JAKARTA, Cobisnis.com – Semifinal Piala Dunia 2026 kembali mempertemukan Inggris dan Argentina dalam laga yang sarat sejarah. Meski pelatih Argentina Lionel Scaloni menegaskan pertandingan ini hanyalah laga sepak bola, rivalitas kedua negara tetap sulit dipisahkan dari masa lalu.
Scaloni meminta semua pihak melihat pertandingan sebagai duel antardua tim terbaik. Ia menilai fokus utama Argentina adalah menghadapi lawan kuat yang dilatih Thomas Tuchel.
Namun, sejarah panjang membuat duel Inggris melawan Argentina selalu memiliki makna lebih besar. Pertemuan ini menjadi laga resmi pertama kedua negara dalam 21 tahun terakhir.
Rivalitas keduanya tidak hanya dibangun oleh sepak bola. Sengketa Kepulauan Falklands atau Las Malvinas yang memicu perang pada 1982 masih menjadi bagian dari memori kolektif kedua negara.
Perang selama 74 hari itu menewaskan 907 orang sebelum Inggris kembali menguasai wilayah tersebut. Sentimen itu masih kerap muncul dalam budaya sepak bola Argentina hingga saat ini.
Nama Diego Maradona menjadi simbol terbesar rivalitas tersebut. Pada perempat final Piala Dunia 1986, ia mencetak gol kontroversial Hand of God sebelum menambah satu gol spektakuler yang membawa Argentina menang 2 1 atas Inggris.
Gol menggunakan tangan itu masih dikenang sebagai salah satu kontroversi terbesar sepanjang sejarah Piala Dunia. Sementara gol keduanya dianggap sebagai salah satu gol terbaik yang pernah tercipta di turnamen tersebut.
Persaingan kembali memanas pada Piala Dunia 1998. David Beckham menerima kartu merah usai insiden dengan Diego Simeone, sebelum Argentina akhirnya lolos melalui adu penalti.
Empat tahun kemudian Inggris membalas kekalahan itu. Beckham mencetak gol penalti yang memastikan kemenangan 1 0 pada fase grup Piala Dunia 2002 dan menebus kekecewaan empat tahun sebelumnya.
Akar rivalitas bahkan sudah muncul sejak Piala Dunia 1966. Insiden kartu merah Antonio Rattin dan komentar keras pelatih Inggris Alf Ramsey semakin memperburuk hubungan kedua tim.
Kini Inggris dan Argentina kembali bertemu dengan tiket final Piala Dunia 2026 sebagai taruhan. Di balik persaingan memperebutkan kemenangan, sejarah panjang membuat duel ini tetap menjadi salah satu rivalitas paling emosional dalam sepak bola dunia.













