• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Friday, July 10, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Humaniora

Belajar dari Ketidakpastian Bencana Alam

cobisnismedia by cobisnismedia
December 13, 2020
in Humaniora
0
Belajar dari Ketidakpastian Bencana Alam

Cobisnis.com – Kecemasan kembali menghantui warga di sepanjang pantai Barat Sumatera, khususnya wilayah Sumatera Barat dan beberapa daerah di Selatan pulau Jawa beberapa waktu terakhir. Hal tersebut disebabkan rangkaian gempa yang terjadi di sekitar gugusan Kepulauan Mentawai serta kembali viralnya hasil penelitian lembaga dan para ahli tentang pemodelan gempa dan tsunami yang akan terjadi ketika energi besar dilepaskan oleh pertemuan dua lempeng (megathrust) baik di sebelah barat Sumatera maupun di Selatan Jawa. Tidak tanggung-tanggung, hasil pemodelan menasbihkan kalau tinggi

gelombang tsunami yang akan terjadi melebihi 10 meter. Sudah terbayangkan seluas apa area yang akan terpapar oleh tsunami tersebut dan seberapa besar kehilangan jiwa dan kerugian harta benda yang akan diakibatkannya.

Penulis menyelesaikan S2 di Faculty of Geo-information and Earth Observation, University of Twente, Belanda, sempat kaget ketika membaca publikasi dari Majalah National Geographic edisi Indonesia April 2005 yang menetapkan Padang sebagai kota pesisir dengan populasi paling terancam bencana di dunia mengalahkan kota-kota pesisir padat lainnya seperti Manila dan Makau. Tentu saja faktor resiko dari hitungan lima belas tahun lalu itu akan jauh berkurang seiring dengan kebijakan Pemerintah dan Lembaga terkait yang telah melaksanakan upaya pengurangan resiko bencana. Namun ketika kapasitas mayarakat pesisir di Barat Sumatera dan Selatan Jawa dinilai telah jauh meningkat, ternyata masih terasa kepanikan setelah kembali viralnya hasil penelitian dan pemodelan gempa dan
tsunami oleh para ahli. Padahal sebagian besar penelitian dan pemodelan tersebut telah di rilis jauh-
jauh hari bahkan sejak gempa dan tsunami Aceh 2004 maupun paska gempa Sumatera Barat pada akhir
September 2009.

Masyarakat harus paham bahwa begitu besarnya ruang ketidakpastian dalam konteks bencana. Belum ada tools yang diterima luas secara ilmiah dapat memprediksi kapan terjadinya, serta seberapa besar gempa dan tsunami yang akan terjadi. Masyarakat akademisi dunia masih terus menganalisa dan belajar dari fenomena bencana yang sering muncul di luar ekspektasi. Contoh pertama adalah ketika terjadinya gempa ganda di Aceh pada 11 April 2012. Gempa yang juga dirasakan sangat kuat sampai wilayah
Sumatera Barat ini, menimbulkan kepanikan warga kota di pesisir Barat Sumatera dalam mengevakuasi
diri dan keluarga ke tempat lebih tinggi. Peristiwa ini mematahkan kejamakan dan teori bahwa gempa susulan akan berkekuatan jauh lebih kecil dari gempa utama. Gempa pertama yang bekekuatan 8,6 magnitudo malah diikuti dengan gempa yang berkekuatan 8,2 magnitudo hanya berselang dua jam
setelah gempa utama. Kejadian yang diluar dugaan ini tidak hanya dalam hal besarnya gempa susulan, tetapi juga menyangkut persoalan penyebab gempa. Gempa tersebut terjadi karena pergeresan sesar secara horizontal yang biasanya tidak melepaskan energi sebesar itu.

Peristiwa kedua yang dapat dijadikan perhatian adalah ketika terjadi gempa tektonik 6,1 magnitudo di Timur Laut Kota Tarakan pada 21 Desember 2015 lalu. Stereotip pulau Kalimantan yang relatif aman gempa terpatahkan oleh peristiwa tersebut. Dampaknya, peta yang digunakan dalam perencanaan ketahanan gempa untuk konstruksi bangunan direvisi oleh para ahli dan membuka kesadaran akan perlunya peta mikrozonasi gempa.

Peristiwa lain yang masih berkesan dalam ingatan kita adalah terjadinya tsunami paska gempa Palu, Selawesi Tengah, September 2018. Jagat dunia maya di riuhkan oleh pernyataan resmi dari BMKG bahwa peringatan dini tsunami telah usai, namun beberapa menit setelahnya gelombang besar
meluluhlantakkan sebagian Kota Palu termasuk Jembatan Kuning yang sangat megah dan ikonik itu. Terlepas dari keriuhan tersebut, tsunami yang menurut para ahli dipicu oleh longsoran bawah laut yang dipicu oleh gempa utama malah datang tanpa diduga setelah warga mengganggap situasi telah aman.

Kejadian yang hampir mirip terjadi ketika gelombang besar menghantam pesta tahun baru di ujung Barat pulau Jawa pada akhir tahun yang sama. Gelombang yang juga menewaskan sebagian besar personel grup band ternama tanah air ini juga datang tanpa diduga karena tidak dirasakan gempa sebelumnya. Siapa yang menyangka dua peristiwa di tahun 2018 ini akan segitu dahsyatnya bahkan BMKG sebagai institusi yang paling berwenang belum mempunyai SOP peringatan dini tsunami akibat longsor dan erupsi gunung api kala itu.

Belajar dari peristiwa-peristiwa tersebut, sudah saatnya masyarakat yang berada di daerah yang rentan terpapar bencana gempa dan tsunami dapat lebih arif menyikapi hasil penelitian dan pemodelan para ahli. Kepanikan bukanlah respon yang tepat terhadap hasil penelitian tersebut, karena peristiwa alam penuh ketidakpastian. Sehingga lebih bijak dan efektif jika hasil penelitian dan pemodelan itu digunakan dalam perumusan program-program di fase kesiapsiagaan dan mitigasi bencana.

Di samping itu, pemangku kebijakan harus mampu menerjemahkan hasil publikasi ilmiah yang merupakan santapan kaum akademisi menjadi bahasa awam dalam kerangka program peningkatan ketahanan terhadap bencana baik dalam kontek struktural (kelembagaan) maupun non struktural
(pemahaman, softskill dan kebiasaan). Dengan program yang dilaksankan secara kontiniu, masyarakat diharapkan terbiasa dan mengetahui bagaimana harus bertindak ketika terjadi bencana.
Walaupun ditengah keterbatasan anggaran dampak dari penanggulangan pandemi COVID-19, pemerintah harus tetap memprioritaskan sosialisasi dan pelatihan-pelatihan terhadap masyarakat dan komunitas tanggap bencana di daerah rawan bencana. Karena penting untuk ditanamkan bahwa respon yang paling tepat dalam menghadapi beranekaragam ketidakpastian bencana alam bukanlah kepanikan, namun dengan memahami potensi bencana yang dihadapi, terlatih dengan prosedur keselamatan dan
evakuasi, serta tidak lupa untuk berdoa dan beramal saleh sebagai bentuk ketahanan spiritual.

Penulis: HEL PEBY, ST, MT, M.Sc

PNS di Kota Bukittinggi, Pemerhati Manajemen Resiko Bencana

Download WordPress Themes
Download WordPress Themes Free
Download WordPress Themes
Download WordPress Themes Free
udemy paid course free download
download intex firmware
Download WordPress Themes
lynda course free download

Related Posts

Kasus Bupati Kuansing, KPK Sita 12.000 Dolar Singapura yang Diduga untuk Menhut

Kasus Bupati Kuansing, KPK Sita 12.000 Dolar Singapura yang Diduga untuk Menhut

by Hidayat Taufik
July 10, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita uang sebesar 12.000 dolar Singapura yang diduga merupakan bagian dari uang dalam...

Jampidsus Akhirnya Angkat Bicara soal Penggeledahan dan Isu yang Menyeret Namanya

Jampidsus Akhirnya Angkat Bicara soal Penggeledahan dan Isu yang Menyeret Namanya

by Hidayat Taufik
July 10, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah, menyampaikan penjelasan kepada publik setelah namanya...

Kontroversi Argentina vs Mesir, Pakar Wasit: VAR Terlalu Banyak Campur Tangan

Kontroversi Argentina vs Mesir, Pakar Wasit: VAR Terlalu Banyak Campur Tangan

by Hidayat Taufik
July 10, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Pertandingan babak 16 besar Piala Dunia 2026 antara Argentina dan Mesir memicu perdebatan setelah sejumlah keputusan wasit...

James Resmi Tinggalkan DearALICE, Tulis Pesan Haru untuk Penggemar

Mundur dari S3 UI, Sabrina Chairunnisa Tuai Kritik karena Soroti Sistem Absensi

by Desti Dwi Natasya
July 10, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Sabrina Chairunnisa menjadi sorotan setelah mengumumkan pengunduran dirinya dari Program Doktor (S3) Ilmu Komunikasi Universitas Indonesia. Keputusan...

Silmy Karim Berpotensi Dijerat Pasal TPPU, KPK Telusuri Aliran Dana dan Aset

Silmy Karim Berpotensi Dijerat Pasal TPPU, KPK Telusuri Aliran Dana dan Aset

by Hidayat Taufik
July 10, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuka kemungkinan untuk menerapkan pasal Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dalam penanganan perkara...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Bank Mandiri Taspen Pastikan Layanan KC Purwokerto Tetap Berjalan Normal

Bank Mandiri Taspen Pastikan Layanan KC Purwokerto Tetap Berjalan Normal

July 9, 2026
Gaji Tembus Rp 300 Juta per Bulan, Ini Profesi Paling Mahal di Indonesia Tahun 2026

Gaji Tembus Rp 300 Juta per Bulan, Ini Profesi Paling Mahal di Indonesia Tahun 2026

July 9, 2026
Prudential Indonesia Luncurkan Levela, Platform Literasi Keuangan untuk Gen Z

Prudential Indonesia Luncurkan Levela, Platform Literasi Keuangan untuk Gen Z

July 9, 2026
Dugaan Cuci Uang Rp5,5 Triliun Seret Federasi Argentina, Belum Ada Dakwaan Resmi

Dugaan Cuci Uang Rp5,5 Triliun Seret Federasi Argentina, Belum Ada Dakwaan Resmi

July 9, 2026
Kasus Bupati Kuansing, KPK Sita 12.000 Dolar Singapura yang Diduga untuk Menhut

Kasus Bupati Kuansing, KPK Sita 12.000 Dolar Singapura yang Diduga untuk Menhut

July 10, 2026
Jampidsus Akhirnya Angkat Bicara soal Penggeledahan dan Isu yang Menyeret Namanya

Jampidsus Akhirnya Angkat Bicara soal Penggeledahan dan Isu yang Menyeret Namanya

July 10, 2026
Kontroversi Argentina vs Mesir, Pakar Wasit: VAR Terlalu Banyak Campur Tangan

Kontroversi Argentina vs Mesir, Pakar Wasit: VAR Terlalu Banyak Campur Tangan

July 10, 2026
James Resmi Tinggalkan DearALICE, Tulis Pesan Haru untuk Penggemar

Mundur dari S3 UI, Sabrina Chairunnisa Tuai Kritik karena Soroti Sistem Absensi

July 10, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved