• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Tuesday, September 15, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Teknologi

Studi Ungkap Sisi Gelap Ekspansi Solar Panel di China

M.Dhayfan Al-ghiffari by M.Dhayfan Al-ghiffari
August 24, 2026
in Teknologi
0
Studi Ungkap Sisi Gelap Ekspansi Solar Panel di China

JAKARTA, Cobisnis.com – Ekspansi pembangkit listrik tenaga surya atau solar panel di China ternyata membawa dampak terhadap keanekaragaman hayati. Sebuah studi terbaru menemukan adanya penurunan keanekaragaman burung seiring meluasnya pembangunan energi surya.

Studi yang diterbitkan dalam jurnal Science pada Kamis (20/8/2026) menyebut pembangunan solar panel dapat menimbulkan dampak tersembunyi terhadap lingkungan. Kondisi ini terjadi ketika lahan pertanian dan padang rumput dialihkan untuk proyek energi surya.

Para peneliti menyebut kondisi tersebut sebagai green dilemma atau dilema lingkungan. Transisi menuju energi rendah emisi harus berjalan beriringan dengan upaya menjaga keanekaragaman hayati.

“Pesan utamanya bukan untuk memperlambat transisi ke energi terbarukan, tetapi untuk memastikan pembangunan energi surya mempertimbangkan faktor ekologis dengan lebih baik,” kata penulis utama studi, Huiming Zhang dari Nanjing University of Information Science & Technology, dikutip dari AFP.

China sendiri menargetkan netralitas karbon sebelum 2060. Target tersebut mendorong pembangunan energi terbarukan dalam skala besar di berbagai wilayah negara tersebut.

Pada 2024, luas area yang digunakan untuk energi surya diperkirakan mencapai 4.520 kilometer persegi. Luasan itu disebut setara dengan wilayah Rhode Island di Amerika Serikat.

China juga memproyeksikan energi surya dapat menyumbang sekitar 45 persen dari bauran energi negara tersebut pada 2060. Namun, pembangunan proyek energi surya tidak hanya mempertimbangkan ketersediaan lahan dan paparan sinar matahari.

Peneliti menganalisis perbedaan kebijakan pengembangan energi surya di 2.344 kabupaten di China sepanjang 2014 hingga 2023. Mereka juga memperhitungkan cuaca, kondisi ekonomi, tutupan lahan, serta aktivitas pengamatan burung.

Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan negatif antara kebijakan pengembangan energi surya dan keanekaragaman burung. Dampaknya tergolong sedang, tetapi semakin kuat di wilayah yang lebih makmur dan bukan kawasan gurun.

Burung yang menetap maupun bermigrasi mengalami penurunan yang signifikan. Sementara itu, spesies dari habitat pegunungan atau wilayah yang kurang sesuai untuk pembangunan solar panel tidak menunjukkan dampak serupa.

Peneliti juga menemukan adanya upaya penghijauan yang dilakukan untuk memenuhi persyaratan lingkungan. Namun, sebagian penghijauan dinilai kurang berkualitas karena tutupan vegetasi yang bertambah tidak selalu berarti kualitas ekologis meningkat.

Yuanning Liang dari Universitas Peking mengatakan burung dapat menjadi indikator penting untuk menilai keanekaragaman hayati dalam skala besar. Menurutnya, persoalan serupa juga berpotensi muncul dalam pembangunan energi terbarukan lainnya, termasuk pembangkit listrik tenaga angin.

“Langkah berikutnya adalah beralih dari sekadar mengukur keanekaragaman hayati ke penilaian nilai dengan mengaitkan perubahan keanekaragaman burung dengan jasa ekosistem dan nilai konservasi,” kata Liang.

Para peneliti merekomendasikan agar proyek energi surya berskala besar diarahkan ke lokasi dengan konflik ekologis yang lebih rendah. Penilaian lingkungan yang lebih menyeluruh juga diperlukan sebelum pembangunan dilakukan.

“Pembangunan energi bersih dan konservasi keanekaragaman hayati tidak harus mengorbankan satu sama lain, tetapi pemilihan lokasi yang tepat dan perlindungan terhadap keanekaragaman hayati sangat penting,” kata Zhang.

Download Nulled WordPress Themes
Premium WordPress Themes Download
Download WordPress Themes Free
Download Premium WordPress Themes Free
free download udemy paid course
download samsung firmware
Download Best WordPress Themes Free Download
free download udemy paid course
Tags: ChinaEnergi SuryaKeanekaragaman HayatilingkunganSolar panel

Related Posts

Uber, robotaxi, kendaraan otonom, Pony.ai, Momenta, WeRide, Dara Khosrowshahi, China,

Uber Gandeng Tiga Startup China untuk Robotaxi

by Desti Dwi Natasya
September 9, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Uber memperkuat ekspansinya di industri kendaraan otonom dengan menggandeng tiga startup asal China, yakni Pony.ai, Momenta, dan...

Jangan Asal Tanam, 4 Tanaman Ini Bisa Mengundang Ular

Jangan Asal Tanam, 4 Tanaman Ini Bisa Mengundang Ular

by Hidayat Taufik
September 5, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com — Ular yang tiba-tiba muncul di halaman rumah bisa menjadi persoalan yang mengkhawatirkan. Terlebih, sejumlah jenis ular memiliki...

KLH Usut 19 Perusahaan Terkait Karhutla di Sumatera-Kalimantan

KLH Usut 19 Perusahaan Terkait Karhutla di Sumatera-Kalimantan

by Hidayat Taufik
September 1, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com — Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) tengah melakukan penelusuran terhadap 19 perusahaan yang diduga berkaitan dengan kebakaran hutan dan...

AS masih mempertimbangkan sanksi sekunder terhadap China karena terus membeli minyak Iran. Washington berharap Beijing mencari sumber minyak alternatif.

AS Siapkan Sanksi untuk China yang Beli Minyak Iran

by Desti Dwi Natasya
August 31, 2026
0

JAKARTA, Cobisis.com - Pemerintah Amerika Serikat disebut masih berharap tidak perlu menjatuhkan sanksi sekunder kepada China terkait pembelian minyak mentah...

Eks Anggota DPR China Divonis Mati Usai Terima Suap Rp1,96 Triliun

Eks Anggota DPR China Divonis Mati Usai Terima Suap Rp1,96 Triliun

by M.Dhayfan Al-ghiffari
August 30, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Mantan anggota Komite Tetap Kongres Rakyat Nasional China, Jiang Chaoliang, dijatuhi hukuman mati dengan masa penangguhan selama...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Adythia Pratam Bongkar Alasan Banyak Orang Sulit Dapat Kerja

Adythia Pratam Bongkar Alasan Banyak Orang Sulit Dapat Kerja

September 9, 2026
Generasi Muda Makin Terkoneksi, Tapi Justru Makin Terputus

Generasi Muda Makin Terkoneksi, Tapi Justru Makin Terputus

September 10, 2026
Feri Irwandi Ungkap Alasan Buka Patungan untuk Hutan di Kalimantan

Feri Irwandi Ungkap Alasan Buka Patungan untuk Hutan di Kalimantan

September 13, 2026
Menurut Ferry Irwandi, Ekonomi Berawal dari Pilihan Manusia

Menurut Ferry Irwandi, Ekonomi Berawal dari Pilihan Manusia

September 8, 2026
Cuaca Tak Bersahabat, Tim Penyelam Tunda Pencarian Korban KM Virgo

Cuaca Tak Bersahabat, Tim Penyelam Tunda Pencarian Korban KM Virgo

September 15, 2026
Girl group K-Pop ILLIT

ILLIT Siapkan Comeback dengan Mini Album Kelima

September 15, 2026
Dorong Ekonomi Sirkular, XLSMART Bawa #BYEBYEBOX Untuk Kelola E-WASTE ke ITB

Dorong Ekonomi Sirkular, XLSMART Bawa #BYEBYEBOX Untuk Kelola E-WASTE ke ITB

September 15, 2026
ASABRI Perkuat Tata Kelola Lewat Sinergi dengan JAMDATUN

ASABRI Perkuat Tata Kelola Lewat Sinergi dengan JAMDATUN

September 15, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved