Para peneliti menemukan bahwa bakteri tersebut, yang dikenal sebagai penyebab keracunan makanan tetap ada bahkan spons mengering.
“Ketiga patogen tersebut bertahan di dalam spons setidaknya selama dua minggu,” kata para peneliti dikutip dari nine, Minggu (09/08/2026).
Studi tersebut mengungkapkan bahwa kuman-kuman ini dapat berpindah ke permukaan dapur lainnya, sehingga menimbulkan kekhawatiran akan terkontaminasi. Para peneliti menyimpulkan bahwa hal ini membuat spons bahkan lebih banyak mengandung kuman.
“Temuan kami menekankan bahwa persistensi patogen dalam spons menciptakan risiko kontaminasi. Begitu spons yang terkontaminasi dapat memindahkan patogen ke permukaan seperti talenan dan meja dapur. Kontak selanjutnya antara permukaan ini dengan makanan yang dapat menyebabkan penularan,” kata mereka.
Solusinya adalah dengan rhtin mengganti spons lebih sering. Atau, menggantinya dengan sikat cuci piring. Bahkan, sebuah studi dari 2022 para peneliti dari portugal menemukan bahwa bakteri lebih sedekit berkembang biak dan Salmonella mati lebih cepat daripada menggubakan spons.











