• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Friday, November 6, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Wujudkan Pariwisata Berkualitas, Kemenpar Gelar STDev Forum Series 5

Chodijah Febriani by Chodijah Febriani
August 30, 2026
in Lifestyle
0
Wujudkan Pariwisata Berkualitas, Kemenpar Gelar STDev Forum Series 5

Wujudkan Pariwisata Berkualitas, Kemenpar Gelar STDev Forum Series 5

JAKARTA, Cobisnis.com – Untuk memperkuat penerapan pariwisata berkualitas dan berkelanjutan di Indonesia, Kementerian Pariwisata berkolaborasi dengan Indonesia Sustainable Tourism Council (ISTC) kembali menggelar Sustainable Tourism Development Forum (STDev Forum) seri kelima.

STDev Forum seri kelima mengusung tema “Pariwisata Berkualitas sebagai Wujud Kedaulatan: Dari Tantangan Menuju Aksi Kolaborasi” dengan menghadirkan sejumlah akademisi dan praktisi untuk membahas transformasi tata kelola pariwisata menuju pembangunan yang semakin berkualitas dan berkelanjutan.

Dalam sambutannya, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengatakan forum tersebut menjadi ruang penting bagi para pemangku kepentingan untuk membahas pembangunan pariwisata Indonesia yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga keberlanjutan lingkungan, sosial, dan budaya.

“Indonesia memiliki kekayaan alam, budaya, dan keragaman destinasi yang menjadi kekuatan besar pariwisata nasional. Karena itu, pembangunan pariwisata tidak cukup hanya mengejar pertumbuhan, tetapi harus memastikan manfaat bagi masyarakat, menjaga lingkungan, dan meningkatkan kualitas pengalaman wisatawan,” kata Menpar melalui siaran pers yang diterima cobisnis.

Menurut Menpar, pendekatan pariwisata berkelanjutan yang terukur, berbasis data, dan berorientasi pada peningkatan kapasitas destinasi perlu menjadi acuan dalam pengembangan pariwisata nasional. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, akademisi, komunitas masyarakat, serta mitra pembangunan menjadi semakin penting.

“ISTC memiliki peran strategis dalam menjaga standar, memperkuat kapasitas, serta mengonsolidasikan penerapan pariwisata berkelanjutan di tingkat nasional. STDev Forum seri kelima ini menjadi ruang untuk memperkuat jejaring, berbagi praktik baik, dan menghasilkan solusi konkret bagi pariwisata Indonesia,” tambahnya.

Dekan Fakultas Pariwisata Universitas Pelita Harapan (UPH) yang juga Ketua Umum HILDIKTIPARI, Diena Mutiara Lemy, mengungkapkan pariwisata Indonesia perlu bertransformasi dari pola mass tourism yang bersifat ekstraktif menuju ekosistem pariwisata yang lebih adaptif. Menurutnya, tekanan terhadap daya dukung (carrying capacity) mulai terlihat di sejumlah destinasi unggulan.

“Penting untuk ditegaskan bahwa mass tourism bukanlah sesuatu yang sepenuhnya negatif. Mass tourism merupakan salah satu bentuk pariwisata yang memungkinkan keterjangkauan bagi banyak kalangan. Jadi, mass tourism tidak harus dihapus, melainkan perlu direkonstruksi, terutama pada aspek ekstraktifnya,” ucap Diena.

Ia mencontohkan Bali sebagai salah satu destinasi unggulan yang menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari kepadatan kunjungan, alih fungsi lahan, hingga kemacetan. Berbagai upaya penanganan telah dilakukan, tetapi menurutnya masih kerap berjalan secara sektoral sehingga membutuhkan integrasi yang lebih kuat.

Diena menawarkan kerangka ALCIS sebagai salah satu pendekatan untuk mengelola ekosistem pariwisata secara terintegrasi. Kerangka tersebut terdiri atas lima pilar, yakni attractiveness yang memprioritaskan kualitas pengalaman dibandingkan sekadar kuantitas daya tarik; localness yang berfokus pada penguatan komunitas lokal agar rantai nilai pariwisata tetap memberikan manfaat kepada masyarakat.

Kemudian competitiveness untuk menciptakan daya saing bernilai tambah yang mampu menghadirkan kunjungan berkualitas; inclusiveness untuk memastikan pariwisata dapat diakses dan memberikan manfaat bagi seluruh lapisan masyarakat; serta sustainability sebagai landasan yang mengikat seluruh pilar tersebut.

“Pendekatan metasistem melalui kerangka ALCIS ini diharapkan dapat menjadi bahan refleksi dan panduan aksi nyata bagi kita semua. Sudah saatnya kita bergerak dari sekadar wacana menuju pembenahan tata kelola pariwisata Indonesia yang berkelanjutan dan berkualitas,” tambahnya.

Sementara, Guru Besar Universitas Sumatera Utara, Nurlisa Ginting, menekankan pentingnya setiap destinasi memiliki perencanaan, visi, serta tata ruang yang jelas agar dapat berkembang secara berkelanjutan, bahkan bergerak menuju pendekatan pariwisata regeneratif.

Menurut Nurlisa, pengelolaan destinasi yang efektif diperlukan untuk meminimalkan dampak negatif pembangunan pariwisata sekaligus menjaga otentisitas ruang dan budaya masyarakat.

“Berdasarkan indikator ketahanan holistik atau EU Tourism Platform, keberhasilan pariwisata tidak lagi cukup diukur dari data tradisional seperti jumlah kedatangan atau lama menginap. Diperlukan indikator yang mencakup kondisi kesehatan lingkungan, vitalitas budaya (living heritage), kesejahteraan warga lokal, serta distribusi ekonomi yang adil,” kata Nurlisa.

Ia menjelaskan terdapat tiga kelompok aksi yang dapat diterapkan dengan menyesuaikan karakteristik masing-masing daerah. Pertama, menata dan melindungi ruang hidup masyarakat serta warisan budaya agar dapat tumbuh selaras dengan pariwisata.

Kedua, memperkuat identitas budaya dan kesejahteraan sosial masyarakat sebagai fondasi pariwisata inklusif. Ketiga, memulihkan ekosistem dan menjaga daya tampung lingkungan sebagai basis pembangunan pariwisata berkelanjutan.

Sementara itu, Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Sam Ratulangi, Winda Mercedes Mingkid, menyoroti potensi sekaligus tantangan mendasar dalam pengembangan destinasi wisata bahari Indonesia.

Winda mengatakan besarnya potensi wisata bahari Indonesia sangat bergantung pada terjaganya kualitas ekosistem laut dan pesisir. Pertumbuhan arus wisatawan yang tidak dikelola dengan baik dapat memberikan tekanan ekologis yang besar terhadap ekosistem tersebut.

“Oleh karena itu, pengembangan destinasi wisata bahari wajib mengintegrasikan aspek ekonomi, sosial, budaya, dan lingkungan hidup secara seimbang,” ujarnya.

Menurut Winda, perencanaan ruang laut yang tegas diperlukan untuk mengatur pembagian zona konservasi, zona wisata, serta zona perikanan yang dimanfaatkan masyarakat. Pada saat yang sama, keterlibatan masyarakat lokal sebagai pelaku utama sekaligus penerima manfaat pembangunan pariwisata perlu terus diperkuat.

“Model wisata bahari terbaik adalah model yang melindungi alam, memberdayakan masyarakat, serta memberikan pengalaman yang berharga bagi wisatawan,” tukas Winda.

Download Premium WordPress Themes Free
Download WordPress Themes Free
Download WordPress Themes Free
Premium WordPress Themes Download
download udemy paid course for free
download intex firmware
Premium WordPress Themes Download
free download udemy course
Tags: Indonesia Sustainable Tourism CouncilKemenparKementerian pariwisataMenpar WidiyantiMenteri pariwisataSTDevUPH

Related Posts

Perkuat Pasar Eropa dan Kemitraan Pariwisata Global, Indonesia Hadir di WTM London 2026

Perkuat Pasar Eropa dan Kemitraan Pariwisata Global, Indonesia Hadir di WTM London 2026

by Chodijah Febriani
November 5, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Melalui partisipasi dalam World Travel Market (WTM) London 2026 yang berlangsung pada 3–5 November 2026 di ExCeL...

Lewat Famtrip, Kemenpar Ajak Agen Perjalanan Nusantara Ciptakan Paket Wisata yang Berkualitas dan Berkelanjutan

Lewat Famtrip, Kemenpar Ajak Agen Perjalanan Nusantara Ciptakan Paket Wisata yang Berkelanjutan

by Chodijah Febriani
October 31, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Sebagai upaya menghasillkan paket wisata yang berkualitas dan berkelanjutan, Kementerian Pariwisata mengajak sejumlah operator tur dan agen...

Menpar: JCWF 2026 Makin Perkuat Yogyakarta jadi Destinasi Cultural Wellness

Menpar: JCWF 2026 Makin Perkuat Yogyakarta jadi Destinasi Cultural Wellness

by Chodijah Febriani
October 31, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Memadukan kekayaan budaya Yogyakarta dengan praktik wellness dalam semangat pariwisata berkelanjutan, sekaligus memperkuat daya tarik Yogyakarta bagi...

Indonesia Siap Gaet Wisman Inggris di Glasgow, Manchester, dan WTM London 2026

Indonesia Siap Gaet Wisman Inggris di Glasgow, Manchester, dan WTM London 2026

by Chodijah Febriani
October 29, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Melalui Wonderful Indonesia United Kingdom Sales Mission 2026 di Glasgow dan Manchester, serta partisipasi dalam World Travel...

ASABRI Edukasi Prajurit TNI dan Keluarga di Banjarmasin

EIGER Nature Diresmikan, Menteri Pariwisata Apresiasi Wisata Berkelanjutan

by Rizki Meirino
October 29, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – EIGER meresmikan EIGER Nature di Megamendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada 27 Oktober 2026. Destinasi ekowisata ini mengusung...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
China Belum Cabut Boikot LaLiga, Javier Tebas Cari Jalan Keluar

China Belum Cabut Boikot LaLiga, Javier Tebas Cari Jalan Keluar

November 5, 2026
DPR Siapkan Aturan agar Aset Rampasan Bisa Langsung Diterima Korban

DPR Siapkan Aturan agar Aset Rampasan Bisa Langsung Diterima Korban

November 5, 2026
IHSG Ditutup Ambruk 11,57% Hari Ini ke Level 5.185, 812 Saham Berguguran

Rp198,8 Triliun Dana Asing Terancam Keluar, IHSG Dibayangi Guncangan

November 5, 2026
Peris.ai meraih Best Award – 1st Place di Korea–ASEAN AI Youth Festa 2026, mengungguli 23 startup dan membawa pulang hadiah USD 20.000.

Peris.ai Raih Juara Pertama Kompetisi AI ASEAN-Korea

November 5, 2026
Bank Mandiri dan Visa Hadirkan Livin’ MARKT 2026

Bank Mandiri dan Visa Hadirkan Livin’ MARKT 2026

November 5, 2026
Minuman Segar di Kafe - pexels/meomupmofilm

Studi: Sedotan Kertas Memiliki Risiko Kanker Lebih Besar daripada Plastik

November 5, 2026
Pelari - pexels/CRISTIAN CAMILO ESTRADA

Bahaya Rhabdomyolysis, Akibat Lari Ekstrem yang Dapat Membahayakan Jantung

November 5, 2026
PDS PatKLIn, Kemenkes, POPTI, Sysmex Bersatu Cegah Talasemia

PDS PatKLIn, Kemenkes, POPTI, Sysmex Bersatu Cegah Talasemia

November 5, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved