• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Tuesday, August 25, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Teknologi

Studi Ungkap Sisi Gelap Ekspansi Solar Panel di China

M.Dhayfan Al-ghiffari by M.Dhayfan Al-ghiffari
August 24, 2026
in Teknologi
0
Studi Ungkap Sisi Gelap Ekspansi Solar Panel di China

JAKARTA, Cobisnis.com – Ekspansi pembangkit listrik tenaga surya atau solar panel di China ternyata membawa dampak terhadap keanekaragaman hayati. Sebuah studi terbaru menemukan adanya penurunan keanekaragaman burung seiring meluasnya pembangunan energi surya.

Studi yang diterbitkan dalam jurnal Science pada Kamis (20/8/2026) menyebut pembangunan solar panel dapat menimbulkan dampak tersembunyi terhadap lingkungan. Kondisi ini terjadi ketika lahan pertanian dan padang rumput dialihkan untuk proyek energi surya.

Para peneliti menyebut kondisi tersebut sebagai green dilemma atau dilema lingkungan. Transisi menuju energi rendah emisi harus berjalan beriringan dengan upaya menjaga keanekaragaman hayati.

“Pesan utamanya bukan untuk memperlambat transisi ke energi terbarukan, tetapi untuk memastikan pembangunan energi surya mempertimbangkan faktor ekologis dengan lebih baik,” kata penulis utama studi, Huiming Zhang dari Nanjing University of Information Science & Technology, dikutip dari AFP.

China sendiri menargetkan netralitas karbon sebelum 2060. Target tersebut mendorong pembangunan energi terbarukan dalam skala besar di berbagai wilayah negara tersebut.

Pada 2024, luas area yang digunakan untuk energi surya diperkirakan mencapai 4.520 kilometer persegi. Luasan itu disebut setara dengan wilayah Rhode Island di Amerika Serikat.

China juga memproyeksikan energi surya dapat menyumbang sekitar 45 persen dari bauran energi negara tersebut pada 2060. Namun, pembangunan proyek energi surya tidak hanya mempertimbangkan ketersediaan lahan dan paparan sinar matahari.

Peneliti menganalisis perbedaan kebijakan pengembangan energi surya di 2.344 kabupaten di China sepanjang 2014 hingga 2023. Mereka juga memperhitungkan cuaca, kondisi ekonomi, tutupan lahan, serta aktivitas pengamatan burung.

Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan negatif antara kebijakan pengembangan energi surya dan keanekaragaman burung. Dampaknya tergolong sedang, tetapi semakin kuat di wilayah yang lebih makmur dan bukan kawasan gurun.

Burung yang menetap maupun bermigrasi mengalami penurunan yang signifikan. Sementara itu, spesies dari habitat pegunungan atau wilayah yang kurang sesuai untuk pembangunan solar panel tidak menunjukkan dampak serupa.

Peneliti juga menemukan adanya upaya penghijauan yang dilakukan untuk memenuhi persyaratan lingkungan. Namun, sebagian penghijauan dinilai kurang berkualitas karena tutupan vegetasi yang bertambah tidak selalu berarti kualitas ekologis meningkat.

Yuanning Liang dari Universitas Peking mengatakan burung dapat menjadi indikator penting untuk menilai keanekaragaman hayati dalam skala besar. Menurutnya, persoalan serupa juga berpotensi muncul dalam pembangunan energi terbarukan lainnya, termasuk pembangkit listrik tenaga angin.

“Langkah berikutnya adalah beralih dari sekadar mengukur keanekaragaman hayati ke penilaian nilai dengan mengaitkan perubahan keanekaragaman burung dengan jasa ekosistem dan nilai konservasi,” kata Liang.

Para peneliti merekomendasikan agar proyek energi surya berskala besar diarahkan ke lokasi dengan konflik ekologis yang lebih rendah. Penilaian lingkungan yang lebih menyeluruh juga diperlukan sebelum pembangunan dilakukan.

“Pembangunan energi bersih dan konservasi keanekaragaman hayati tidak harus mengorbankan satu sama lain, tetapi pemilihan lokasi yang tepat dan perlindungan terhadap keanekaragaman hayati sangat penting,” kata Zhang.

Download Best WordPress Themes Free Download
Premium WordPress Themes Download
Download Premium WordPress Themes Free
Premium WordPress Themes Download
lynda course free download
download mobile firmware
Download Best WordPress Themes Free Download
udemy paid course free download
Tags: ChinaEnergi SuryaKeanekaragaman HayatilingkunganSolar panel

Related Posts

Peluncuran Misi Chang’e-7 China Tertunda, Alasan Belum Diungkap

Peluncuran Misi Chang’e-7 China Tertunda, Alasan Belum Diungkap

by Zahra Zahwa
August 24, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – China menunda peluncuran misi robotik Chang’e-7 yang akan mencari es air di Bulan. Misi tersebut awalnya dijadwalkan...

Karhutla Meluas di 9 Polda, 72 Orang Jadi Tersangka

Karhutla Meluas di 9 Polda, 72 Orang Jadi Tersangka

by M.Dhayfan Al-ghiffari
August 24, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Sebanyak 72 orang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus kebakaran hutan dan lahan atau karhutla di Indonesia. Kasus...

Pendiri Evergrande Dijatuhi Hukuman Seumur Hidup di China

Pendiri Evergrande Dijatuhi Hukuman Seumur Hidup di China

by M.Dhayfan Al-ghiffari
August 21, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Pendiri Evergrande, Hui Ka Yan, dijatuhi hukuman penjara seumur hidup oleh pengadilan China. Taipan berusia 67 tahun...

Zhu Rongji

Jejak Zhu Rongji Membangun Ekonomi China

by Desti Dwi Natasya
August 20, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Zhu Rongji, mantan Perdana Menteri China, meninggal dunia pada usia 97 tahun pada 12 Agustus 2026 dan...

Klaim Dinasti Tang Tidak Pernah Ada Menyebar di Internet China

Klaim Dinasti Tang Tidak Pernah Ada Menyebar di Internet China

by Zahra Zahwa
August 20, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Muncul fenomena tak biasa di internet China. Sejumlah pengguna mempertanyakan keberadaan Dinasti Tang dalam sejarah China. Dinasti...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Coach Justin Bagikan Pelajaran Hidup dari Utang Rp4 Miliar hingga Lunas

Coach Justin Bagikan Pelajaran Hidup dari Utang Rp4 Miliar hingga Lunas

August 24, 2026
Jepang Timur Diguncang Gempa M 5,9, 37 Orang Terluka

Jepang Timur Diguncang Gempa M 5,9, 37 Orang Terluka

August 24, 2026
Studi Ungkap Sisi Gelap Ekspansi Solar Panel di China

Studi Ungkap Sisi Gelap Ekspansi Solar Panel di China

August 24, 2026
VW Hadapi Krisis Berat, Sejumlah Pabrik Terancam Ditutup

VW Hadapi Krisis Berat, Sejumlah Pabrik Terancam Ditutup

August 24, 2026
Andoni Iraola menilai Liverpool tak harus mendatangkan gelandang baru untuk mengatasi masalah pertahanan setelah bermain imbang melawan Newcastle.

Iraola Nilai Liverpool Tak Butuh Gelandang Baru

August 24, 2026
Ukraina Dapat Akses Teknologi Rudal Canggih dari Inggris

Ukraina Dapat Akses Teknologi Rudal Canggih dari Inggris

August 24, 2026
Gelombang panas diperkirakan melanda sebagian besar Jepang dengan suhu mencapai 39 derajat Celsius, sementara peringatan heatstroke berlaku di 31 prefektur.

Jepang Hadapi Suhu Ekstrem hingga 39 Derajat

August 24, 2026
Studi Ungkap Sisi Gelap Ekspansi Solar Panel di China

Studi Ungkap Sisi Gelap Ekspansi Solar Panel di China

August 24, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved