• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Sunday, February 8, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Sport

Cegah Kebutaan Penderita Lepra, JEC Perkenalkan Teknik Modifikasi Tarsorafi

Nina Karlita by Nina Karlita
August 9, 2021
in Sport
0
Cegah Kebutaan Penderita Lepra, JEC Perkenalkan Teknik Modifikasi Tarsorafi

JAKARTA, Cobisnis.com – Di tengah tingginya penambahan angka kasus positif Covid-19 harian, situasi penyakit lepra di Tanah Air ternyata masih mengkhawatirkan. Secara global, Indonesia menempati urutan ketiga sebagai negara dengan penderita lepra terbanyak, setelah India dan Brazil.

Pada 2019, jumlahnya mencapai 17.439 kasus, naik 2,48% dibandingkan tahun sebelumnya . Sebagai penyakit infeksi sistemik, lepra bisa membuat penderitanya mengalami komplikasi okular lagoftalmus paralisis atau ketidakmampuan mata untuk menutup rapat. Jika tidak segera ditangani, risiko kebutaan pun mengancam.

“Penyakit lepra merupakan penyakit infeksi dengan frekuensi komplikasi okular yang cukup tinggi. Kelainan mata pada penyandang lepra, termasuk lagoftalmus paralisis, membutuhkan deteksi dini dan tatalaksana yang tepat guna mencegah gangguan penglihatan yang bisa berakibat kebutaan. Keterbatasan akses dan biaya untuk berobat menyebabkan penyandang lepra baru mengunjungi penyedia layanan kesehatan ketika sudah mengalami komplikasi yang mengancam penglihatan,” jelas Dr. dr. Yunia Irawati, Sp.M(K) selaku Head of Trauma Center sub Spesialis Divisi Plastik dan Rekonstruksi Mata JEC Eye Hospitals and Clinics, sekaligus staf pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia-RSCM.

“Teknik modifikasi tarsorafi yang saya teliti, terbukti sama efektifnya dengan metode gold weight implant – yang paling sering digunakan untuk menangani lagoftalmus paralisis pada penderita lepra. Bahkan, dibandingkan metode tersebut, teknik ini juga teruji lebih efisien dari sisi komplikasi dan biaya operasi. Harapan saya, teknik modifikasi tarsorafi segera menjadi langkah penanganan yang bisa menjangkau lebih banyak penyandang lepra dari berbagai kalangan,” lanjutnya.

Pembahasan mengenai penelitian tersebut tertuang dalam disertasi “Perbandingan Efektivitas dan Efisiensi antara Teknik Modifikasi Tarsorafi dengan Teknik Gold Weight Implant sebagai Tatalaksana Operatif Lagoftalmus Paralisis pada Penderita Lepra”.

Pemaparan hasil penelitian secara rasional, sistematis dan empiris pada Ujian Terbuka, Program Doktor Ilmu Kedokteran dan Kesehatan, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, yang berlangsung hari ini secara virtual, mengantarkan Dr. dr. Yunia Irawati, Sp.M(K) meraih gelar Doktor.

Gold weight implant telah dikenal sejak 1958 sebagai teknik dengan tingkat kesuksesan tinggi untuk penanganan lagoftalmus paralisis. Teknik ini menjahitkan implan emas pada bagian kelopak mata atas sehingga penderita lepra dengan lagoftalmus paralisis bisa kembali menutupkan matanya secara pasif; terbantu oleh beratnya implan emas dan gaya gravitasi.

Meski demikian, biaya tindakan metode ini cenderung mahal dan masih bisa berdampak komplikasi setelah pemasangan implan, seperti inflamasi, alergi, ekstrusi, migrasi, ptosis, dan astigmatisme. Pada sekelompok orang, penggunaan emas sebagai bahan implan juga terhalangi tradisi/keyakinan.

Dalam penelitiannya, Dr. dr. Yunia Irawati, Sp.M(K) membandingkan metode gold weight implant dengan modifikasi tarsorafi yang menggabungkan teknik tarsorafi lateral permanen dan levator recess,serta teknik kantopeksi/lateral tarsal strip (LTS) dan kantoplasti. Penelitian berlangsung selama Oktober 2018-Mei 2020 dengan melibatkan 19 subjek yang terdiri dari 27 mata.

Hasil penelitian memperlihatkan bahwa modifikasi tarsorafi memberi tingkat efektivitas yang sama dengan teknik gold weight implant sebagai tatalaksana operatif lagoftalmus paralisis pada penderita lepra.

Durasi atau lama waktu tindakan yang dibutuhkan metode modifikasi tarsorafi juga sama efisiennya dengan teknik gold weight implant. Namun, modifikasi tarsorafi lebih unggul dari segi efisiensi biaya dan risiko komplikasi yang mungkin terjadi.

“Bagi penderita lepra yang sebagian besar berasal dari masyarakat dengan tingkat ekonomi rendah dan pekerjaan yang tidak tetap, tindakan penanganan melalui gold weight implant tentunya membutuhkan pendanaan yang memberatkan. Dengan pengembangan lebih lanjut, modifikasi tarsorafi dapat menjadi alternatif tatalaksana operatif lagoftalmus paralisis untuk menjangkau penderita lepra dari kalangan yang lebih membutuhkan,” imbuh Dr. dr. Yunia Irawati, Sp.M(K).

Lepra tergolong penyakit infeksi kronis yang disebabkan bakteri Mycobacterium leprae (M. leprae) yang menyerang kulit, saraf tepi, mukosa saluran pernapasan atas dan mata. Penyakit ini dapat ditularkan melalui kontak langsung antar kulit dalam jangka waktu yang lama. Lepra secara endemis ditemukan di negara berkembang, terutama yang berada di wilayah tropis dan sub tropis, salah satunya Indonesia.

Sementara, lagoftalmus paralisis merupakan ketidakmampuan kelopak mata untuk menutup secara sempurna. Lagoftalmus paralisis yang tidak segera ditangani menyebabkan kerusakan sel goblet pada bagian konjungtiva (lapisan tipis pelindung area putih mata/sklera).

Apabila permukaan konjungtiva terus menerus terekspos/terbuka, terjadilah ketidakstabilan lapisan air mata yang memicu mata kering/dry eyes.

Kondisi ini memunculkan risiko infeksi yang secara berkelanjutan bisa berdampak kebutaan. Meski prevalensinya sangat bervariasi, tetapi lagoftalmus paralisis berpotensi terjadi pada penderita dengan beberapa faktor risiko seperti berusia lebih dari 15 tahun saat terdiagnosis lepra, menderita lepra lebih dari setahun, dan mengalami kelelahan fisik.

Menanggapi penelitian dan pencapaian gelar Doktor oleh Dr. dr. Yunia Irawati, Sp.M(K) tersebut, Dr. Johan A. Hutauruk, SpM(K), Presiden Direktur JEC Eye Hospitals and Clinics menyampaikan, “JEC Eye Hospitals and Clinics terus mendukung upaya-upaya pencegahan gangguan penglihatan masyarakat Indonesia yang bisa berdampak pada kebutaan sehingga mempengaruhi kualitas hidup, tak terkecuali para penyandang lepra.”

“Tidak hanya melalui kemutahiran teknologi, tetapi juga penerapan temuan berbasis sains yang progresif, guna memberi solusi pada tantangan yang tengah dihadapi masyarakat Indonesia. Bersama jajaran praktisi yang mumpuni, seperti Dr. dr. Yunia Irawati, Sp.M(K), JEC optimis mampu melanjutkan kontribusi kami pada dunia kesehatan mata di Tanah Air,” pungkasnya.

Free Download WordPress Themes
Download Nulled WordPress Themes
Download Premium WordPress Themes Free
Free Download WordPress Themes
online free course
download lava firmware
Download Nulled WordPress Themes
ZG93bmxvYWQgbHluZGEgY291cnNlIGZyZWU=
Tags: Cobisnisleprapenderita leprapenyakit lepra

Related Posts

Aksi Jual Besar-besaran, IHSG Anjlok hingga Trading Halt

Outlook Kredit RI Negatif, IHSG Nyungseb

by M.Dhayfan Al-ghiffari
February 6, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah pada perdagangan Jumat pagi usai Moody’s Investors Service menurunkan outlook...

Timnas Futsal Indonesia Menang 5-3 atas Jepang dan Lolos ke Final

Timnas Futsal Indonesia Menang 5-3 atas Jepang dan Lolos ke Final

by M.Dhayfan Al-ghiffari
February 5, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Timnas futsal Indonesia melangkah ke final Piala Asia Futsal 2026 setelah menyingkirkan Jepang dengan skor 5-3. Duel...

IHSG Naik, Purbaya: Semua Permintaan MSCI Akan Terpenuhi Tepat Waktu

IHSG Naik, Purbaya: Semua Permintaan MSCI Akan Terpenuhi Tepat Waktu

by M.Dhayfan Al-ghiffari
February 5, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mulai menunjukkan tanda rebound setelah beberapa hari mengalami tekanan pasar. Lonjakan ini...

Haram Rayakan Valentine, Fatwa MUI Tegas

Haram Rayakan Valentine, Fatwa MUI Tegas

by M.Dhayfan Al-ghiffari
February 5, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Setiap 14 Februari, dunia ramai merayakan Hari Valentine dengan bertukar hadiah, cokelat, bunga, hingga boneka. Tapi untuk...

AS dan Israel Anggap Iran Musuh, Apa Strategi Sebenarnya?

AS dan Israel Anggap Iran Musuh, Apa Strategi Sebenarnya?

by M.Dhayfan Al-ghiffari
February 5, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Amerika Serikat dan Israel menempatkan Iran sebagai ancaman utama di Timur Tengah, namun strategi kedua negara berbeda....

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
BCAinsurance Hadirkan Aplikasi BIG untuk Layanan Asuransi yang Lebih Praktis dan Transparan

BCAinsurance Hadirkan Aplikasi BIG untuk Layanan Asuransi yang Lebih Praktis dan Transparan

February 8, 2026
Dow Jones Melonjak 1.200 Poin Saat Wall Street Bangkit Dari Kejatuhan Saham Teknologi

Dow Jones Melonjak 1.200 Poin Saat Wall Street Bangkit Dari Kejatuhan Saham Teknologi

February 8, 2026
Perkuat Kemitraan Strategis, BSN Lanjutkan Developer Gathering di Bandung

Perkuat Kemitraan Strategis, BSN Lanjutkan Developer Gathering di Bandung

February 8, 2026
Laila Edwards Ukir Sejarah Olimpiade Hoki Es Dan Rangkul Peran Pelopor Untuk Generasi Muda

Laila Edwards Ukir Sejarah Olimpiade Hoki Es Dan Rangkul Peran Pelopor Untuk Generasi Muda

February 8, 2026
Bank Mandiri Perluas Pemberdayaan PMI dan Diaspora Lewat Program Mandiri Sahabatku 2026

Bank Mandiri Perluas Pemberdayaan PMI dan Diaspora Lewat Program Mandiri Sahabatku 2026

February 8, 2026
BCAinsurance Hadirkan Aplikasi BIG untuk Layanan Asuransi yang Lebih Praktis dan Transparan

BCAinsurance Hadirkan Aplikasi BIG untuk Layanan Asuransi yang Lebih Praktis dan Transparan

February 8, 2026
Gue Baik- Baik Aja Kok Nia Ramadhani Tegaskan Hubungan nya   Harmonis Dengan Ardi Bakrie

Gue Baik- Baik Aja Kok Nia Ramadhani Tegaskan Hubungan nya Harmonis Dengan Ardi Bakrie

February 8, 2026
Kabar Hilang Wanita Di Jakbar Di Temukan Di Jaktim Lagi Berduaan Bersama Teman online

Kabar Hilang Wanita Di Jakbar Di Temukan Di Jaktim Lagi Berduaan Bersama Teman online

February 8, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved