JAKARTA, Cobisnis.com – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi tidak akan mengalami kenaikan meskipun harga minyak dunia tengah bergejolak akibat konflik geopolitik di Timur Tengah.
Pernyataan tersebut disampaikan Purbaya menanggapi kekhawatiran publik terkait potensi lonjakan harga energi setelah penutupan Selat Hormuz oleh Iran di tengah eskalasi konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
Ia menegaskan pemerintah telah menyiapkan berbagai skenario kebijakan fiskal untuk menjaga stabilitas harga energi domestik. Pemerintah, menurutnya, memahami bahwa harga BBM subsidi sangat berkaitan langsung dengan daya beli masyarakat.
Purbaya menyatakan pemerintah tidak akan mengambil langkah yang dapat membebani masyarakat, terutama kelompok berpenghasilan rendah yang sangat bergantung pada BBM subsidi untuk aktivitas sehari-hari.
Ia juga menegaskan bahwa pemerintah memiliki kemampuan untuk mengelola tekanan fiskal yang muncul akibat kenaikan harga minyak global. Dengan pengelolaan anggaran yang hati-hati, subsidi energi tetap dapat dipertahankan tanpa harus menaikkan harga BBM.
Menurutnya, stabilitas harga energi menjadi salah satu prioritas utama pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional. Harga BBM yang stabil dinilai penting untuk menahan laju inflasi dan menjaga aktivitas ekonomi tetap berjalan.
Lonjakan harga minyak dunia sendiri dipicu oleh ketegangan geopolitik yang meningkat di kawasan Timur Tengah. Penutupan Selat Hormuz menimbulkan kekhawatiran terhadap terganggunya distribusi minyak global karena jalur tersebut merupakan salah satu rute utama perdagangan energi dunia.
Gangguan pada jalur logistik energi global dapat mendorong harga minyak melonjak tajam. Situasi ini berpotensi memberi tekanan pada banyak negara pengimpor minyak, termasuk Indonesia yang masih bergantung pada impor energi.
Meski demikian, pemerintah menilai kondisi fiskal Indonesia masih cukup kuat untuk menahan dampak gejolak harga energi global. Pemerintah juga terus memantau perkembangan situasi geopolitik internasional untuk memastikan kebijakan yang diambil tetap tepat.
Selain menjaga stabilitas harga BBM subsidi, pemerintah juga menyiapkan berbagai langkah antisipasi untuk menjaga stabilitas ekonomi secara keseluruhan. Kebijakan fiskal yang adaptif diharapkan mampu meredam tekanan inflasi akibat kenaikan harga energi global.
Pemerintah menilai kepastian kebijakan ini penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat dan pelaku usaha di tengah ketidakpastian ekonomi global yang masih berlangsung.













