• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Wednesday, October 14, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Wujudkan Pariwisata Berkualitas, Kemenpar Gelar STDev Forum Series 5

Chodijah Febriani by Chodijah Febriani
August 30, 2026
in Lifestyle
0
Wujudkan Pariwisata Berkualitas, Kemenpar Gelar STDev Forum Series 5

Wujudkan Pariwisata Berkualitas, Kemenpar Gelar STDev Forum Series 5

JAKARTA, Cobisnis.com – Untuk memperkuat penerapan pariwisata berkualitas dan berkelanjutan di Indonesia, Kementerian Pariwisata berkolaborasi dengan Indonesia Sustainable Tourism Council (ISTC) kembali menggelar Sustainable Tourism Development Forum (STDev Forum) seri kelima.

STDev Forum seri kelima mengusung tema “Pariwisata Berkualitas sebagai Wujud Kedaulatan: Dari Tantangan Menuju Aksi Kolaborasi” dengan menghadirkan sejumlah akademisi dan praktisi untuk membahas transformasi tata kelola pariwisata menuju pembangunan yang semakin berkualitas dan berkelanjutan.

Dalam sambutannya, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengatakan forum tersebut menjadi ruang penting bagi para pemangku kepentingan untuk membahas pembangunan pariwisata Indonesia yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga keberlanjutan lingkungan, sosial, dan budaya.

“Indonesia memiliki kekayaan alam, budaya, dan keragaman destinasi yang menjadi kekuatan besar pariwisata nasional. Karena itu, pembangunan pariwisata tidak cukup hanya mengejar pertumbuhan, tetapi harus memastikan manfaat bagi masyarakat, menjaga lingkungan, dan meningkatkan kualitas pengalaman wisatawan,” kata Menpar melalui siaran pers yang diterima cobisnis.

Menurut Menpar, pendekatan pariwisata berkelanjutan yang terukur, berbasis data, dan berorientasi pada peningkatan kapasitas destinasi perlu menjadi acuan dalam pengembangan pariwisata nasional. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, akademisi, komunitas masyarakat, serta mitra pembangunan menjadi semakin penting.

“ISTC memiliki peran strategis dalam menjaga standar, memperkuat kapasitas, serta mengonsolidasikan penerapan pariwisata berkelanjutan di tingkat nasional. STDev Forum seri kelima ini menjadi ruang untuk memperkuat jejaring, berbagi praktik baik, dan menghasilkan solusi konkret bagi pariwisata Indonesia,” tambahnya.

Dekan Fakultas Pariwisata Universitas Pelita Harapan (UPH) yang juga Ketua Umum HILDIKTIPARI, Diena Mutiara Lemy, mengungkapkan pariwisata Indonesia perlu bertransformasi dari pola mass tourism yang bersifat ekstraktif menuju ekosistem pariwisata yang lebih adaptif. Menurutnya, tekanan terhadap daya dukung (carrying capacity) mulai terlihat di sejumlah destinasi unggulan.

“Penting untuk ditegaskan bahwa mass tourism bukanlah sesuatu yang sepenuhnya negatif. Mass tourism merupakan salah satu bentuk pariwisata yang memungkinkan keterjangkauan bagi banyak kalangan. Jadi, mass tourism tidak harus dihapus, melainkan perlu direkonstruksi, terutama pada aspek ekstraktifnya,” ucap Diena.

Ia mencontohkan Bali sebagai salah satu destinasi unggulan yang menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari kepadatan kunjungan, alih fungsi lahan, hingga kemacetan. Berbagai upaya penanganan telah dilakukan, tetapi menurutnya masih kerap berjalan secara sektoral sehingga membutuhkan integrasi yang lebih kuat.

Diena menawarkan kerangka ALCIS sebagai salah satu pendekatan untuk mengelola ekosistem pariwisata secara terintegrasi. Kerangka tersebut terdiri atas lima pilar, yakni attractiveness yang memprioritaskan kualitas pengalaman dibandingkan sekadar kuantitas daya tarik; localness yang berfokus pada penguatan komunitas lokal agar rantai nilai pariwisata tetap memberikan manfaat kepada masyarakat.

Kemudian competitiveness untuk menciptakan daya saing bernilai tambah yang mampu menghadirkan kunjungan berkualitas; inclusiveness untuk memastikan pariwisata dapat diakses dan memberikan manfaat bagi seluruh lapisan masyarakat; serta sustainability sebagai landasan yang mengikat seluruh pilar tersebut.

“Pendekatan metasistem melalui kerangka ALCIS ini diharapkan dapat menjadi bahan refleksi dan panduan aksi nyata bagi kita semua. Sudah saatnya kita bergerak dari sekadar wacana menuju pembenahan tata kelola pariwisata Indonesia yang berkelanjutan dan berkualitas,” tambahnya.

Sementara, Guru Besar Universitas Sumatera Utara, Nurlisa Ginting, menekankan pentingnya setiap destinasi memiliki perencanaan, visi, serta tata ruang yang jelas agar dapat berkembang secara berkelanjutan, bahkan bergerak menuju pendekatan pariwisata regeneratif.

Menurut Nurlisa, pengelolaan destinasi yang efektif diperlukan untuk meminimalkan dampak negatif pembangunan pariwisata sekaligus menjaga otentisitas ruang dan budaya masyarakat.

“Berdasarkan indikator ketahanan holistik atau EU Tourism Platform, keberhasilan pariwisata tidak lagi cukup diukur dari data tradisional seperti jumlah kedatangan atau lama menginap. Diperlukan indikator yang mencakup kondisi kesehatan lingkungan, vitalitas budaya (living heritage), kesejahteraan warga lokal, serta distribusi ekonomi yang adil,” kata Nurlisa.

Ia menjelaskan terdapat tiga kelompok aksi yang dapat diterapkan dengan menyesuaikan karakteristik masing-masing daerah. Pertama, menata dan melindungi ruang hidup masyarakat serta warisan budaya agar dapat tumbuh selaras dengan pariwisata.

Kedua, memperkuat identitas budaya dan kesejahteraan sosial masyarakat sebagai fondasi pariwisata inklusif. Ketiga, memulihkan ekosistem dan menjaga daya tampung lingkungan sebagai basis pembangunan pariwisata berkelanjutan.

Sementara itu, Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Sam Ratulangi, Winda Mercedes Mingkid, menyoroti potensi sekaligus tantangan mendasar dalam pengembangan destinasi wisata bahari Indonesia.

Winda mengatakan besarnya potensi wisata bahari Indonesia sangat bergantung pada terjaganya kualitas ekosistem laut dan pesisir. Pertumbuhan arus wisatawan yang tidak dikelola dengan baik dapat memberikan tekanan ekologis yang besar terhadap ekosistem tersebut.

“Oleh karena itu, pengembangan destinasi wisata bahari wajib mengintegrasikan aspek ekonomi, sosial, budaya, dan lingkungan hidup secara seimbang,” ujarnya.

Menurut Winda, perencanaan ruang laut yang tegas diperlukan untuk mengatur pembagian zona konservasi, zona wisata, serta zona perikanan yang dimanfaatkan masyarakat. Pada saat yang sama, keterlibatan masyarakat lokal sebagai pelaku utama sekaligus penerima manfaat pembangunan pariwisata perlu terus diperkuat.

“Model wisata bahari terbaik adalah model yang melindungi alam, memberdayakan masyarakat, serta memberikan pengalaman yang berharga bagi wisatawan,” tukas Winda.

Download Premium WordPress Themes Free
Download WordPress Themes
Download WordPress Themes
Download Premium WordPress Themes Free
lynda course free download
download mobile firmware
Premium WordPress Themes Download
free download udemy paid course
Tags: Indonesia Sustainable Tourism CouncilKemenparKementerian pariwisataMenpar WidiyantiMenteri pariwisataSTDevUPH

Related Posts

Kemenpar Kenalkan Keberagaman Desa Wisata Sebagai Edutrip Unggulan di 9th Annual Convention SPK Indonesia 2026

Kemenpar Kenalkan Keberagaman Desa Wisata Sebagai Edutrip Unggulan di 9th Annual Convention SPK Indonesia 2026

by Chodijah Febriani
October 8, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Sebagai upaya memperkenalkan keberagaman desa wisata, Kementerian Pariwisata mempromosikan desa wisata sebagai destinasi wisata edukasi unggulan dalam...

Menpar: Tawur Agung Manca Wali Krama Cerminkan Pariwisata Budaya yang Berkualitas

Menpar: Tawur Agung Manca Wali Krama Cerminkan Pariwisata Budaya yang Berkualitas

by Chodijah Febriani
October 7, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Hadir dalam Upacara Tawur Agung Manca Wali Krama, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyampaikan apresiasi dan rasa...

Tingkatkan Ekonomi Nasional, Menpar Perkuat Langkah Kolaboratif Kembangkan Wisata Olahraga

Tingkatkan Ekonomi Nasional, Menpar Perkuat Langkah Kolaboratif Kembangkan Wisata Olahraga

by Chodijah Febriani
October 4, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Sebagai salah satu strategi utama meningkatkan kontribusi sektor pariwisata terhadap perekonomian nasional, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana...

WIG Artisan Market 2026 Perkuat Ekosistem Gastronomi Berkelanjutan

WIG Artisan Market 2026 Perkuat Ekosistem Gastronomi Berkelanjutan

by Chodijah Febriani
October 4, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Menghadirkan beragam produk kuliner tradisional dan inovatif dari para pelaku usaha di wilayah Joglosemar dan Jakarta, Menteri...

Salurkan Bantuan Pemulihan Usaha, Upaya Kemenpar Dorong Ekonomi Sade Kembali Bergerak

Salurkan Bantuan Pemulihan Usaha, Upaya Kemenpar Dorong Ekonomi Sade Kembali Bergerak

by Chodijah Febriani
October 2, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Sebagai bentuk dukungan dalam memulihkan perekonomian masyarakat Dusun Sade, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), yang terdampak...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Prudential Syariah dan OJK menggelar SYAFIF di Aceh pada 9–11 Oktober 2026 untuk memperkuat literasi keuangan syariah dan membuka peluang bagi UMKM.

SYAFIF Aceh Hadirkan Edukasi Keuangan dan 39 UMKM

October 13, 2026
Guru PPPK Paruh Waktu Ditargetkan Beralih Status pada Awal 2027

Guru PPPK Paruh Waktu Ditargetkan Beralih Status pada Awal 2027

October 13, 2026
Asuransi Jasindo memperkuat perlindungan aset negara melalui pendekatan manajemen risiko. Pada 2026, sebanyak 20.838 objek BMN terlindungi dengan nilai Rp29,19 triliun.

Jasindo Perkuat Perlindungan Aset Negara Rp29,19 Triliun

October 13, 2026
Rocky Gerung Jadi Penasihat Presiden, Apakah Sikap Kritisnya Akan Berubah?

Rocky Gerung Jadi Penasihat Presiden, Apakah Sikap Kritisnya Akan Berubah?

October 13, 2026
KPK Tangkap 14 Orang di BNPB, Ada Pejabat dan Swasta

KPK Tangkap 14 Orang di BNPB, Ada Pejabat dan Swasta

October 14, 2026
Pejabat BNPB Dikabarkan Kena OTT KPK, Kasusnya Apa?

Pejabat BNPB Dikabarkan Kena OTT KPK, Kasusnya Apa?

October 13, 2026
Kementerian PKP dan BNI Dorong Percepatan Penyaluran KPP dan FLPP

Kementerian PKP dan BNI Dorong Percepatan Penyaluran KPP dan FLPP

October 13, 2026
Balé by BTN Tembus 5 Juta Pengguna, Perkuat Transformasi Digital BTN

Balé by BTN Tembus 5 Juta Pengguna, Perkuat Transformasi Digital BTN

October 13, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved