• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Wednesday, October 28, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Ekonomi Bisnis

Arab Saudi Klaim Cadangan Mineral US$2,5 Triliun, Berpotensi Jadi Pemain Kunci Mineral Tanah Jarang

Zahra Zahwa by Zahra Zahwa
January 25, 2026
in Ekonomi Bisnis
0
Arab Saudi Klaim Cadangan Mineral US$2,5 Triliun, Berpotensi Jadi Pemain Kunci Mineral Tanah Jarang

JAKARTA, Cobisnis.com – Arab Saudi mengklaim memiliki cadangan mineral senilai US$2,5 triliun, sebuah potensi besar yang dapat menjadikannya pemain penting dalam persaingan global mineral kritis dan tanah jarang. Isu mineral kembali menjadi sorotan setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan kesepakatan awal terkait kemungkinan kerja sama dengan Greenland yang mencakup hak atas mineral tanah jarang.

Mineral kritis dan tanah jarang merupakan komponen utama berbagai teknologi strategis, mulai dari transisi energi bersih, kecerdasan buatan (AI), hingga perangkat militer canggih. Selama ini, produksi dan pemurnian mineral tersebut didominasi oleh China, yang menguasai lebih dari 90% output tanah jarang olahan dunia dan lebih dari 60% produksi tambangnya, menurut International Energy Agency (IEA).

Berbicara kepada CNN di ajang Future Minerals Forum di Riyadh, Direktur Eksekutif Minerals Center SAFE (Securing America’s Future Energy), Abigail Hunter, menyebut China “jauh melangkah” dibanding Amerika Serikat berkat investasi strategis selama puluhan tahun, proyek yang didukung negara, serta koordinasi erat dengan sektor swasta.

Namun kini, Arab Saudi tengah mempercepat pengembangan sektor mineralnya sebagai bagian dari upaya mengurangi ketergantungan ekonomi pada minyak dan meningkatkan pengaruh geopolitik. Cadangan mineral yang diklaim meliputi emas, seng, tembaga, dan litium, serta unsur tanah jarang seperti dysprosium, terbium, neodymium, dan praseodymium yang digunakan dalam kendaraan listrik, turbin angin, hingga komputasi berkecepatan tinggi.

Anggaran eksplorasi tambang Arab Saudi melonjak 595% antara 2021 hingga 2025, menurut S&P Global, meski masih tergolong kecil dibanding negara maju di sektor tambang seperti Kanada dan Australia. Pemerintah juga mempercepat pemberian izin tambang bagi perusahaan domestik dan internasional.

Meski demikian, eksplorasi bukanlah akhir dari proses. “Pertambangan adalah permainan jangka panjang,” ujar Hunter. Dibutuhkan tiga hingga lima tahun untuk membangun fasilitas pemrosesan, bahkan bisa mencapai puluhan tahun di beberapa yurisdiksi.

Arab Saudi berupaya memangkas birokrasi, menurunkan pajak investasi tambang, dan menyiapkan belanja besar untuk mengejar ketertinggalan. Perusahaan tambang milik negara, Maaden, mengumumkan rencana investasi sebesar US$110 miliar dalam satu dekade ke depan. Investasi ini mencakup kemitraan internasional dan perekrutan talenta global. “Kami sadar tidak bisa melakukannya sendiri,” kata CEO Maaden, Bob Wilt.

Meski nilai mineral masih jauh di bawah cadangan minyaknya, sektor ini menjadi pilar penting dalam visi ekonomi Vision 2030, yang bertujuan mendiversifikasi ekonomi nasional. Arab Saudi juga menargetkan pembangunan rantai pasok industri domestik, termasuk manufaktur kendaraan listrik.

Para ahli menilai infrastruktur yang berkembang dapat memosisikan Arab Saudi sebagai pusat pemurnian mineral regional. Kedekatan geografis dengan Afrika dan hubungan lama dengan negara Asia Tengah dinilai menguntungkan secara logistik.

Ambisi ini menarik perhatian Amerika Serikat. Setelah China memperketat kontrol ekspor tanah jarang berat, AS menggandeng Arab Saudi dalam kolaborasi mineral. Perusahaan AS, MP Materials, bekerja sama dengan Maaden dan Departemen Pertahanan AS untuk membangun kilang baru di Arab Saudi.

Meski prospeknya besar, tantangan tetap ada. Isu lingkungan, stabilitas kawasan Timur Tengah, serta dinamika diplomatik dengan negara-negara kaya mineral menjadi faktor penentu. Namun, para analis menilai strategi ini bukan tentang keuntungan cepat, melainkan pengaruh dan kekuatan jangka panjang.

Download WordPress Themes Free
Download Nulled WordPress Themes
Download Nulled WordPress Themes
Free Download WordPress Themes
ZG93bmxvYWQgbHluZGEgY291cnNlIGZyZWU=
download samsung firmware
Premium WordPress Themes Download
free download udemy paid course
Tags: ArabSaudicobisnis.comMineralTanahJarangVision2030

Related Posts

Ancaman Kabel Laut Singapura Picu Polemik, Indonesia Punya Posisi Strategis

Ancaman Kabel Laut Singapura Picu Polemik, Indonesia Punya Posisi Strategis

by Hidayat Taufik
October 28, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Isu mengenai ancaman pemutusan kabel bawah laut untuk jaringan internet internasional memunculkan diskusi tentang keamanan infrastruktur digital...

KPK Periksa Kantor PT Djarum dalam Pengembangan Kasus Bea Cukai

KPK Periksa Kantor PT Djarum dalam Pengembangan Kasus Bea Cukai

by Hidayat Taufik
October 28, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperluas penyidikan dugaan korupsi di lingkungan Bea dan Cukai dengan menggeledah sejumlah lokasi...

Pemprov DKI Biayai Penebusan 2.810 Ijazah, Dana Hampir Rp4,7 Miliar

Pemprov DKI Biayai Penebusan 2.810 Ijazah, Dana Hampir Rp4,7 Miliar

by Hidayat Taufik
October 28, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bekerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) BAZIS menyalurkan bantuan untuk menebus...

Demo Mahasiswa Hari Ini, Publik Berharap Aksi Berlangsung Aman dan Tertib

Demo Mahasiswa Hari Ini, Publik Berharap Aksi Berlangsung Aman dan Tertib

by Hidayat Taufik
October 28, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Sejumlah kelompok mahasiswa dijadwalkan menggelar demonstrasi pada Rabu (28/10/2026), bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda. Aksi tersebut...

Polemik Ijazah Gibran, Sekjen PKS Sudah Bicara dengan PDIP

Polemik Ijazah Gibran, Sekjen PKS Sudah Bicara dengan PDIP

by Hidayat Taufik
October 28, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Sekretaris Jenderal PKS Muhammad Kholid menyampaikan bahwa dirinya telah menjalin komunikasi dengan Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Jamkrindo Catat Penjaminan Rp271,2 Triliun hingga September 2026

Jamkrindo Catat Penjaminan Rp271,2 Triliun hingga September 2026

October 28, 2026
Karyawan Menelepon Saat Bekerja - pexels/https://kaboompics.com/

3 Tips Cara Terbaik untuk Berhenti Menunda-nunda Pekerjaan

October 28, 2026
Apple memperluas dukungan Siri AI dengan lima bahasa baru lewat OS 27.2. Simak daftar bahasa yang tersedia dan apakah bahasa Indonesia termasuk.

Siri AI Tambah 5 Bahasa, Indonesia Belum Masuk

October 28, 2026
IFG Umumkan Perubahan Susunan Direksi Jasindo

Hilirisasi Nasional Makin Cepat, Asuransi Jasindo Siap Perkuat Perlindungan Risiko

October 27, 2026
Ancaman Kabel Laut Singapura Picu Polemik, Indonesia Punya Posisi Strategis

Ancaman Kabel Laut Singapura Picu Polemik, Indonesia Punya Posisi Strategis

October 28, 2026
BUMA School Cetak 200 Lulusan SMK Siap Masuki Dunia Kerja

BUMA School Cetak 200 Lulusan SMK Siap Masuki Dunia Kerja

October 28, 2026
iPad Mini OLED hingga MacBook Pro M6 Resmi Diperkenalkan Apple

iPad Mini OLED hingga MacBook Pro M6 Resmi Diperkenalkan Apple

October 28, 2026
Biaya Chipset dan Memori Naik, Samsung Siapkan Pemangkasan Produksi Galaxy A

Biaya Chipset dan Memori Naik, Samsung Siapkan Pemangkasan Produksi Galaxy A

October 28, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved