Ia menilai kasus...

MPR Gelar Sidang Tahunan pada 14 Agustus 2026, Presiden dan Eks Wapres Masuk Daftar Undangan

MPR Gelar Sidang Tahunan pada 14 Agustus 2026, Presiden dan Eks Wapres Masuk Daftar Undangan

by Hidayat Taufik
August 6, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com  – Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) menetapkan Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama MPR, DPR, serta DPD akan digelar...

Seberapa Sering Harus Mengganti Bantal?

Seberapa Sering Harus Mengganti Bantal?

by Chodijah Febriani
August 6, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Bantal bisa dibilang salah satu barang terpenting di tempat tidur. Sebab, bantal juga satu perlengkapan penting untuk...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Halal Indo 2026

Halal Indo 2026 Dorong Sinergi Kreator dan Industri Perkuat Produk Halal Lokal

August 5, 2026
kinerja Astra Agro semester I 2026

Astra Agro Bukukan Laba Bersih Rp1,1 Triliun pada Semester I 2026

August 5, 2026
Kemenkes

Viral Komentar Nakes ke Pasien BPJS, Kemenkes Imbau Utamakan Empati

August 5, 2026
PT GSPP Perkuat Infrastruktur Pendidikan dan Akses Ekonomi Masyarakat

PT GSPP Perkuat Infrastruktur Pendidikan dan Akses Ekonomi Masyarakat

August 5, 2026
Kemensos Tunda Penyaluran Bansos untuk 1,49 Juta KPM Terindikasi Judi Online

Kemensos Tunda Penyaluran Bansos untuk 1,49 Juta KPM Terindikasi Judi Online

August 6, 2026
BYD Seal Terbakar di Tol, BYD Indonesia Pastikan Penyebab Masih Diselidiki

BYD Seal Terbakar di Tol, BYD Indonesia Pastikan Penyebab Masih Diselidiki

August 6, 2026
Nadiem Makarim banding kasus Chromebook

Nadiem Makarim Optimistis Hadapi Banding Kasus Chromebook, Tegaskan Tak Ada Unsur Korupsi

August 6, 2026
6 Tips untuk Si Kecil yang Susah Sarapan

6 Tips untuk Si Kecil yang Susah Sarapan

August 6, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved