• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Wednesday, September 23, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Sport

Cegah Kebutaan Penderita Lepra, JEC Perkenalkan Teknik Modifikasi Tarsorafi

Nina Karlita by Nina Karlita
August 9, 2021
in Sport
0
Cegah Kebutaan Penderita Lepra, JEC Perkenalkan Teknik Modifikasi Tarsorafi

JAKARTA, Cobisnis.com – Di tengah tingginya penambahan angka kasus positif Covid-19 harian, situasi penyakit lepra di Tanah Air ternyata masih mengkhawatirkan. Secara global, Indonesia menempati urutan ketiga sebagai negara dengan penderita lepra terbanyak, setelah India dan Brazil.

Pada 2019, jumlahnya mencapai 17.439 kasus, naik 2,48% dibandingkan tahun sebelumnya . Sebagai penyakit infeksi sistemik, lepra bisa membuat penderitanya mengalami komplikasi okular lagoftalmus paralisis atau ketidakmampuan mata untuk menutup rapat. Jika tidak segera ditangani, risiko kebutaan pun mengancam.

“Penyakit lepra merupakan penyakit infeksi dengan frekuensi komplikasi okular yang cukup tinggi. Kelainan mata pada penyandang lepra, termasuk lagoftalmus paralisis, membutuhkan deteksi dini dan tatalaksana yang tepat guna mencegah gangguan penglihatan yang bisa berakibat kebutaan. Keterbatasan akses dan biaya untuk berobat menyebabkan penyandang lepra baru mengunjungi penyedia layanan kesehatan ketika sudah mengalami komplikasi yang mengancam penglihatan,” jelas Dr. dr. Yunia Irawati, Sp.M(K) selaku Head of Trauma Center sub Spesialis Divisi Plastik dan Rekonstruksi Mata JEC Eye Hospitals and Clinics, sekaligus staf pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia-RSCM.

“Teknik modifikasi tarsorafi yang saya teliti, terbukti sama efektifnya dengan metode gold weight implant – yang paling sering digunakan untuk menangani lagoftalmus paralisis pada penderita lepra. Bahkan, dibandingkan metode tersebut, teknik ini juga teruji lebih efisien dari sisi komplikasi dan biaya operasi. Harapan saya, teknik modifikasi tarsorafi segera menjadi langkah penanganan yang bisa menjangkau lebih banyak penyandang lepra dari berbagai kalangan,” lanjutnya.

Pembahasan mengenai penelitian tersebut tertuang dalam disertasi “Perbandingan Efektivitas dan Efisiensi antara Teknik Modifikasi Tarsorafi dengan Teknik Gold Weight Implant sebagai Tatalaksana Operatif Lagoftalmus Paralisis pada Penderita Lepra”.

Pemaparan hasil penelitian secara rasional, sistematis dan empiris pada Ujian Terbuka, Program Doktor Ilmu Kedokteran dan Kesehatan, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, yang berlangsung hari ini secara virtual, mengantarkan Dr. dr. Yunia Irawati, Sp.M(K) meraih gelar Doktor.

Gold weight implant telah dikenal sejak 1958 sebagai teknik dengan tingkat kesuksesan tinggi untuk penanganan lagoftalmus paralisis. Teknik ini menjahitkan implan emas pada bagian kelopak mata atas sehingga penderita lepra dengan lagoftalmus paralisis bisa kembali menutupkan matanya secara pasif; terbantu oleh beratnya implan emas dan gaya gravitasi.

Meski demikian, biaya tindakan metode ini cenderung mahal dan masih bisa berdampak komplikasi setelah pemasangan implan, seperti inflamasi, alergi, ekstrusi, migrasi, ptosis, dan astigmatisme. Pada sekelompok orang, penggunaan emas sebagai bahan implan juga terhalangi tradisi/keyakinan.

Dalam penelitiannya, Dr. dr. Yunia Irawati, Sp.M(K) membandingkan metode gold weight implant dengan modifikasi tarsorafi yang menggabungkan teknik tarsorafi lateral permanen dan levator recess,serta teknik kantopeksi/lateral tarsal strip (LTS) dan kantoplasti. Penelitian berlangsung selama Oktober 2018-Mei 2020 dengan melibatkan 19 subjek yang terdiri dari 27 mata.

Hasil penelitian memperlihatkan bahwa modifikasi tarsorafi memberi tingkat efektivitas yang sama dengan teknik gold weight implant sebagai tatalaksana operatif lagoftalmus paralisis pada penderita lepra.

Durasi atau lama waktu tindakan yang dibutuhkan metode modifikasi tarsorafi juga sama efisiennya dengan teknik gold weight implant. Namun, modifikasi tarsorafi lebih unggul dari segi efisiensi biaya dan risiko komplikasi yang mungkin terjadi.

“Bagi penderita lepra yang sebagian besar berasal dari masyarakat dengan tingkat ekonomi rendah dan pekerjaan yang tidak tetap, tindakan penanganan melalui gold weight implant tentunya membutuhkan pendanaan yang memberatkan. Dengan pengembangan lebih lanjut, modifikasi tarsorafi dapat menjadi alternatif tatalaksana operatif lagoftalmus paralisis untuk menjangkau penderita lepra dari kalangan yang lebih membutuhkan,” imbuh Dr. dr. Yunia Irawati, Sp.M(K).

Lepra tergolong penyakit infeksi kronis yang disebabkan bakteri Mycobacterium leprae (M. leprae) yang menyerang kulit, saraf tepi, mukosa saluran pernapasan atas dan mata. Penyakit ini dapat ditularkan melalui kontak langsung antar kulit dalam jangka waktu yang lama. Lepra secara endemis ditemukan di negara berkembang, terutama yang berada di wilayah tropis dan sub tropis, salah satunya Indonesia.

Sementara, lagoftalmus paralisis merupakan ketidakmampuan kelopak mata untuk menutup secara sempurna. Lagoftalmus paralisis yang tidak segera ditangani menyebabkan kerusakan sel goblet pada bagian konjungtiva (lapisan tipis pelindung area putih mata/sklera).

Apabila permukaan konjungtiva terus menerus terekspos/terbuka, terjadilah ketidakstabilan lapisan air mata yang memicu mata kering/dry eyes.

Kondisi ini memunculkan risiko infeksi yang secara berkelanjutan bisa berdampak kebutaan. Meski prevalensinya sangat bervariasi, tetapi lagoftalmus paralisis berpotensi terjadi pada penderita dengan beberapa faktor risiko seperti berusia lebih dari 15 tahun saat terdiagnosis lepra, menderita lepra lebih dari setahun, dan mengalami kelelahan fisik.

Menanggapi penelitian dan pencapaian gelar Doktor oleh Dr. dr. Yunia Irawati, Sp.M(K) tersebut, Dr. Johan A. Hutauruk, SpM(K), Presiden Direktur JEC Eye Hospitals and Clinics menyampaikan, “JEC Eye Hospitals and Clinics terus mendukung upaya-upaya pencegahan gangguan penglihatan masyarakat Indonesia yang bisa berdampak pada kebutaan sehingga mempengaruhi kualitas hidup, tak terkecuali para penyandang lepra.”

“Tidak hanya melalui kemutahiran teknologi, tetapi juga penerapan temuan berbasis sains yang progresif, guna memberi solusi pada tantangan yang tengah dihadapi masyarakat Indonesia. Bersama jajaran praktisi yang mumpuni, seperti Dr. dr. Yunia Irawati, Sp.M(K), JEC optimis mampu melanjutkan kontribusi kami pada dunia kesehatan mata di Tanah Air,” pungkasnya.

Free Download WordPress Themes
Premium WordPress Themes Download
Download Premium WordPress Themes Free
Premium WordPress Themes Download
download udemy paid course for free
download redmi firmware
Download Nulled WordPress Themes
free download udemy course
Tags: Cobisnisleprapenderita leprapenyakit lepra

Related Posts

Penembakan di Sekolah Turki Lukai 8 Orang, Pelaku Berhasil Ditangkap

Penembakan di Sekolah Turki Lukai 8 Orang, Pelaku Berhasil Ditangkap

by M.Dhayfan Al-ghiffari
September 22, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Seorang pria bersenjata melepaskan tembakan di sekitar sebuah sekolah menengah di distrik Turgutlu, Provinsi Manisa, Turki, Selasa...

Jule Akan Direhabilitasi Usai Ditangkap Terkait Kasus Vape Narkoba

Jule Akan Direhabilitasi Usai Ditangkap Terkait Kasus Vape Narkoba

by M.Dhayfan Al-ghiffari
September 22, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Selebgram Julia Prastini alias Jule akan menjalani rehabilitasi setelah ditangkap terkait kasus vape narkoba. Polisi menyatakan Jule...

Rupiah Bertanda Tangan Purbaya Mulai Diburu, BI Angkat Bicara

Rupiah Bertanda Tangan Purbaya Mulai Diburu, BI Angkat Bicara

by M.Dhayfan Al-ghiffari
September 22, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Uang Rupiah kertas tahun cetak 2026 yang memuat tanda tangan Purbaya Yudhi Sadewa ramai diburu kolektor. Rupiah...

Jantung Sehat hingga Tingkat Seluler, Mengapa Mitokondria Penting?

Jantung Sehat hingga Tingkat Seluler, Mengapa Mitokondria Penting?

by M.Dhayfan Al-ghiffari
September 22, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Menjaga kesehatan jantung selama ini banyak dikaitkan dengan tekanan darah, kadar kolesterol, berat badan, pola makan, dan...

Melissa Barrera Puji Solidaritas Musisi yang Dukung Macklemore dan Palestina

Melissa Barrera Puji Solidaritas Musisi yang Dukung Macklemore dan Palestina

by M.Dhayfan Al-ghiffari
September 22, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Melissa Barrera menyoroti solidaritas para musisi terhadap Macklemore setelah rapper tersebut dikeluarkan dari rangkaian konser Loop Tour...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Jantung Sehat hingga Tingkat Seluler, Mengapa Mitokondria Penting?

Jantung Sehat hingga Tingkat Seluler, Mengapa Mitokondria Penting?

September 22, 2026
Gibran Dorong Pandji Pragiwaksono Tetap Berkarya dan Menyampaikan Kritik Konstruktif

Waduh, Syarat Pendidikan Gibran Dipersoalkan, Status Wapres Dipertanyakan

September 22, 2026
IFG Life Bayarkan Klaim Rp9,4 Triliun

IFG Life Bayarkan Klaim Rp9,4 Triliun

September 21, 2026
Kasihan, Manajer Kopdes Masih Nganggur Kena PHP

Kasihan, Manajer Kopdes Masih Nganggur Kena PHP

September 22, 2026
Minyak Dunia Tembus US$104, Mendag Khawatir Surplus Dagang Tergerus

Minyak Dunia Tembus US$104, Mendag Khawatir Surplus Dagang Tergerus

September 22, 2026
: Park Shin Hye dan Choi Tae Joon

Park Shin Hye Melahirkan Anak Kedua

September 22, 2026
Tim renang Indonesia lolos final nomor 4x100m medley relay Asian Games 2026. Erick Thohir meminta perenang tampil maksimal dan membidik emas.

Tim Renang Indonesia Tembus Final Asian Games

September 22, 2026
Tokopedia dan TikTok Shop menjadi platform digital pertama yang menampilkan produk lokal kurasi Kemendag melalui kolaborasi #BeliLokal.

Produk Lokal Kurasi Kemendag Hadir di Platform Digital

September 22, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved