• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Thursday, October 1, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Nasional

Pengamat: Party ID Rendah karena Partai Aktif Saat Pemilu

Hidayat Taufik by Hidayat Taufik
September 9, 2026
in Nasional
0
Pengamat: Party ID Rendah karena Partai Aktif Saat Pemilu

JAKARTA, Cobisnis.com — Keterikatan masyarakat terhadap partai politik atau party ID di Indonesia dinilai masih rendah. Kondisi tersebut bahkan cenderung tidak banyak berubah dalam beberapa tahun terakhir.

Pengamat politik sekaligus dosen FISIP UIN Jakarta, Adi Prasetyo, mengatakan tingkat party ID masyarakat Indonesia relatif konsisten. Angkanya umumnya masih berada di kisaran belasan persen dan cenderung meningkat ketika pemilu semakin dekat.

“Identitas kepartaian itu memang cukup konsisten. Paling tinggi di angka 20 persen. Itu biasanya menjelang pemilu,” ujar Adi dari Channel youtube podcast Real Politik, (9/9/26).

Menurut Adi, peningkatan party ID menjelang pemilu berkaitan dengan semakin aktifnya partai politik melakukan berbagai kegiatan. Aktivitas tersebut mulai dari pemasangan alat peraga hingga kegiatan yang melibatkan kader dan elite partai.

Namun, setelah momentum pemilu berakhir, aktivitas partai dinilai kembali berkurang. Kondisi ini membuat masyarakat tidak memiliki hubungan yang kuat dengan partai politik tertentu.

“Partai politik itu dianggap bekerja hanya setiap lima tahun sekali dan menjelang pemilu,” katanya.

Adi menjelaskan, persoalan tersebut juga berkaitan dengan cara masyarakat memandang partai politik. Sebagian publik masih melihat partai sebagai kendaraan untuk memperoleh kekuasaan.

Orientasinya terlihat dari perebutan berbagai jabatan politik, mulai dari anggota legislatif hingga kepala daerah dan presiden. Sementara fungsi partai sebagai institusi yang bekerja untuk masyarakat belum dirasakan secara konsisten.

Padahal, menurut Adi, partai politik memiliki peran strategis dalam menentukan arah kehidupan bernegara. Berbagai kebijakan publik, termasuk produk hukum, ekonomi, serta sosial dan budaya, turut dipengaruhi oleh keputusan politik.

Karena itu, pembenahan partai politik dinilai menjadi salah satu kunci untuk memperbaiki kualitas kehidupan politik nasional.

“Kalau mau benar negara kita, benerin partai politiknya. Kalau mau hebat negara ini, benerin partai politiknya,” ujar Adi.

Ideologi Partai Politik Dinilai Semakin Kabur

Selain rendahnya party ID, Adi juga menyoroti persoalan lain, yakni lemahnya perbedaan ideologi antarpartai politik di Indonesia.

Menurut dia, masyarakat semakin sulit menemukan karakter yang benar-benar membedakan satu partai dengan partai lainnya. Akibatnya, pilihan politik masyarakat tidak selalu didasarkan pada ikatan ideologis.

Kondisi tersebut berbeda dengan sejumlah negara yang memiliki partai dengan identitas politik lebih spesifik. Ada partai yang fokus memperjuangkan kepentingan buruh dan ada pula partai yang mengutamakan isu lingkungan.

Sementara di Indonesia, identitas politik partai umumnya berada pada spektrum nasionalis dan Islam. Namun, batas antara kedua identitas tersebut dinilai semakin tidak tegas dalam praktik politik.

“Di kita yang disebut dengan ideologi itu adalah Islam dan nasionalis. Dan itu bercampur, kedua-duanya nasionalis religius,” jelasnya.

Adi menilai minimnya diferensiasi tersebut membuat masyarakat tidak memiliki alasan kuat untuk mempertahankan keterikatan dengan satu partai.

Pemilih pun lebih mudah berpindah pilihan karena tidak menemukan perbedaan ideologis maupun program yang cukup kuat di antara partai-partai politik.

Karena itu, partai politik dinilai perlu hadir secara konsisten di tengah masyarakat, bukan hanya ketika membutuhkan suara dalam pemilu.

Partai juga perlu menjalankan fungsi pendidikan politik, memperjuangkan kepentingan publik, serta mempersiapkan calon-calon pemimpin secara berkelanjutan.

Dengan cara tersebut, partai politik diharapkan tidak sekadar dipandang sebagai kendaraan untuk meraih kekuasaan, tetapi juga sebagai institusi yang memiliki peran penting dalam membangun dan menentukan arah masa depan negara.

Download Premium WordPress Themes Free
Premium WordPress Themes Download
Free Download WordPress Themes
Download Best WordPress Themes Free Download
lynda course free download
download huawei firmware
Download Nulled WordPress Themes
udemy paid course free download
Tags: Adi Prasetyocobisnis.comideologi partaiPartai politikParty IDPemilupengamat politikPolitik Indonesia

Related Posts

Sidang Gibran: KPU Disebut Tak Bisa Menolak SK Penyetaraan SMA

Sidang Gibran: KPU Disebut Tak Bisa Menolak SK Penyetaraan SMA

by Hidayat Taufik
October 1, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com  - Mantan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI periode 2007-2012, I Gusti Putu Artha, menyatakan KPU tidak dapat...

Nakhoda KM Virgo 8 Resmi Tersangka dan Ditahan

Nakhoda KM Virgo 8 Resmi Tersangka dan Ditahan

by Hidayat Taufik
October 1, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com  - Polisi menetapkan Nakhoda KM Virgo Transport 8, Arief Yunianto, sebagai tersangka dalam kasus kecelakaan kapal yang terbalik...

Hasil Pemeriksaan Sutrimo: Tak Ada Tanda Kekerasan dan Racun

Hasil Pemeriksaan Sutrimo: Tak Ada Tanda Kekerasan dan Racun

by Hidayat Taufik
September 30, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com -  Pemeriksaan terhadap jenazah Sutrimo melalui proses ekshumasi tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuhnya. Sutrimo diketahui merupakan pria...

Kemnaker memanfaatkan AI untuk membantu verifikasi mitra dan peserta Program Magang Nasional, termasuk mendeteksi pola pendaftaran yang tidak lazim.

Kemnaker Gunakan AI Verifikasi Magang Nasional

by Desti Dwi Natasya
September 30, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memanfaatkan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) untuk membantu proses verifikasi Program Magang Nasional...

Bank Mandiri Kucurkan KUR Senilai Rp29,53 Triliun hingga Agustus 2026, Sebanyak 64,48% Mengalir ke Sektor Produksi

Bank Mandiri Salurkan KUR Rp29,53 Triliun

by Rizki Meirino
September 30, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Bank Mandiri telah menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp29,53 triliun hingga 31 Agustus 2026. Penyaluran tersebut...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
AIA Perkuat Kehadiran di Industri Asuransi Syariah melalui PT AIA Syariah Insurance

AIA Perkuat Kehadiran di Industri Asuransi Syariah melalui PT AIA Syariah Insurance

September 30, 2026
Bank Mandiri Kucurkan KUR Senilai Rp29,53 Triliun hingga Agustus 2026, Sebanyak 64,48% Mengalir ke Sektor Produksi

Bank Mandiri Salurkan KUR Rp29,53 Triliun

September 30, 2026
Minum Air Kemasan - pexels/ Mart Production

Penelitian: Bahaya Mikroplastik dalam Air Minum Kemasan, Bisa Masuk ke Aliran Darah

September 30, 2026
Polri Tindak Tegas Karhutla, 196 Orang Jadi Tersangka

Polri Tindak Tegas Karhutla, 196 Orang Jadi Tersangka

September 30, 2026
Sidang Gibran: KPU Disebut Tak Bisa Menolak SK Penyetaraan SMA

Sidang Gibran: KPU Disebut Tak Bisa Menolak SK Penyetaraan SMA

October 1, 2026
Presiden AS Donald Trump

‘Kim Teman Saya’ Trump Izinkan Korea Utara Memiliki Senjata Nuklir

October 1, 2026
Nakhoda KM Virgo 8 Resmi Tersangka dan Ditahan

Nakhoda KM Virgo 8 Resmi Tersangka dan Ditahan

October 1, 2026
Pupuk Kaltim

Pupuk Kaltim Dorong Pembangunan Masyarakat dan Desa Lewat Program PKT BISA

October 1, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved