JAKARTA, Cobisnis.com – Wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo kini menjadi wabah paling mematikan dalam sejarah negara tersebut.
Berdasarkan data pemerintah Kongo, sedikitnya 2.325 orang meninggal dunia dari total 4.945 kasus terkonfirmasi.
JAKARTA, Cobisnis.com – Wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo kini menjadi wabah paling mematikan dalam sejarah negara tersebut.
Berdasarkan data pemerintah Kongo, sedikitnya 2.325 orang meninggal dunia dari total 4.945 kasus terkonfirmasi.
Dikutip dari berbagai sumber, institut kesehatan masyarakat Kongo melaporkan adanya 101 kasus baru yang terdeteksi hanya dalam kurun waktu 24 jam. Wabah tersebut juga telah menyebar ke enam dari 26 provinsi di Kongo, dengan Provinsi Ituri menjadi wilayah dengan kasus terbanyak, yakni lebih dari 3.400 kasus.
Lonjakan kasus membuat wabah Ebola kali ini menjadi penularan tercepat yang pernah tercatat di Kongo. Lebih dari 2.000 orang meninggal dalam waktu kurang dari tiga bulan, melampaui jumlah korban pada wabah 2018-2020.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bahkan memperkirakan wabah tersebut berpotensi melampaui rekor wabah Ebola di Afrika Barat pada 2014-2016 yang menewaskan 11.310 orang.
Krisis juga mulai meluas ke Uganda. Sedikitnya 20 kasus dilaporkan di Kampala, meski belum terdapat laporan penularan komunitas dan kasus terakhir tercatat pada 21 Juni.
Wabah kali ini disebabkan galur virus Ebola Bundibugyo. Hingga kini belum terdapat vaksin maupun pengobatan yang disetujui secara resmi untuk galur tersebut, sementara uji klinis dua kandidat pengobatan baru dimulai pada bulan lalu.
Spesialis kesehatan masyarakat Thomas Parisch mengatakan keterlambatan deteksi menjadi salah satu persoalan dalam penanganan wabah.
“Normalnya, seiring berjalannya wabah, rasio fatalitas kasus harusnya turun saat pelacakan kontak membaik dan pasien diidentifikasi serta diobati lebih awal,” tuturnya.
“Sebaliknya, kami masih melihat banyak kasus terdeteksi sangat terlambat, ketika pengobatan kecil kemungkinannya untuk berhasil, dengan banyak yang baru teridentifikasi setelah mereka meninggal di masyarakat,” paparnya.
JAKARTA, Cobisnis.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan tidak ada lagi laporan warga yang hilang setelah gempa bumi berkekuatan...
JAKARTA, Cobisnis.com - Bank Indonesia (BI) meluncurkan Kartu Kredit Indonesia sebagai bagian dari upaya memperkuat kemandirian sistem pembayaran nasional. Melalui...
JAKARTA, Cobisnis.com – Aktris Hayden Panettiere meninggal dunia pada usia 36 tahun. Bintang serial Heroes dan Nashville itu ditemukan mengalami...
JAKARTA, Cobisnis.com – Nama Natalie Harp mendadak menjadi sorotan setelah Senator Georgia Jon Ossoff menyebutnya dalam pidato kampanye. Ossoff melontarkan...
JAKARTA, Cobisnis.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump marah ketika ditanya seorang wartawan di Gedung Putih soal pemimpin Korea Utara...