• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Friday, August 7, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Anak Dipaksa Makan Justru Bikin Trauma, Ini yang Terjadi di Dalam Tubuhnya

M.Dhayfan Al-ghiffari by M.Dhayfan Al-ghiffari
June 5, 2026
in Lifestyle
0
Anak Dipaksa Makan Justru Bikin Trauma, Ini yang Terjadi di Dalam Tubuhnya

JAKARTA, Cobisnis.com – Memaksa anak makan atau force feeding ternyata jauh lebih berbahaya dari yang selama ini banyak orang tua bayangkan. Praktik ini bukan hanya membuat anak rewel saat makan, tetapi juga dapat merusak sistem tubuh dan memicu trauma makan dalam jangka panjang.

Dokter spesialis anak Miza Afrizal Azwir, Sp.A, BMedSci, MKes, menegaskan bahwa pemaksaan fisik saat makan bukan solusi untuk mengatasi gerakan tutup mulut atau GTM pada balita. Menurutnya, tindakan tersebut justru mengganggu respons alami tubuh anak terhadap rasa lapar.

Saat anak dipaksa makan dalam kondisi menangis dan tertekan, hormon stres kortisol akan meningkat. Akibatnya, anak mulai melihat makanan bukan sebagai sesuatu yang menyenangkan, melainkan sebagai ancaman yang harus dihindari.

Lonjakan kortisol yang terjadi berulang kali juga berdampak pada sistem kekebalan tubuh. Dokter Miza menjelaskan bahwa hormon stres ini dapat melemahkan kerja sistem imun sehingga anak menjadi lebih rentan terserang penyakit.

Tak hanya itu, organ pencernaan juga ikut terdampak. Saat anak makan dalam kondisi stres, otot di area perut mengalami kontraksi yang membuat penyerapan nutrisi tidak optimal. Kadar stres yang tinggi juga dapat mengganggu keseimbangan bakteri baik di saluran pencernaan.

Dokter Miza mengibaratkan kondisi tersebut seperti seorang karyawan yang setiap hari mengalami perundungan di tempat kerja. Lama-kelamaan, orang itu akan merasa enggan datang ke kantor. Hal serupa terjadi pada balita ketika makanan terus dikaitkan dengan tekanan dan ketakutan.

Otak anak akan merekam pengalaman buruk saat makan dengan sangat kuat. Karena itu, orang tua disarankan menciptakan suasana makan yang aman dan menyenangkan tanpa paksaan. Jika GTM terus berlanjut, konsultasi dengan tenaga medis diperlukan untuk mencari penyebab dan menentukan penanganan yang tepat. Pernyataan ini disampaikan dokter Miza dalam acara LACTOGROW Digestion Expert Lab di Mal Kota Kasablanka, Jakarta Selatan, Jumat, 5 Juni 2026.

Premium WordPress Themes Download
Download Nulled WordPress Themes
Download WordPress Themes Free
Download Premium WordPress Themes Free
lynda course free download
download redmi firmware
Download Nulled WordPress Themes
free download udemy course
Tags: Anak Susah MakanCobisnisForce FeedingGTMKesehatan anakParenting IndonesiaPebisnismuda

Related Posts

Vinicius Junior Arsenal

Arsenal Pantau Vinicius Junior, Legenda Real Madrid Minta Bertahan

by Desti Dwi Natasya
August 7, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Masa depan Vinicius Junior kembali menjadi sorotan setelah Arsenal dikabarkan terus memantau situasinya di Real Madrid. Rumor...

Penerbangan Jet Kembali ke Bandara Husein Sastranegara Mulai 14 Agustus 2026

Penerbangan Jet Kembali ke Bandara Husein Sastranegara Mulai 14 Agustus 2026

by M.Dhayfan Al-ghiffari
August 7, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Bandara Husein Sastranegara, Bandung, terus melakukan pembenahan menjelang kembalinya layanan penerbangan komersial menggunakan pesawat jet berbadan sedang....

Investor Wajib Catat, Hasil Rebalancing MSCI Dirilis 12 Agustus 2026

Investor Wajib Catat, Hasil Rebalancing MSCI Dirilis 12 Agustus 2026

by M.Dhayfan Al-ghiffari
August 7, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Penyedia indeks saham global MSCI akan mengumumkan hasil rebalancing indeks periode Agustus 2026 pada 12 Agustus mendatang....

2,2 Juta Anak Indonesia Terdeteksi Alami Tekanan Darah Tinggi, Ini Faktor Pemicunya

2,2 Juta Anak Indonesia Terdeteksi Alami Tekanan Darah Tinggi, Ini Faktor Pemicunya

by Hidayat Taufik
August 7, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengungkapkan sebanyak 2,21 juta anak usia sekolah dan remaja di Indonesia terdeteksi mengalami tekanan...

Mulai April 2027 Pajak Makanan di Jepang Turun dari 8% menjadi 1%

Mulai April 2027 Pajak Makanan di Jepang Turun dari 8% menjadi 1%

by M.Dhayfan Al-ghiffari
August 7, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Pemerintah Jepang resmi memangkas pajak konsumsi untuk makanan dari 8 persen menjadi 1 persen. Kebijakan ini akan...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Telkomsel Braze AI

Telkomsel dan Pertamina Patra Niaga Integrasikan AI Braze untuk Tingkatkan Pengalaman Pelanggan

August 7, 2026
6 Tips untuk Si Kecil yang Susah Sarapan

6 Tips untuk Si Kecil yang Susah Sarapan

August 6, 2026
Singapura jadi Kota Paling Ramah di Dunia

Singapura jadi Kota Paling Ramah di Dunia

August 6, 2026
Samsung Galaxy Z Fold 8 Ultra

Samsung Galaxy Z Fold 8 Ultra Resmi Dijual Global, Pre-order Naik 30 Persen

August 7, 2026
Karier Empat Dekade John Galliano Jadi Fokus Pameran Met

Karier Empat Dekade John Galliano Jadi Fokus Pameran Met

August 7, 2026
Vinicius Junior Arsenal

Arsenal Pantau Vinicius Junior, Legenda Real Madrid Minta Bertahan

August 7, 2026
Penerbangan Supersonik Kembali Dikembangkan Setelah Era Concorde Berakhir

Penerbangan Supersonik Kembali Dikembangkan Setelah Era Concorde Berakhir

August 7, 2026
Juanlu Sanchez Bournemouth

Juanlu Sanchez Resmi Tinggalkan Sevilla, Gabung Bournemouth

August 7, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved