JAKARTA, Cobisnis.com – Gempa bumi magnitudo 5,9 mengguncang wilayah Jepang bagian timur pada Minggu dini hari. Guncangan terasa hingga Tokyo dan sejumlah wilayah di sekitarnya.
Badan Meteorologi Jepang mencatat gempa terjadi sekitar pukul 02.00 waktu setempat. Episentrum berada di bagian selatan Prefektur Ibaraki dengan kedalaman sekitar 68 kilometer.
Guncangan tercatat pada intensitas seismik Jepang 5 rendah di sejumlah wilayah Ibaraki, Saitama, Chiba, serta kawasan Adachi di Tokyo. Tidak ada ancaman tsunami yang dilaporkan setelah gempa.
Badan Meteorologi Jepang meminta masyarakat tetap waspada terhadap kemungkinan gempa dengan intensitas serupa dalam sepekan ke depan. Kewaspadaan terutama diperlukan dalam dua hingga tiga hari setelah gempa.
Badan Penanggulangan Kebakaran dan Bencana Jepang melaporkan sedikitnya 37 orang mengalami luka ringan. Para korban tersebar di sejumlah wilayah, termasuk Saitama dan Kawasaki.
Selain korban luka, sebuah bangunan di Saitama dilaporkan mengalami kerusakan ringan. Otoritas juga menyelidiki pipa saluran air yang pecah di kawasan Koto, Tokyo untuk memastikan kaitannya dengan gempa.
Guncangan turut mengganggu layanan transportasi di sekitar Tokyo. Sejumlah kereta regional mengalami penundaan dan beberapa layanan lainnya sempat beroperasi dengan kecepatan lebih rendah.
Layanan Jalur Keisei yang menghubungkan Ueno dengan Bandara Narita kembali normal setelah pukul 09.40 waktu setempat. Namun, sejumlah kereta ekspres yang dioperasikan Tobu Railway masih dihentikan.
Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi menginstruksikan pejabat terkait untuk memastikan tingkat kerusakan akibat gempa. Pemerintah juga meminta informasi terbaru mengenai kondisi wilayah terdampak disampaikan kepada masyarakat.
Badan Meteorologi Jepang memperingatkan potensi gempa susulan yang kuat dalam beberapa hari ke depan. Otoritas juga meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi tanah longsor karena sejumlah wilayah sebelumnya diguyur hujan deras.













