• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Sunday, August 30, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Ekonomi Bisnis

Arab Saudi Klaim Cadangan Mineral US$2,5 Triliun, Berpotensi Jadi Pemain Kunci Mineral Tanah Jarang

Zahra Zahwa by Zahra Zahwa
January 25, 2026
in Ekonomi Bisnis
0
Arab Saudi Klaim Cadangan Mineral US$2,5 Triliun, Berpotensi Jadi Pemain Kunci Mineral Tanah Jarang

JAKARTA, Cobisnis.com – Arab Saudi mengklaim memiliki cadangan mineral senilai US$2,5 triliun, sebuah potensi besar yang dapat menjadikannya pemain penting dalam persaingan global mineral kritis dan tanah jarang. Isu mineral kembali menjadi sorotan setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan kesepakatan awal terkait kemungkinan kerja sama dengan Greenland yang mencakup hak atas mineral tanah jarang.

Mineral kritis dan tanah jarang merupakan komponen utama berbagai teknologi strategis, mulai dari transisi energi bersih, kecerdasan buatan (AI), hingga perangkat militer canggih. Selama ini, produksi dan pemurnian mineral tersebut didominasi oleh China, yang menguasai lebih dari 90% output tanah jarang olahan dunia dan lebih dari 60% produksi tambangnya, menurut International Energy Agency (IEA).

Berbicara kepada CNN di ajang Future Minerals Forum di Riyadh, Direktur Eksekutif Minerals Center SAFE (Securing America’s Future Energy), Abigail Hunter, menyebut China “jauh melangkah” dibanding Amerika Serikat berkat investasi strategis selama puluhan tahun, proyek yang didukung negara, serta koordinasi erat dengan sektor swasta.

Namun kini, Arab Saudi tengah mempercepat pengembangan sektor mineralnya sebagai bagian dari upaya mengurangi ketergantungan ekonomi pada minyak dan meningkatkan pengaruh geopolitik. Cadangan mineral yang diklaim meliputi emas, seng, tembaga, dan litium, serta unsur tanah jarang seperti dysprosium, terbium, neodymium, dan praseodymium yang digunakan dalam kendaraan listrik, turbin angin, hingga komputasi berkecepatan tinggi.

Anggaran eksplorasi tambang Arab Saudi melonjak 595% antara 2021 hingga 2025, menurut S&P Global, meski masih tergolong kecil dibanding negara maju di sektor tambang seperti Kanada dan Australia. Pemerintah juga mempercepat pemberian izin tambang bagi perusahaan domestik dan internasional.

Meski demikian, eksplorasi bukanlah akhir dari proses. “Pertambangan adalah permainan jangka panjang,” ujar Hunter. Dibutuhkan tiga hingga lima tahun untuk membangun fasilitas pemrosesan, bahkan bisa mencapai puluhan tahun di beberapa yurisdiksi.

Arab Saudi berupaya memangkas birokrasi, menurunkan pajak investasi tambang, dan menyiapkan belanja besar untuk mengejar ketertinggalan. Perusahaan tambang milik negara, Maaden, mengumumkan rencana investasi sebesar US$110 miliar dalam satu dekade ke depan. Investasi ini mencakup kemitraan internasional dan perekrutan talenta global. “Kami sadar tidak bisa melakukannya sendiri,” kata CEO Maaden, Bob Wilt.

Meski nilai mineral masih jauh di bawah cadangan minyaknya, sektor ini menjadi pilar penting dalam visi ekonomi Vision 2030, yang bertujuan mendiversifikasi ekonomi nasional. Arab Saudi juga menargetkan pembangunan rantai pasok industri domestik, termasuk manufaktur kendaraan listrik.

Para ahli menilai infrastruktur yang berkembang dapat memosisikan Arab Saudi sebagai pusat pemurnian mineral regional. Kedekatan geografis dengan Afrika dan hubungan lama dengan negara Asia Tengah dinilai menguntungkan secara logistik.

Ambisi ini menarik perhatian Amerika Serikat. Setelah China memperketat kontrol ekspor tanah jarang berat, AS menggandeng Arab Saudi dalam kolaborasi mineral. Perusahaan AS, MP Materials, bekerja sama dengan Maaden dan Departemen Pertahanan AS untuk membangun kilang baru di Arab Saudi.

Meski prospeknya besar, tantangan tetap ada. Isu lingkungan, stabilitas kawasan Timur Tengah, serta dinamika diplomatik dengan negara-negara kaya mineral menjadi faktor penentu. Namun, para analis menilai strategi ini bukan tentang keuntungan cepat, melainkan pengaruh dan kekuatan jangka panjang.

Download WordPress Themes
Premium WordPress Themes Download
Download Best WordPress Themes Free Download
Download Best WordPress Themes Free Download
ZG93bmxvYWQgbHluZGEgY291cnNlIGZyZWU=
download redmi firmware
Download WordPress Themes
udemy course download free
Tags: ArabSaudicobisnis.comMineralTanahJarangVision2030

Related Posts

Bilal Hasan menantang Andre Lima usai menang KO atas Nilson Rojas di UFC Shanghai. Kemenangan itu membuat rekor Bilal menjadi 10-0.

Bilal Hasan Tantang Andre Lima Usai Menang di UFC Shanghai

by Desti Dwi Natasya
August 30, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Petarung Indonesia Bilal Hasan langsung mengarahkan pandangannya kepada Andre "Mascote" Lima setelah meraih kemenangan di UFC Shanghai....

Nolan Wells Absen di Musim Baru Southwest Mississippi Bears, Keluarga Masih Berduka

Nolan Wells Absen di Musim Baru Southwest Mississippi Bears, Keluarga Masih Berduka

by Zahra Zahwa
August 30, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Musim sepak bola baru dimulai tanpa kehadiran Nolan Wells, pemain Southwest Mississippi Bears yang meninggal pada Juli...

13 Kejahatan yang Terancam Perampasan Aset, Apa Saja?

13 Kejahatan yang Terancam Perampasan Aset, Apa Saja?

by Hidayat Taufik
August 30, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com — Komisi III DPR RI mengungkapkan terdapat 13 jenis tindak pidana yang masuk dalam ketentuan Rancangan Undang-Undang (RUU)...

Yayoi Kusama Meninggal di Usia 97, Infinity Mirror Rooms Ubah Dunia Seni

Yayoi Kusama Meninggal di Usia 97, Infinity Mirror Rooms Ubah Dunia Seni

by Zahra Zahwa
August 30, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Yayoi Kusama meninggal dunia pada usia 97 tahun. Namun, pengaruhnya di dunia seni terus bertahan. Kusama dikenal...

Trump Bebaskan Impor 300.000 Ton Daging Sapi, Harga Burger Belum Tentu Turun

Trump Bebaskan Impor 300.000 Ton Daging Sapi, Harga Burger Belum Tentu Turun

by Zahra Zahwa
August 30, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Presiden Amerika Serikat Donald Trump berupaya menekan harga daging sapi melalui kebijakan impor bebas bea. Namun, kebijakan...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
23 Pemain Timnas Indonesia U20 Siap Buru Tiket Piala Asia 2027

23 Pemain Timnas Indonesia U20 Siap Buru Tiket Piala Asia 2027

August 29, 2026
Seberapa Bugar Tubuhmu? Tes Ini Bisa Dicoba Tanpa Alat

Seberapa Bugar Tubuhmu? Tes Ini Bisa Dicoba Tanpa Alat

August 29, 2026
Sensus Ekonomi 2026 Bukan Alat Kejar Pajak, BPS Beri Penjelasan

Sensus Ekonomi 2026 Bukan Alat Kejar Pajak, BPS Beri Penjelasan

August 29, 2026
Destry Damayanti Terpilih Jadi Gubernur BI, Ini Respons Ketua OJK

Destry Damayanti Terpilih Jadi Gubernur BI, Ini Respons Ketua OJK

August 29, 2026
Bilal Hasan menantang Andre Lima usai menang KO atas Nilson Rojas di UFC Shanghai. Kemenangan itu membuat rekor Bilal menjadi 10-0.

Bilal Hasan Tantang Andre Lima Usai Menang di UFC Shanghai

August 30, 2026
Eks Anggota DPR China Divonis Mati Usai Terima Suap Rp1,96 Triliun

Eks Anggota DPR China Divonis Mati Usai Terima Suap Rp1,96 Triliun

August 30, 2026
Wujudkan Pariwisata Berkualitas, Kemenpar Gelar STDev Forum Series 5

Wujudkan Pariwisata Berkualitas, Kemenpar Gelar STDev Forum Series 5

August 30, 2026
Nolan Wells Absen di Musim Baru Southwest Mississippi Bears, Keluarga Masih Berduka

Nolan Wells Absen di Musim Baru Southwest Mississippi Bears, Keluarga Masih Berduka

August 30, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved