JAKARTA, Cobisnis.com – Rilis jutaan dokumen terkait Jeffrey Epstein kembali menyeret nama raksasa investasi Wall Street, Apollo Global Management. Lima tahun setelah skandal Epstein memaksa miliarder Leon Black mundur sebagai CEO, dokumen terbaru memunculkan pertanyaan baru soal hubungan perusahaan tersebut dengan terpidana kasus prostitusi anak di bawah umur itu.
Dokumen yang dirilis menunjukkan bahwa CEO Apollo saat ini, Marc Rowan, beberapa kali bertemu dengan Epstein bertahun-tahun setelah pengakuan bersalah Epstein pada 2008 dan hukuman penjara 18 bulan yang dijalaninya. Temuan ini memicu sorotan terhadap transparansi Apollo kepada para investor terkait hubungan tersebut.
Dua serikat guru besar American Federation of Teachers dan American Association of University Professors yang telah menginvestasikan sedikitnya US$27,5 miliar di Apollo, mengirim surat kepada Securities and Exchange Commission (SEC) pekan ini. Mereka mendesak regulator federal menyelidiki dugaan “kurangnya keterusterangan” Apollo mengenai relasinya dengan Epstein.
Apollo bergerak cepat melakukan pengendalian krisis. Dalam surat kepada klien dan mitra, Presiden Apollo James Zelter menegaskan tidak ada informasi baru dalam dokumen tersebut. Ia menyatakan bahwa selain Leon Black, tidak ada eksekutif Apollo termasuk Marc Rowan yang memiliki hubungan bisnis maupun pribadi dengan Epstein. Menurut perusahaan, setiap upaya Epstein untuk menjalin kerja sama dengan pendiri Apollo selain Black selalu ditolak.
Namun, serikat guru menyoroti ratusan dokumen yang menyebut nama Rowan. Salah satu contohnya adalah pertukaran email pada Februari 2016 antara Rowan dan Epstein terkait potensi “corporate inversion” Apollo, yakni manuver pajak untuk menurunkan tarif pajak dengan memindahkan domisili perusahaan ke negara dengan pajak lebih rendah. Dalam korespondensi itu, Epstein bahkan menyarankan melibatkan firma perbankan Rothschild dalam struktur transaksi tersebut.
Pada Maret 2016, Rowan disebut membagikan email internal Apollo terkait valuasi aset pajak kepada Epstein. Sementara pada September 2016, seorang eksekutif afiliasi Apollo meminta staf agar tetap menyalin Epstein dalam pembahasan pajak tertentu karena “keahlian substantifnya.”
Serikat guru menilai komunikasi investor Apollo saat ini memberikan gambaran yang tidak lengkap dan berpotensi menyesatkan tentang sejauh mana hubungan para eksekutif perusahaan dengan Epstein. Mereka meminta SEC menyelidiki apakah pernyataan Apollo sebelumnya dapat dikategorikan sebagai “secara material salah atau menyesatkan.”
Apollo sendiri menilai gelombang pemberitaan ini didorong agenda tertentu dan menegaskan komitmennya terhadap transparansi. Namun pengamat tata kelola perusahaan, Eleanor Bloxham dari The Value Alliance Company, menyebut serikat guru memiliki dasar kuat untuk meminta penyelidikan. Ia mempertanyakan mengapa pertemuan dan korespondensi Rowan dengan Epstein tidak diungkapkan lebih awal kepada investor.
Sorotan baru ini menambah tekanan bagi Apollo, yang mengelola hampir US$1 triliun aset dan telah kehilangan sekitar seperlima nilai pasarnya sepanjang tahun ini. Saham Apollo bahkan turun 6% pada Kamis di tengah aksi jual sektor manajemen aset akibat kekhawatiran terhadap kesehatan dana kredit swasta.
Kasus ini menunjukkan bagaimana bayang-bayang Jeffrey Epstein masih membayangi tokoh-tokoh besar di Wall Street dan korporasi Amerika, bahkan bertahun-tahun setelah vonis pidananya dijatuhkan.













