JAKARTA, Cobisnis.com – Alpukat merupakan buah yang nikmat dikonsumsi dengan berbagai cara, misalnya dimakan langsung, dijadikan topping untuk roti panggang, atau juga bisa dijus yang segar.
Ternyata, alpukat dapat mendukung pengelolaan berat badan saat makan siang dan meningkatkan kualitas tidur sebagai camilan malam. Selain itu, alpukat kaya akan nutrisi yang membantu pencernaan, memperbaiki kolesterol, dan meningkatkan kesehatan jantung dan usus. Jadi, buah ini cocok sekali untuk kamu yang sedang atau ingin diet.
Mengonsumsi alpukat untuk menurunkan berat badan ternyata ada caranya, lho! Dilansir dari very well health, Sabtu (26/9/2026), berikut beberapa tips mengonsumsi alpukat dengan cara yang benar untuk diet dan meningkatkan kualitas tidur.
Waktu terbaik mengonsumsi alpukat untuk menurunkan berat badan
Sarapan: Sebuah studi menemukan bahwa mengganti karbohidrat dengan alpukat saat sarapan meningkatkan rasa kenyang.
Makan siang : Alpukat kaya akan serat, yang memperlambat pencernaan dan membantu kamu merasa kenyang lebih lama. Sebuah penelitian lama menemukan bahwa mengonsumsi setengah buah alpukat saat makan siang meningkatkan rasa kenyang dan menurunkan kadar insulin setelah makan.
Sementara, untuk kamu yang ingin menurunkan kolesterol, sebuah penelitian menunjukkan bahwa alpukat mengandung lemak sehat yang dapat bermanfaat bagi kadar kolesterol. Namun, belum ada konsensus yang jelas mengenai waktu terbaik untuk mengonsumsinya agar mendapatkan manfaat ini.
Waktu terbaik untuk mengonsumsi alpukat agar tidur lebih nyenyak
Alpukat mengandung kalium dan magnesium, yang membantu relaksasi otot dan meningkatkan kualitas tidur. Hal ini menjadikannya pilihan yang baik untuk camilan malam hari .
Diketahui, beberapa penelitian menemukan adanya hubungan antara mengonsumsi alpukat secara teratur dengan risiko penyakit kardiovaskular (PJK) dan penyakit jantung koroner (PJK) yang lebih rendah. Analisis terhadap 10 studi menemukan bahwa mengonsumsi 1 hingga 3,7 alpukat per hari meningkatkan kolesterol HDL (“baik”).
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi alpukat secara teratur dapat membantu menurunkan kolesterol LDL (jahat). Alpukat juga mengandung fitonutrien, antioksidan, dan nutrisi lain yang dapat membantu melindungi dari penyakit jantung.
Selain itu, buah ini juga mengandung serat dan nutrisi yang membantu meningkatkan fungsi pencernaan yang sehat, dan cenderung tidak menyebabkan gas karena kandungan fruktosanya yang rendah. Alpukat dapat membantu meningkatkan keanekaragaman bakteri baik (mikroflora) di usus besar.
Alpukat memiliki indeks glikemik (GI) rendah, tinggi serat, rendah karbohidrat total, dan tinggi lemak tak jenuh tunggal, sehingga kecil kemungkinannya menyebabkan lonjakan glukosa darah.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa alpukat, sebagai bagian dari diet bergizi secara keseluruhan, dapat membantu mengendalikan dan mencegah diabetes tipe 2.













