JAKARTA, Cobisnis.com – Penderita diabetes tetap dapat mengonsumsi roti tanpa harus menghilangkannya dari menu harian. Namun, para ahli mengingatkan agar pemilihan jenis roti dan jumlah yang dikonsumsi disesuaikan dengan kebutuhan karbohidrat serta kondisi kesehatan masing-masing.
Ahli gizi Kitty Broihier mengatakan roti bukanlah makanan yang sepenuhnya dilarang bagi penderita diabetes. Menurutnya, asupan karbohidrat dari roti perlu dihitung sebagai bagian dari pola makan harian agar kadar gula darah tetap terjaga. Karena kebutuhan setiap orang berbeda, konsultasi dengan ahli gizi dianjurkan untuk menentukan porsi yang tepat.
Selain mengatur porsi, memilih roti yang kaya serat juga menjadi langkah penting. Roti gandum utuh dengan kandungan sedikitnya 3 gram serat per sajian dinilai mampu membantu memperlambat penyerapan karbohidrat sehingga lonjakan gula darah setelah makan dapat diminimalkan.
Sementara itu, ahli gizi Susan Weiner menyarankan masyarakat untuk selalu membaca label informasi gizi sebelum membeli roti. Ia merekomendasikan roti yang mengandung sekitar 15 gram karbohidrat dan maksimal 100 kalori per lembar agar konsumsi karbohidrat tetap terkendali.
Apabila ingin menikmati lebih dari satu lembar roti, salah satu lembar dapat diganti dengan sayuran seperti selada. Cara ini dinilai efektif untuk mengurangi asupan karbohidrat tanpa mengurangi rasa kenyang.
Para ahli juga menganjurkan agar roti dikonsumsi bersama sumber protein atau lemak sehat. Kombinasi tersebut dapat membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil setelah makan. Beberapa pilihan yang direkomendasikan meliputi telur, dada ayam, salmon, alpukat, hummus, keju, hingga selai kacang tanpa tambahan gula.
Dengan memperhatikan jenis roti, kandungan gizinya, porsi makan, serta mengimbanginya dengan protein dan lemak sehat, penderita diabetes tetap bisa menjadikan roti sebagai bagian dari pola makan yang sehat dan seimbang.













