JAKARTA, Cobisnis.com – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meminta masyarakat tidak panik menghadapi sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Warga di wilayah terdampak diminta mengurangi aktivitas di luar rumah.
Sebaran abu vulkanik telah mencapai sejumlah wilayah, termasuk Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Lampung, hingga Bengkulu. Kondisi ini membuat masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko paparan abu bagi kesehatan.
Budi mengatakan abu vulkanik dapat berdampak pada tiga bagian tubuh, yaitu sistem pernapasan, mata, dan kulit. Karena itu, masyarakat diminta menggunakan perlindungan jika harus beraktivitas di luar rumah.
Untuk menjaga kesehatan pernapasan, masyarakat dianjurkan tetap berada di dalam rumah jika tidak memiliki keperluan mendesak. Jika harus keluar, warga diminta menggunakan masker untuk mengurangi paparan partikel abu.
Masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan setelah terpapar abu vulkanik diminta segera mendatangi puskesmas terdekat. Kementerian Kesehatan telah menyiapkan nebulizer dan oksigen konsentrator di fasilitas kesehatan.
Kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta masyarakat dengan riwayat gangguan pernapasan juga diminta meningkatkan kewaspadaan. Paparan abu dapat meningkatkan risiko gangguan pada saluran pernapasan.
Abu vulkanik juga berpotensi menyebabkan mata gatal dan iritasi. Warga yang harus beraktivitas di luar rumah disarankan menggunakan kacamata untuk mengurangi kemungkinan partikel abu masuk ke mata.
Jika abu masuk ke mata, masyarakat diminta tidak menguceknya. Mata dapat dibersihkan menggunakan air, kemudian warga disarankan memeriksakan diri ke puskesmas apabila keluhan berlanjut.
Paparan abu juga dapat menimbulkan keluhan pada kulit. Warga yang terkena abu diminta membersihkan tubuh menggunakan air secara hati-hati karena sebagian partikel abu dapat memiliki sisi yang tajam.
Kementerian Kesehatan telah mengaktifkan seluruh health emergency operating center untuk memantau kondisi wilayah terdampak. Kemenkes juga akan menerbitkan surat edaran bagi tenaga kesehatan serta melakukan pemantauan bersama Dinas Kesehatan di kabupaten dan kota terdampak.
Budi kembali meminta masyarakat tetap tenang dan mengikuti informasi resmi terkait kondisi abu vulkanik. Warga yang mengalami keluhan kesehatan dianjurkan segera mendatangi fasilitas kesehatan terdekat.











