• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Wednesday, April 1, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Ekonomi Bisnis

Bank Indonesia Salurkan Insentif Likuiditas Rp 256,1 Triliun ke Sektor Perbankan

Saeful Imam by Saeful Imam
October 3, 2024
in Ekonomi Bisnis
0
Kabar Baik, Utang Luar Negeri Indonesia Turun Pada Kwartal 1 2024

Bank Indonesia salurkan insentif likuiditas

JAKARTA, COBISNIS.COM – Bank Indonesia (BI) telah menyalurkan insentif melalui Kebijakan Likuiditas Makroprudensial (KLM) sebesar Rp 256,1 triliun hingga pekan kedua September 2024. Deputi Gubernur BI, Juda Agung, menyatakan bahwa insentif tersebut ditujukan untuk sektor-sektor yang mendukung pertumbuhan kredit perbankan, seperti sektor hijau, pariwisata, ekonomi kreatif, perumahan, otomotif, perdagangan, dan hilirisasi. Kebijakan ini bertujuan untuk memastikan kecukupan likuiditas di perbankan, sehingga dapat mencapai target pertumbuhan kredit sebesar 10-12 persen tahun ini.

Juda Agung menuturkan bahwa hingga pertengahan September, BI telah menyalurkan insentif likuiditas melalui KLM kepada bank-bank yang menyalurkan kredit ke sektor-sektor tertentu. Jumlah insentif tersebut mencapai Rp 256 triliun. Pernyataan ini disampaikannya dalam acara peluncuran Kalkulator Hijau di Gedung BI, Jakarta, Rabu (2/10/2024).

Berdasarkan data BI, sektor hilirisasi serta sektor-sektor yang masuk dalam Rasio Pembiayaan Inklusif Makroprudensial (RPIM) menerima insentif likuiditas terbesar, masing-masing sebesar Rp 63,72 triliun dan Rp 54,88 triliun. Sektor-sektor lainnya, seperti otomotif, perdagangan, listrik, gas, dan air bersih (LGA) mendapat insentif sebesar Rp 39,27 triliun. Selain itu, sektor pariwisata dan ekonomi kreatif menerima Rp 31,39 triliun, sektor hijau sebesar Rp 25,61 triliun, perumahan sebesar Rp 21,55 triliun, dan sektor ultra mikro (UMi) Rp 19,63 triliun.

Juda juga menjelaskan bahwa melalui KLM, BI memberikan insentif berupa pengurangan giro wajib minimum (GWM) bagi bank yang menyalurkan kredit ke sektor-sektor tertentu. Bank yang memenuhi kriteria akan mendapatkan tambahan likuiditas dengan pengurangan setoran wajib di BI. Melalui KLM, bank berpotensi menerima pengurangan GWM hingga 4 persen dari ketentuan sebesar 9 persen terhadap dana pihak ketiga (DPK), sehingga bank hanya perlu menyetor 5 persen.

Ke depan, BI akan terus mengarahkan cakupan sektor KLM pada bidang-bidang yang mendukung penciptaan lapangan kerja, mendorong pertumbuhan baru, serta meningkatkan inklusivitas di sektor keuangan.

Download WordPress Themes Free
Download WordPress Themes Free
Premium WordPress Themes Download
Free Download WordPress Themes
online free course
download redmi firmware
Free Download WordPress Themes
free download udemy course
Tags: bank indonesiainsentif likuiditas

Related Posts

Konflik Global Memanas, BI Pastikan Tak Ada Opsi Turunkan Suku Bunga

Konflik Global Memanas, BI Pastikan Tak Ada Opsi Turunkan Suku Bunga

by M.Dhayfan Al-ghiffari
March 17, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Bank Indonesia memastikan tidak ada opsi penurunan suku bunga acuan dalam waktu dekat. Keputusan ini diambil untuk...

Bank Indonesia Tunjuk PT KBI sebagai Lembaga Kliring PUVA, Satu-Satunya BUMN yang Kantongi Mandat

Bank Indonesia Tunjuk PT KBI sebagai Lembaga Kliring PUVA, Satu-Satunya BUMN yang Kantongi Mandat

by Dwi Natasya
February 12, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – PT Kliring Berjangka Indonesia (PT KBI), anggota Holding BUMN Danareksa, resmi dipercaya Bank Indonesia (BI) sebagai Lembaga...

AS Keluarkan Peringatan Navigasi, Kapal Diminta Jauhi Perairan Teritorial Iran

Dilantiknya Thomas Djiwandono, Purbaya Optimistis Sinergi Kemenkeu–BI Makin Erat

by Desti Dwi Natasya
February 10, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan harapannya agar kerja sama antara Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia semakin kuat...

Fabio Di Giannantonio Pilih Jalur Sendiri, Tak Mau Ikuti Setup Marc Marquez di MotoGP 2025

Pakai QRIS Ada Biaya Admin, Ini Penjelasan BI

by Desti Dwi Natasya
January 12, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Bank Indonesia (BI) meluruskan anggapan soal adanya biaya administrasi dalam transaksi menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard...

Ekonomi Dunia Mulai Bergeser ke Asia sebagai Motor Pertumbuhan Global

Rupiah Coba Bangkit di Awal Perdagangan, Dolar Masih Menekan

by M.Dhayfan Al-ghiffari
December 30, 2025
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Pergerakan rupiah pada awal perdagangan Selasa (30/12/2025) menunjukkan upaya penguatan setelah sempat tertekan pada sesi sebelumnya. Meski...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Harga BBM Subsidi Tetap per 1 April 2026, Nasib Pertamax Masih Ditahan Pemerintah

Harga BBM Subsidi Tetap per 1 April 2026, Nasib Pertamax Masih Ditahan Pemerintah

March 31, 2026
Ini Daftar Tarif  Listrik Per 1 April 2026 Cek Rincian Terbaru

Ini Daftar Tarif Listrik Per 1 April 2026 Cek Rincian Terbaru

March 31, 2026
KAI Logistik Operasikan Container Yard 2 Merapi , Perkuat Akselerasi Distribusi Energi Nasional hingga 3 Juta Ton per Tahun

KAI Logistik Operasikan Container Yard 2 Merapi , Perkuat Akselerasi Distribusi Energi Nasional hingga 3 Juta Ton per Tahun

March 31, 2026
Warga Terlihat Panik, Isu BBM Naik Picu Antrean di Sejumlah SPBU

Warga Terlihat Panik, Isu BBM Naik Picu Antrean di Sejumlah SPBU

March 31, 2026
Saifullah Yusuf: Rumah Sakit Tidak Boleh Menolak Pasien Cuci Darah

Saifullah Yusuf: Rumah Sakit Tidak Boleh Menolak Pasien Cuci Darah

April 1, 2026
PNS WFH Hari Jumat, Apakah Siswa Ikut Libur?

PNS WFH Hari Jumat, Apakah Siswa Ikut Libur?

April 1, 2026
Warga Terlihat Panik, Isu BBM Naik Picu Antrean di Sejumlah SPBU

Warga Terlihat Panik, Isu BBM Naik Picu Antrean di Sejumlah SPBU

March 31, 2026
AS Mulai Kewalahan Hadapi Iran, Biaya Perang Tembus Rp95 Triliun dalam 2 Hari

AS Mulai Kewalahan Hadapi Iran, Biaya Perang Tembus Rp95 Triliun dalam 2 Hari

March 31, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved