• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Monday, October 5, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Ekonomi Bisnis

100 Tahun Panas Bumi Indonesia: Inovasi PGE Hadirkan Secangkir Kopi dari Perut Bumi

Iwan Supriyatna by Iwan Supriyatna
June 26, 2026
in Ekonomi Bisnis
0
100 Tahun Panas Bumi Indonesia: Inovasi PGE Hadirkan Secangkir Kopi dari Perut Bumi

GARUT, Cobisnis.com – Memperingati 100 tahun panas bumi Indonesia, PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) (IDX: PGEO) menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan energi bersih dan terus tumbuh bersama masyarakat. Berawal dari Kamojang satu abad lalu, PGE memastikan pengembangan panas bumi tidak hanya menghasilkan energi bersih, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, menjaga lingkungan, dan memperkuat ketahanan energi nasional.

Dalam kunjungan PT Pertamina (Persero) bersama media ke PGE Area Kamojang pada Jumat (26/6/2026), rombongan meninjau langsung operasional pembangkit panas bumi sekaligus berbagai program pemberdayaan masyarakat yang memanfaatkan langsung energi panas bumi.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Muhammad Baron mengatakan area operasi Kamojang merupakan bagian penting dari sejarah panjang Pertamina dalam mengembangkan energi bersih yang berkelanjutan.

“Seratus tahun lalu, potensi panas bumi Indonesia pertama kali ditemukan di Kamojang. Hari ini, kita melihat bagaimana sejarah tersebut berkembang tidak hanya menjadi sumber energi bersih yang andal namun sekaligus memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Melalui kunjungan ini, kami ingin memperlihatkan bagaimana pengembangan panas bumi tidak hanya menghasilkan listrik, tetapi juga menjaga lingkungan dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal,” ujarnya.

Dari Kamojang ke Pasar Kopi Dunia

Sejarah panjang panas bumi di Kamojang juga tumbuh bersama masyarakat di sekitarnya. Selain menjadi rumah bagi pembangkit listrik panas bumi pertama di Indonesia, kawasan ini kini menjadi contoh bagaimana energi panas bumi dapat dimanfaatkan secara langsung untuk menciptakan nilai tambah bagi sektor pertanian dan ekonomi lokal.

Kamojang berada di ketinggian sekitar 1.500 meter di atas permukaan laut dan menjadi salah satu wilayah penghasil kopi Arabika. Bersama PGE, potensi tersebut dimanfaatkan oleh pelaku usaha kopi setempat untuk mengembangkan ekosistem bisnis yang lebih efisien melalui teknologi Geothermal Dry House.

Inovasi ini memanfaatkan steam trap panas bumi dari PGE sebagai sumber panas alternatif dalam proses pengeringan, sehingga menghasilkan biji kopi yang lebih higienis dengan kematangan yang konsisten.

Dari sisi operasional, teknologi ini mampu mempercepat proses pengeringan hingga tiga kali lipat dengan tingkat efisiensi mencapai 300 persen. Proses yang sebelumnya membutuhkan waktu 30 hingga 45 hari kini dapat dilakukan hanya dalam 3 sampai 10 hari.

Selain meningkatkan kapasitas produksi dan menekan biaya operasional, inovasi ini juga membantu menjaga kualitas biji kopi sehingga memiliki nilai tambah yang lebih tinggi.

Melalui program ini, PGE saat ini bermitra dengan 3 kelompok tani (Ecovill, Akkar, Penyoeka Kopi) dan memberdayakan 320 keluarga petani kopi di sekitar wilayah Kamojang.

Kopi Kamojang yang dihasilkan pun telah menembus pasar internasional di Asia dan Eropa melalui ekspor sebanyak 20 ton, menunjukkan bahwa pengembangan energi panas bumi dapat berjalan beriringan dengan pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal.

Corporate Secretary PGE Muhammad Taufik mengatakan pemanfaatan langsung panas bumi melalui Geothermal Dry House menjadi salah satu contoh bagaimana energi panas bumi dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

“Seratus tahun perjalanan panas bumi di Indonesia menunjukkan bahwa energi ini merupakan sumber daya yang berkelanjutan dan berasal dari potensi asli Indonesia. Melalui inovasi seperti Geothermal Dry House, kami ingin memperlihatkan bahwa panas bumi tidak hanya menghasilkan listrik, tetapi juga dapat dimanfaatkan secara langsung untuk meningkatkan kualitas produk lokal dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” ucapnya.

Selain pengembangan kopi, PGE Kamojang juga menjalankan berbagai program pemberdayaan masyarakat melalui KANYAAH (Kamojang Agri-Aquaculture Energized by Geothermal). Program ini mencakup berbagai inisiatif berbasis pemanfaatan langsung panas bumi, mulai dari pemanfaatan panas bumi untuk perikanan (Geothermal Fishery), budidaya pertanian (Geothermal Farming), pengolahan pascapanen (Geothermal Food), hingga produksi pupuk organik ramah lingkungan (GeO-Fert).

PGE juga menjalankan berbagai program pelestarian lingkungan, termasuk konservasi Elang Jawa melalui Pusat Konservasi Elang Kamojang (PKEK). Atas komitmennya dalam menjaga keberlanjutan lingkungan dan memberdayakan masyarakat, PGE Area Kamojang menjadi satu-satunya unit panas bumi di Indonesia yang berhasil meraih 15 penghargaan PROPER Emas berturut-turut.

Melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat yang dijalankan, PGE Area Kamojang telah menjangkau sekitar 15 ribu penerima manfaat di sektor ekonomi, sosial, dan lingkungan.

Capaian tersebut mencerminkan komitmen perusahaan untuk memastikan bahwa pengembangan panas bumi tidak hanya menghasilkan energi bersih, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat dan kelestarian lingkungan di sekitar wilayah operasi.

Kamojang merupakan wilayah panas bumi tertua di Indonesia yang pertama kali dieksplorasi oleh Belanda pada 1926. Eksplorasi oleh Pertamina dimulai pada 1974, sebelum Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Kamojang pertama resmi beroperasi secara komersial pada 1983.

Kini, pengelolaan Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Kamojang dilakukan oleh PGE dengan lima unit PLTP yang memiliki total kapasitas 235 megawatt (MW) dari 727 MW kapasitas terpasang yang dikelola PGE.

Saat ini, PLTP Kamojang mampu memasok listrik bagi lebih dari 260.000 rumah tangga setiap hari sepanjang tahun tanpa bergantung pada sinar matahari, kondisi cuaca, maupun bahan bakar fosil. Hingga September 2025, produksi listrik dari Kamojang mencapai 1.326 gigawatt hour (GWh), tertinggi di antara seluruh WKP PGE.

Operasi ini juga berkontribusi terhadap pengurangan emisi karbon hingga 1,22 juta ton CO₂ per tahun, sejalan dengan upaya Indonesia mencapai Net Zero Emission pada 2060.

Download Nulled WordPress Themes
Download Nulled WordPress Themes
Download Nulled WordPress Themes
Premium WordPress Themes Download
online free course
download intex firmware
Premium WordPress Themes Download
udemy free download
Tags: KopiPanas bumiPertamina Geothermal EnergiPgePGEO

Related Posts

Jangan Asal Ngopi, Ini Waktu yang Sebaiknya Hindari Minum Kopi

Jangan Asal Ngopi, Ini Waktu yang Sebaiknya Hindari Minum Kopi

by M.Dhayfan Al-ghiffari
September 27, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Kopi menjadi salah satu minuman yang banyak dipilih untuk meningkatkan fokus dan membantu tubuh tetap terjaga. Namun,...

Berapa Cangkir Kopi yang Aman diminum dalam sehari? Ini Penelitiannya

5 Manfaat Minum Kopi Setiap Hari Menurut Penelitian

by Chodijah Febriani
September 17, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Bukan hanya sekedar minuman pelepas kantuk, minum kopi menjadi tren gaya hidup modern, terutama bagi pekerja maupun...

Shah Rukh Khan

Ritual Shah Rukh Khan di Pagi Hari, Minum 3 Gelas Kopi, Apa Efeknya Bagi Kesehatan?

by Chodijah Febriani
September 17, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Aktor legendaris asal India Shah Rukh Khan atau SRK mengakui bahwa ia tidak bisa memulai harinya tanpa...

2-3 Cangkir Kopi Sehari, Benarkah Bisa Bantu Redakan Stres?

2-3 Cangkir Kopi Sehari, Benarkah Bisa Bantu Redakan Stres?

by Hidayat Taufik
September 13, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Kopi tidak hanya dikenal sebagai minuman yang membantu meningkatkan kewaspadaan dan konsentrasi. Konsumsi dalam jumlah tertentu juga...

Minum kopi setiap hari ternyata bisa memberikan manfaat jika dikonsumsi dalam batas aman. Kenali dosis kafein dan dampaknya bagi tubuh.

Ini Dampak Minum Kopi Setiap Hari

by Desti Dwi Natasya
September 11, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Bagi banyak orang, kopi bukan sekadar minuman, tetapi sudah menjadi bagian dari rutinitas sehari-hari untuk membantu tubuh...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
LPS Selesaikan Klaim Simpanan Rp243,02 Miliar di Jabar

LPS Selesaikan Klaim Simpanan Rp243,02 Miliar di Jabar

October 4, 2026
DMO Batu Bara 2027 Diusulkan Fokus untuk Kelistrikan

DMO Batu Bara 2027 Diusulkan Fokus untuk Kelistrikan

October 4, 2026
Mobil Paling Mahal di Dunia Saat Ini Adalah Rolls‑Royce Droptail

Mobil Paling Mahal di Dunia Saat Ini Adalah Rolls‑Royce Droptail

November 21, 2025
Spanyol Comeback, Kalahkan Inggris 3-2 di Wembley

Malaysia Menang 3-0, Siap Hadapi Indonesia

September 27, 2026
Portugal memastikan tiket perempat final UEFA Nations League usai mengalahkan Norwegia, sementara Jerman ditahan Yunani.

Portugal Lolos, Jerman Masih Tertahan

October 5, 2026
Houthi mengklaim menyerang fasilitas Aramco di Riyadh dan Khurais dengan rudal serta drone hingga memicu kebakaran.

Houthi Klaim Serang Aramco di Riyadh

October 5, 2026
Jelang Final ASEAN Cup, Gianni Infantino Temui Prabowo

Jelang Final ASEAN Cup, Gianni Infantino Temui Prabowo

October 5, 2026
Marc Marquez menang di GP Jepang 2026 dan memangkas jarak dengan Jorge Martin menjadi dua poin menjelang MotoGP Indonesia di Mandalika.

Marc Marquez Pangkas Jarak dari Jorge Martin

October 5, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved