JAKARTA, Cobisnis.com – Sebanyak 42 penerbangan di Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur, dibatalkan pada Minggu (6/9). Pembatalan terjadi sebagai dampak aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.
General Manager Bandara Internasional Juanda Muhammad Tohir mengatakan dampak erupsi sebelumnya memengaruhi operasional sejumlah bandara lain. Kondisi tersebut kemudian berimbas pada penerbangan di Bandara Juanda.
Penyesuaian operasional di beberapa bandara membuat konektivitas penerbangan ikut terganggu. Rotasi pesawat juga terdampak sehingga sebagian penerbangan di Juanda harus dibatalkan.
Pihak Bandara Juanda terus berkoordinasi dengan maskapai dan pemangku kepentingan terkait. Pemantauan dilakukan untuk menyesuaikan operasional dengan kondisi penerbangan terbaru.
Untuk membantu penumpang yang terdampak, Bandara Juanda menyediakan makanan ringan dan minuman. Layanan tersebut diberikan sebagai bagian dari pemulihan pelayanan selama terjadi penyesuaian perjalanan.
Personel keamanan bandara, pemeriksa terminal, dan layanan pelanggan juga disiagakan di area terminal. Mereka membantu memberikan informasi dan memenuhi kebutuhan penumpang yang terdampak pembatalan.
Penumpang diminta memeriksa status penerbangan secara berkala melalui kanal resmi maskapai. Informasi terbaru juga dapat diperoleh melalui Contact Center Angkasa Pura Indonesia di nomor 172.
Dampak erupsi Anak Krakatau terhadap penerbangan tidak hanya terjadi di Juanda. Sebelumnya, operasional Bandara Soekarno Hatta, Halim Perdanakusuma, dan Radin Inten II Lampung juga mengalami penyesuaian.
Kondisi tersebut menimbulkan efek berantai terhadap jaringan penerbangan. Perubahan jadwal di satu bandara dapat memengaruhi rotasi pesawat dan konektivitas pada rute lainnya.
Pihak Bandara Juanda menegaskan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan penumpang tetap menjadi prioritas selama penyesuaian operasional berlangsung. Penumpang juga diminta mengikuti arahan petugas dan informasi resmi terkait penerbangan mereka.












