• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Thursday, August 6, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Ekonomi Bisnis

100 Tahun Panas Bumi Indonesia: Inovasi PGE Hadirkan Secangkir Kopi dari Perut Bumi

Iwan Supriyatna by Iwan Supriyatna
June 26, 2026
in Ekonomi Bisnis
0
100 Tahun Panas Bumi Indonesia: Inovasi PGE Hadirkan Secangkir Kopi dari Perut Bumi

GARUT, Cobisnis.com – Memperingati 100 tahun panas bumi Indonesia, PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) (IDX: PGEO) menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan energi bersih dan terus tumbuh bersama masyarakat. Berawal dari Kamojang satu abad lalu, PGE memastikan pengembangan panas bumi tidak hanya menghasilkan energi bersih, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, menjaga lingkungan, dan memperkuat ketahanan energi nasional.

Dalam kunjungan PT Pertamina (Persero) bersama media ke PGE Area Kamojang pada Jumat (26/6/2026), rombongan meninjau langsung operasional pembangkit panas bumi sekaligus berbagai program pemberdayaan masyarakat yang memanfaatkan langsung energi panas bumi.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Muhammad Baron mengatakan area operasi Kamojang merupakan bagian penting dari sejarah panjang Pertamina dalam mengembangkan energi bersih yang berkelanjutan.

“Seratus tahun lalu, potensi panas bumi Indonesia pertama kali ditemukan di Kamojang. Hari ini, kita melihat bagaimana sejarah tersebut berkembang tidak hanya menjadi sumber energi bersih yang andal namun sekaligus memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Melalui kunjungan ini, kami ingin memperlihatkan bagaimana pengembangan panas bumi tidak hanya menghasilkan listrik, tetapi juga menjaga lingkungan dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal,” ujarnya.

Dari Kamojang ke Pasar Kopi Dunia

Sejarah panjang panas bumi di Kamojang juga tumbuh bersama masyarakat di sekitarnya. Selain menjadi rumah bagi pembangkit listrik panas bumi pertama di Indonesia, kawasan ini kini menjadi contoh bagaimana energi panas bumi dapat dimanfaatkan secara langsung untuk menciptakan nilai tambah bagi sektor pertanian dan ekonomi lokal.

Kamojang berada di ketinggian sekitar 1.500 meter di atas permukaan laut dan menjadi salah satu wilayah penghasil kopi Arabika. Bersama PGE, potensi tersebut dimanfaatkan oleh pelaku usaha kopi setempat untuk mengembangkan ekosistem bisnis yang lebih efisien melalui teknologi Geothermal Dry House.

Inovasi ini memanfaatkan steam trap panas bumi dari PGE sebagai sumber panas alternatif dalam proses pengeringan, sehingga menghasilkan biji kopi yang lebih higienis dengan kematangan yang konsisten.

Dari sisi operasional, teknologi ini mampu mempercepat proses pengeringan hingga tiga kali lipat dengan tingkat efisiensi mencapai 300 persen. Proses yang sebelumnya membutuhkan waktu 30 hingga 45 hari kini dapat dilakukan hanya dalam 3 sampai 10 hari.

Selain meningkatkan kapasitas produksi dan menekan biaya operasional, inovasi ini juga membantu menjaga kualitas biji kopi sehingga memiliki nilai tambah yang lebih tinggi.

Melalui program ini, PGE saat ini bermitra dengan 3 kelompok tani (Ecovill, Akkar, Penyoeka Kopi) dan memberdayakan 320 keluarga petani kopi di sekitar wilayah Kamojang.

Kopi Kamojang yang dihasilkan pun telah menembus pasar internasional di Asia dan Eropa melalui ekspor sebanyak 20 ton, menunjukkan bahwa pengembangan energi panas bumi dapat berjalan beriringan dengan pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal.

Corporate Secretary PGE Muhammad Taufik mengatakan pemanfaatan langsung panas bumi melalui Geothermal Dry House menjadi salah satu contoh bagaimana energi panas bumi dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

“Seratus tahun perjalanan panas bumi di Indonesia menunjukkan bahwa energi ini merupakan sumber daya yang berkelanjutan dan berasal dari potensi asli Indonesia. Melalui inovasi seperti Geothermal Dry House, kami ingin memperlihatkan bahwa panas bumi tidak hanya menghasilkan listrik, tetapi juga dapat dimanfaatkan secara langsung untuk meningkatkan kualitas produk lokal dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” ucapnya.

Selain pengembangan kopi, PGE Kamojang juga menjalankan berbagai program pemberdayaan masyarakat melalui KANYAAH (Kamojang Agri-Aquaculture Energized by Geothermal). Program ini mencakup berbagai inisiatif berbasis pemanfaatan langsung panas bumi, mulai dari pemanfaatan panas bumi untuk perikanan (Geothermal Fishery), budidaya pertanian (Geothermal Farming), pengolahan pascapanen (Geothermal Food), hingga produksi pupuk organik ramah lingkungan (GeO-Fert).

PGE juga menjalankan berbagai program pelestarian lingkungan, termasuk konservasi Elang Jawa melalui Pusat Konservasi Elang Kamojang (PKEK). Atas komitmennya dalam menjaga keberlanjutan lingkungan dan memberdayakan masyarakat, PGE Area Kamojang menjadi satu-satunya unit panas bumi di Indonesia yang berhasil meraih 15 penghargaan PROPER Emas berturut-turut.

Melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat yang dijalankan, PGE Area Kamojang telah menjangkau sekitar 15 ribu penerima manfaat di sektor ekonomi, sosial, dan lingkungan.

Capaian tersebut mencerminkan komitmen perusahaan untuk memastikan bahwa pengembangan panas bumi tidak hanya menghasilkan energi bersih, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat dan kelestarian lingkungan di sekitar wilayah operasi.

Kamojang merupakan wilayah panas bumi tertua di Indonesia yang pertama kali dieksplorasi oleh Belanda pada 1926. Eksplorasi oleh Pertamina dimulai pada 1974, sebelum Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Kamojang pertama resmi beroperasi secara komersial pada 1983.

Kini, pengelolaan Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Kamojang dilakukan oleh PGE dengan lima unit PLTP yang memiliki total kapasitas 235 megawatt (MW) dari 727 MW kapasitas terpasang yang dikelola PGE.

Saat ini, PLTP Kamojang mampu memasok listrik bagi lebih dari 260.000 rumah tangga setiap hari sepanjang tahun tanpa bergantung pada sinar matahari, kondisi cuaca, maupun bahan bakar fosil. Hingga September 2025, produksi listrik dari Kamojang mencapai 1.326 gigawatt hour (GWh), tertinggi di antara seluruh WKP PGE.

Operasi ini juga berkontribusi terhadap pengurangan emisi karbon hingga 1,22 juta ton CO₂ per tahun, sejalan dengan upaya Indonesia mencapai Net Zero Emission pada 2060.

Download WordPress Themes
Free Download WordPress Themes
Download WordPress Themes
Download WordPress Themes
ZG93bmxvYWQgbHluZGEgY291cnNlIGZyZWU=
download intex firmware
Free Download WordPress Themes
free download udemy course
Tags: KopiPanas bumiPertamina Geothermal EnergiPgePGEO

Related Posts

Apa yang Terjadi dengan Tekanan Darah jika Minum Kopi?

Apa yang Terjadi dengan Tekanan Darah jika Minum Kopi?

by Chodijah Febriani
August 3, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - menjadi salah satu favorit minuman banyak orang, kopi ternyata juga sangat berbahaya bila dikonsumsi berlebihan, lho! Sudah...

Minum Kopi Pagi Hari Saat Perut Kosong, Apakah Aman untuk Kesehatan?

Minum Kopi Pagi Hari Saat Perut Kosong, Apakah Aman untuk Kesehatan?

by Chodijah Febriani
August 1, 2026
0

JAKARTA, cobisnis.com - Mungkin sebagian orang mengawali hari dengan minum secangkir kopi walau saat perut kosong. Tetapi, apakah kebiasaan ini...

Rutin Minum Kopi Campur Madu, Ini Manfaatnya bagi Stamina dan Kesehatan Tubuh

Rutin Minum Kopi Campur Madu, Ini Manfaatnya bagi Stamina dan Kesehatan Tubuh

by Hidayat Taufik
July 30, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Kopi dikenal sebagai salah satu minuman yang paling banyak digemari masyarakat. Kandungan kafein di dalamnya dipercaya mampu...

akanan yang Baik untuk Fungsi Kesehatan Otak

5 Makanan yang Baik untuk Fungsi Kesehatan Otak

by Chodijah Febriani
July 24, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Tidak hanya tubuh yang membutuhkan energi dari makanan, tetapi otak juga perlu asupan makanan sehat dan bernutrisi...

Kopi Setiap Hari Aman Dikonsumsi? Ini Penjelasan Ahli dan Batas Kafeinnya

Kopi Setiap Hari Aman Dikonsumsi? Ini Penjelasan Ahli dan Batas Kafeinnya

by M.Dhayfan Al-ghiffari
July 16, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Secangkir kopi telah menjadi bagian dari rutinitas harian banyak orang. Selain membantu mengusir kantuk, minuman ini juga...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Halal Indo 2026

Halal Indo 2026 Dorong Sinergi Kreator dan Industri Perkuat Produk Halal Lokal

August 5, 2026
kinerja Astra Agro semester I 2026

Astra Agro Bukukan Laba Bersih Rp1,1 Triliun pada Semester I 2026

August 5, 2026
Kemenkes

Viral Komentar Nakes ke Pasien BPJS, Kemenkes Imbau Utamakan Empati

August 5, 2026
PT GSPP Perkuat Infrastruktur Pendidikan dan Akses Ekonomi Masyarakat

PT GSPP Perkuat Infrastruktur Pendidikan dan Akses Ekonomi Masyarakat

August 5, 2026
Kemensos Tunda Penyaluran Bansos untuk 1,49 Juta KPM Terindikasi Judi Online

Kemensos Tunda Penyaluran Bansos untuk 1,49 Juta KPM Terindikasi Judi Online

August 6, 2026
BYD Seal Terbakar di Tol, BYD Indonesia Pastikan Penyebab Masih Diselidiki

BYD Seal Terbakar di Tol, BYD Indonesia Pastikan Penyebab Masih Diselidiki

August 6, 2026
Nadiem Makarim banding kasus Chromebook

Nadiem Makarim Optimistis Hadapi Banding Kasus Chromebook, Tegaskan Tak Ada Unsur Korupsi

August 6, 2026
6 Tips untuk Si Kecil yang Susah Sarapan

6 Tips untuk Si Kecil yang Susah Sarapan

August 6, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved