Pernyataan tersebut disampaikan Xi saat menggelar pertemuan bilateral dengan Raja Yordania Abdullah II ibn Al Hussein di Beijing pada Senin (24/08/2026).
Dalam pertemuan itu, Xi memaparkan empat prinsip utama yang dinilai penting untuk mendorong terciptanya perdamaian Palestina secara berkelanjutan.
Prinsip pertama adalah mendorong penyelesaian politik dengan menjadikan solusi dua negara sebagai arah utama penyelesaian konflik.
Xi juga menyerukan pengaktifan kembali perundingan damai antara Palestina dan Israel untuk mewujudkan kemerdekaan Palestina secara penuh.
Prinsip kedua berkaitan dengan tata kelola wilayah Palestina setelah konflik berakhir.
Xi menekankan pentingnya menerapkan prinsip “Palestina mengatur Palestina” dalam pengelolaan Tepi Barat sekaligus memimpin proses rekonstruksi Jalur Gaza setelah perang.
Prinsip ketiga berfokus pada perlindungan kemanusiaan dan keselamatan warga sipil.
Xi mendesak komunitas internasional, terutama Dewan Keamanan PBB, mengambil tanggung jawab secara konkret untuk melindungi masyarakat sipil serta memastikan jalur bantuan kemanusiaan tetap berjalan.
Prinsip keempat menekankan pentingnya keadilan dan kesetaraan berdasarkan hukum internasional.
Menurut Xi, penyelesaian konflik harus menyentuh akar persoalan dan tidak sekadar menangani gejalanya agar isu Palestina dapat diselesaikan secara komprehensif, adil, dan permanen.
Empat prinsip tersebut menjadi penegasan kembali posisi Tiongkok dalam mendorong penyelesaian politik dan perdamaian berkelanjutan bagi konflik Palestina.