JAKARTA, Cobisnis.com – Kondisi kekurangan zat besi pada perempuan terkadang sulit dikenali sejak awal. Sejumlah keluhan seperti tubuh cepat lelah, konsentrasi menurun, atau rambut yang lebih mudah rontok sering dianggap sebagai dampak dari kurang tidur, kesibukan, maupun stres.
Padahal, zat besi merupakan mineral yang dibutuhkan tubuh untuk membentuk hemoglobin. Hemoglobin berfungsi mengangkut oksigen melalui aliran darah menuju berbagai organ dan jaringan. Jika persediaan zat besi tidak mencukupi, kemampuan tubuh dalam memenuhi kebutuhan oksigen dapat ikut terganggu.
Ada beberapa perubahan yang bisa menjadi petunjuk bahwa tubuh mungkin kekurangan zat besi. Berikut di antaranya:
1. Cepat Merasa Lelah
Kekurangan zat besi dapat menyebabkan energi tubuh menurun sehingga seseorang lebih mudah merasa letih. Pekerjaan atau aktivitas yang sebelumnya terasa ringan pun dapat menjadi lebih melelahkan.
Selain itu, kondisi ini bisa disertai keluhan berupa pusing, sakit kepala, sesak napas, kram otot, serta berkurangnya kemampuan untuk berkonsentrasi.
2. Kerontokan Rambut Bertambah
Rambut yang tiba-tiba mengalami kerontokan lebih banyak juga patut diperhatikan. Salah satu faktor yang berkaitan dengan kondisi tersebut adalah rendahnya ferritin, yaitu protein yang menyimpan cadangan zat besi di dalam tubuh.
Kondisi ini dapat memicu telogen effluvium, yakni fase ketika lebih banyak rambut memasuki periode rontok. Kerontokan tersebut pada umumnya dapat bersifat sementara.
3. Kulit Terlihat Lebih Pucat
Perubahan kadar zat besi juga dapat berdampak pada penampilan kulit. Sebagian orang dapat mengalami kulit yang terlihat pucat, kering, gatal, atau mudah mengalami pecah-pecah.
Namun, kondisi kulit tersebut tidak bisa dijadikan satu-satunya patokan untuk memastikan kekurangan zat besi. Kulit pucat dan lingkaran gelap di bawah mata dapat muncul akibat berbagai penyebab lain.
4. Napas Lebih Mudah Terengah
Tubuh yang tidak mendapatkan pasokan oksigen secara optimal dapat membuat seseorang lebih cepat terengah-engah. Keluhan tersebut terutama dapat terasa ketika melakukan aktivitas fisik, seperti menaiki tangga atau berjalan dalam jarak tertentu.
5. Fokus Menurun
Kekurangan zat besi juga dapat berdampak pada kemampuan seseorang dalam mempertahankan konsentrasi. Akibatnya, pekerjaan yang membutuhkan perhatian dan fokus bisa terasa lebih sulit untuk diselesaikan.
6. Pusing atau Sakit Kepala
Keluhan pusing dan sakit kepala juga dapat menyertai kondisi kekurangan zat besi. Hal tersebut dapat berkaitan dengan berkurangnya kemampuan tubuh memenuhi kebutuhan oksigen pada jaringan.
7. Kondisi Kuku Berubah
Tidak hanya rambut, kuku juga dapat menunjukkan perubahan. Kuku bisa menjadi lebih rapuh atau mengalami perubahan tertentu ketika tubuh memiliki cadangan zat besi yang rendah.
Meski demikian, kemunculan beberapa gejala tersebut tidak otomatis berarti seseorang mengalami kekurangan zat besi. Jika keluhan menetap atau muncul secara bersamaan, pemeriksaan oleh tenaga medis, termasuk tes darah bila diperlukan, dapat membantu memastikan penyebabnya.
Kebutuhan zat besi setiap orang juga berbeda. Oleh sebab itu, penggunaan suplemen zat besi sebaiknya tidak dilakukan sembarangan dan perlu disesuaikan dengan kondisi serta rekomendasi tenaga kesehatan.












