• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Saturday, June 6, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Ekonomi Bisnis

Insentif PPnBM Mobil 2022 Resmi Dirilis

Indra Purnama by Indra Purnama
February 8, 2022
in Ekonomi Bisnis
0
Pemerintah Perpanjang Enam Insentif Pajak Ini !

JAKARTA, Cobisnis.com – Pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) secara resmi mengeluarkan aturan insentif Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) untuk mobil baru periode 2022.

Hal tersebut tertuang dalam PMK Nomor 5/PMK.010/2022 tentang Pajak Penjualan atas Barang Mewah atas Penyerahan Barang Kena Pajak yang Tergolong Mewah berupa Kendaraan Bermotor Tertentu yang Ditanggung Pemerintah Tahun Anggaran 2022 yang ditetapkan pada 2 Februari 2022.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kemenkeu Febrio Kacaribu mengatakan dengan berlanjutnya insentif PPnBM, kinerja sektor otomotif diharapkan terus menguat dan mampu kembali mencapai tingkat penjualan dan produksi pada level sebelum pandemi atau bahkan lebih baik lagi.

“Perpanjangan insentif PPnBM ini berada dalam koridor keberlanjutan program Penanganan Pandemi COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) 2022,” ujarnya dalam keterangan resmi pada Selasa, 8 Februari.

Menurut Febrio, peran insentif fiskal selama ini krusial dalam menstimulus pemulihan, termasuk insentif PPnBM kendaraan bermotor. Katanya, tingkat pertumbuhan perdagangan kendaraan bermotor mampu bangkit dari kontraksi 14,1 persen pada 2020 menjadi tumbuh 12,1 persen di 2021.

Begitu juga dari sisi produksi, industri alat angkutan melonjak dari terkontraksi minus 19,9 persen menjadi 17,8 persen pada 2021.

“Kebijakan insentif PPnBM penjualan mobil telah berhasil mendorong pemulihan sisi permintaan yang diikuti dengan peningkatan sisi supply,” tuturnya.

Sebagai informasi, sektor otomotif nasional memiliki peranan strategis dalam mendorong industri yang memiliki nilai tambah dan efek pengganda yang tinggi serta menciptakan lapangan kerja yang berkualitas.

Selain itu, sektor ini juga disebut memiliki orientasi ekspor yang cukup baik, yaitu sekitar 15,6 persen dari total permintaan akhir merupakan produk ekspor.

Di sisi lain, meskipun berhasil tumbuh tinggi, level PDB dari kedua sektor ini belum kembali ke masa prapandemi. Sehingga peluang pertumbuhan bagi sektor otomotif untuk meningkatkan kapasitas produksinya masih terbuka lebar.

Adapun, aspek lain yang memotivasi pemerintah untuk melanjutkan insentif PPnBM adalah dana pihak ketiga (DPK) di perbankan masih menunjukkan tren peningkatan sejak 2020 awal. Hal ini memberi indikasi bahwa jumlah suplai pendanaan di dalam negeri masih tinggi dan cenderung ditempatkan di instrumen keuangan.

“Mengingat bahwa kredit konsumsi belum mendekati level prapandemi, diperlukan upaya untuk mendorong transmisi ke sektor riil untuk mendukung percepatan pemulihan ekonomi,” lanjut Febrio.

Secara terperinci, anak buah Sri Mulyani itu menjelaskan insentif PPnBM kendaraan bermotor diberikan pada dua segmen. Pertama, kendaraan bermotor dengan harga paling banyak Rp200 juta untuk kendaraan Low-Cost Green Car (LCGC).

Segmen ini dipilih lantaran tingkat local purchase relatif lebih tinggi dibandingkan mobil lainnya. Desain insentif PPnBM diberikan dalam bentuk potongan 100 persen pada kuartal pertama, 66 persen di kuartal II, dan 33 persen di kuartal III 2022.

Adapun, segmen kedua adalah mobil dengan kapasitas mesin sampai dengan 1.500 cc dengan harga antara Rp200 juta hingga Rp250 juta yang diberikan diskon PPnBM sebesar 50 persen pada kuartal pertama. Pemberian insentif juga diberikan untuk mobil dengan pembelian lokal (local purchase) di atas 80 persen.

“Karena pemulihan semakin kuat, kebijakannya bersifat dikurangi secara gradual, untuk transisi yang lebih baik bagi sektor otomotif agar kembali ke situasi normal tanpa adanya insentif”, jelas dia.

“Kelanjutan insentif PPnBM dalam rangka PEN fokus pada tujuan pemulihan ekonomi yang khusus ditargetkan di 2022. Kebijakannya juga fokus pada segmen tertentu yang tidak mengganggu target jangka menengah dan panjang pemerintah untuk menciptakan industri kendaraan yang semakin maju dan ramah lingkungan,” tutup Febrio.

Free Download WordPress Themes
Download Nulled WordPress Themes
Download WordPress Themes
Download Premium WordPress Themes Free
online free course
download karbonn firmware
Download Best WordPress Themes Free Download
free download udemy course
Tags: CobisnisMobilpajak kendaraan

Related Posts

Mau ke GBK Sabtu atau Minggu Ini, Siap-siap Macet Parah Kalau Tidak Baca Ini Dulu

Mau ke GBK Sabtu atau Minggu Ini, Siap-siap Macet Parah Kalau Tidak Baca Ini Dulu

by M.Dhayfan Al-ghiffari
June 5, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Kawasan Gelora Bung Karno (GBK) di Jakarta Pusat diperkirakan akan dipadati pengunjung pada akhir pekan 6-7 Juni...

Bukan Sekadar Batasi Layar, Ini Cara Tepat Dampingi Anak Gunakan Internet dengan Bijak

Bukan Sekadar Batasi Layar, Ini Cara Tepat Dampingi Anak Gunakan Internet dengan Bijak

by M.Dhayfan Al-ghiffari
June 5, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Anak-anak saat ini tumbuh di tengah arus informasi digital yang sangat besar. Karena itu, psikolog klinis Alsi...

Mantan Kepala BGN Tersangka, Wamen Imigrasi Silmy Karim Ikut Terjerat, Satu Pekan Dua Skandal Besar

Mantan Kepala BGN Tersangka, Wamen Imigrasi Silmy Karim Ikut Terjerat, Satu Pekan Dua Skandal Besar

by M.Dhayfan Al-ghiffari
June 4, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Dua kasus dugaan korupsi besar yang terungkap dalam sepekan terakhir menjadi sorotan publik. Kasus tersebut melibatkan Badan...

Bitcoin Merosot Lebih dari 6 Persen, Analis Sebut Bear Market Sudah Mendekati Akhir

Bitcoin Merosot Lebih dari 6 Persen, Analis Sebut Bear Market Sudah Mendekati Akhir

by M.Dhayfan Al-ghiffari
June 4, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Bitcoin kembali berada di bawah tekanan setelah harganya turun tajam pada perdagangan Kamis, 4 Juni 2026. Mata...

Bos Hanania Travel Jadi Tersangka, Mitra di Daerah Mengaku Rugi dan Jadi Sasaran Keluhan Jemaah

Bos Hanania Travel Jadi Tersangka, Mitra di Daerah Mengaku Rugi dan Jadi Sasaran Keluhan Jemaah

by M.Dhayfan Al-ghiffari
June 4, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Seorang mitra Hanania Travel di Jepara, Jawa Tengah, mengaku mengalami kerugian ratusan juta rupiah setelah bergabung dalam...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Prediksi Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Oman Malam Ini

Prediksi Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Oman Malam Ini

June 5, 2026
Silmy Karim

Silmy Karim OTT KPK, Telkom Klaim Posisi Komisaris Tak Berdampak ke Perseroan

June 5, 2026
Oppo dan Vivo Siapkan Kamera Vlogging untuk Tantang DJI Osmo Pocket 3

Oppo dan Vivo Siapkan Kamera Vlogging untuk Tantang DJI Osmo Pocket 3

June 5, 2026
Pupuk Kaltim

Pupuk Kaltim Pertahankan Predikat Tertinggi TOP CSR Awards 2026

June 5, 2026
Veda Ega Tembus Posisi Dua pada Practice Moto3 Hungaria 2026

Veda Ega Tembus Posisi Dua pada Practice Moto3 Hungaria 2026

June 5, 2026
KPK Sita Mobil Sport, Harley, dan Valas dari Rumah Silmy Karim

KPK Sita Mobil Sport, Harley, dan Valas dari Rumah Silmy Karim

June 5, 2026
Danareksa dan KKP Kolaborasi Tata Pesisir KEK Industropolis Batang

Danareksa dan KKP Kolaborasi Tata Pesisir KEK Industropolis Batang

June 5, 2026
BTN Pacu Penerapan GCG

BTN Pacu Penerapan GCG

June 5, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved