JAKARTA, Cobisnis.com – OpenAI merilis ChatGPT for Teens yang dirancang khusus untuk pengguna remaja berusia 13 hingga 17 tahun.
Versi ini memiliki sejumlah pembatasan dibandingkan ChatGPT biasa, terutama dalam percakapan mengenai topik yang dianggap berisiko tinggi.
ChatGPT for Teens membatasi pembahasan terkait melukai diri sendiri, kekerasan, dan gangguan makan untuk memberikan pengalaman yang lebih sesuai bagi pengguna remaja.
Selain perlindungan tersebut, OpenAI menyediakan sejumlah fitur edukasi yang dirancang untuk membantu siswa belajar secara terbimbing.
Fitur yang tersedia mencakup mode belajar, pengingat pekerjaan rumah, kuis, serta visualisasi untuk mendukung proses pembelajaran.
“Kami percaya AI seharusnya memperluas kesempatan pendidikan. Itu sebabnya kami merancang ChatGPT for Teens untuk mendukung momen-momen di luar kelas saat bantuan tidak selalu tersedia,” kata OpenAI, dikutip dari berbagai sumber, Rabu (19/08/2026).
Fitur-fitur tersebut tersedia ketika sistem memperkirakan pengguna berusia di bawah 18 tahun atau pengguna mengidentifikasi dirinya berusia 13-17 tahun.
Orang tua juga mendapatkan fitur kontrol berupa Jam Tenang yang memungkinkan mereka mengatur pengaturan tertentu dan menerima pemberitahuan ketika anak membahas topik sensitif.
Peluncuran ChatGPT for Teens dilakukan ketika sejumlah platform media sosial menghadapi gugatan terkait dugaan dampak terhadap kesehatan mental anak.
OpenAI juga menghadapi tantangan karena chatbot kerap digunakan sebagai tempat pengguna mencari dukungan emosional.
Kehadiran versi khusus remaja menjadi upaya OpenAI menghadirkan pengalaman penggunaan AI yang lebih terarah sekaligus memberikan kontrol tambahan bagi orang tua.













