• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Tuesday, September 15, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home News

Utang Amerika Nyaris Rp900 Kuadriliun, Benarkah Bisa Bangkrut?

Hidayat Taufik by Hidayat Taufik
August 20, 2026
in News
0
Utang Amerika Nyaris Rp900 Kuadriliun, Benarkah Bisa Bangkrut?

JAKARTA, Cobisnis.com – Amerika Serikat (AS) menghadapi tekanan fiskal yang semakin besar setelah utang pemerintah federal menembus US$40 triliun. Jumlah tersebut menjadi rekor baru sekaligus menunjukkan meningkatnya beban keuangan negara.

Berdasarkan data Departemen Keuangan AS, utang federal mencapai US$40 triliun pada Selasa. Dengan asumsi kurs sekitar Rp17.940 per dolar AS, nilainya setara dengan sekitar Rp717.600 triliun atau Rp717 kuadriliun.

Kenaikan utang tersebut berlangsung dalam waktu relatif singkat. Dalam lima bulan terakhir, utang pemerintah AS bertambah sekitar US$1 triliun.

CEO Peter G. Peterson Foundation, Michael Peterson, memperingatkan bahwa tren tersebut dapat membuat utang AS terus meningkat secara signifikan.

“Jika melihat ke belakang, kita baru mencapai US$20 triliun kurang dari 10 tahun lalu,” di kutip dari berbagai sumber, Kamis (20/8/2026).

Mengapa Utang AS Jadi Masalah?

Besarnya utang bukan satu-satunya persoalan yang dihadapi pemerintah AS. Kecepatan pertumbuhan utang juga menjadi perhatian karena pemerintah masih mencatat defisit anggaran.

Dalam 10 bulan pertama tahun fiskal berjalan, defisit anggaran AS telah mencapai US$1,8 triliun. Kondisi tersebut menunjukkan pengeluaran pemerintah masih jauh lebih besar dibandingkan penerimaannya.

Faktor demografi turut menambah tekanan terhadap anggaran. Sekitar 10.000 warga Baby Boomer memasuki masa pensiun setiap hari. Pada saat yang sama, usia harapan hidup masyarakat AS semakin panjang.

Situasi tersebut meningkatkan kebutuhan anggaran untuk program Social Security dan Medicare.

Selain itu, kebijakan pemotongan pajak dan peningkatan belanja dalam beberapa tahun terakhir turut memperbesar kebutuhan pembiayaan pemerintah. Kebijakan pajak pada era Presiden Donald Trump serta berbagai program bantuan ekonomi selama pandemi Covid-19 menjadi bagian dari faktor tersebut.

Kenaikan utang juga terjadi lebih cepat dari perkiraan sebelumnya. Congressional Budget Office pada 2023 memperkirakan utang AS baru akan mencapai US$40 triliun pada 2028.

Beban Bunga Utang Ikut Melonjak

Persoalan lain muncul dari biaya yang harus dikeluarkan pemerintah untuk membayar bunga utang. Jumlah utang yang semakin besar, ditambah tingkat suku bunga yang tinggi, membuat beban bunga meningkat tajam.

Pembayaran bunga pemerintah AS diperkirakan menembus US$1 triliun pada tahun fiskal ini. Angka tersebut menjadi rekor baru.

Dalam lima tahun terakhir, biaya bunga utang pemerintah AS telah meningkat lebih dari tiga kali lipat. Pengeluaran tersebut kini hampir menyamai anggaran untuk Medicare dan menjadi salah satu pos belanja terbesar setelah Social Security.

“Utang kita menghasilkan lebih banyak utang. Ini menciptakan lingkaran setan,” kata analis dari Committee for a Responsible Federal Budget, Marc Goldwein.

Apakah AS Bisa Bangkrut?

Utang sebesar US$40 triliun tidak serta-merta membuat AS berada di ambang kebangkrutan. Negara tersebut masih memiliki posisi khusus dalam sistem keuangan global karena dolar AS menjadi mata uang utama dunia.

Selain itu, surat utang pemerintah AS atau Treasury masih menjadi salah satu aset yang banyak digunakan oleh investor global.

Meski demikian, peningkatan utang dapat memberikan tekanan yang semakin besar apabila tidak diimbangi dengan pengendalian fiskal. Dampaknya mulai terlihat dari pasar obligasi pemerintah AS.

Imbal hasil Treasury tenor 30 tahun pada Selasa mencapai level tertinggi sejak 2007. Sementara itu, imbal hasil Treasury 10 tahun berada di dekat level tertinggi selama masa jabatan kedua Trump.

Ketika investor melihat risiko fiskal pemerintah semakin tinggi, mereka dapat meminta imbal hasil yang lebih besar untuk membeli atau mempertahankan obligasi AS.

Kenaikan imbal hasil Treasury juga dapat berdampak lebih luas terhadap perekonomian. Treasury 10 tahun menjadi salah satu acuan bagi suku bunga kredit, termasuk KPR, pembiayaan kendaraan, dan pinjaman bisnis.

Artinya, kenaikan biaya utang pemerintah berpotensi ikut meningkatkan beban pembiayaan masyarakat dan dunia usaha.

Presiden organisasi nonpartisan Committee for a Responsible Federal Budget, Maya MacGuineas, mengatakan besarnya utang pemerintah pada akhirnya dapat dirasakan oleh masyarakat.

“Semakin banyak kita berutang, semakin besar tekanan terhadap inflasi, prioritas anggaran lainnya, dan kemampuan menghadapi keadaan darurat,” ujarnya.

AS Kehilangan Rating Kredit Sempurna

Kekhawatiran mengenai kondisi fiskal AS juga tercermin dari peringkat kredit negara tersebut. Pada 2025, Moody’s menurunkan peringkat utang AS.

Penurunan tersebut membuat AS kehilangan status sebagai negara yang memiliki rating kredit sempurna terakhir.

Meski begitu, peringkat utang AS masih tergolong sangat tinggi. Posisi tersebut juga masih berada di atas sejumlah negara maju seperti Prancis dan Jepang.

Tekanan utang sebenarnya bukan hanya dialami AS. Inggris, Prancis, Jerman, dan Jepang juga menghadapi tantangan fiskal, sementara imbal hasil obligasi pemerintah mereka berada di sekitar level tertinggi dalam beberapa tahun terakhir.

Dengan utang yang telah mencapai US$40 triliun dan berpotensi meningkat menuju US$50 triliun, tantangan AS bukan semata-mata kemampuan membayar utang.

Persoalan yang lebih besar adalah seberapa jauh beban utang tersebut akan mengurangi ruang pemerintah untuk membiayai program ekonomi dan menghadapi kebutuhan darurat pada masa mendatang.

Download Premium WordPress Themes Free
Download Nulled WordPress Themes
Download WordPress Themes Free
Download WordPress Themes
udemy course download free
download lenevo firmware
Premium WordPress Themes Download
free download udemy course
Tags: Beban Fiskalcobisnis.comDefisit ASEkonomi AmerikaTreasury ASUtang AmerikaUtang AS

Related Posts

Komisi XI DPR Buka Suara soal Purbaya Diganti Suahasil

Komisi XI DPR Buka Suara soal Purbaya Diganti Suahasil

by Hidayat Taufik
September 15, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com — Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Dolfie Othniel Frederic Palit menilai keputusan Presiden Prabowo Subianto menunjuk Suahasil...

Sosok Fahd A Rafiq, Kakak Fadia yang Terjaring OTT KPK

Sosok Fahd A Rafiq, Kakak Fadia yang Terjaring OTT KPK

by Hidayat Taufik
September 15, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Nama Fahd A Rafiq alias Fahd El Fouz atau FAR kembali menjadi sorotan setelah dikabarkan diamankan dalam...

Cuaca Tak Bersahabat, Tim Penyelam Tunda Pencarian Korban KM Virgo

Cuaca Tak Bersahabat, Tim Penyelam Tunda Pencarian Korban KM Virgo

by Hidayat Taufik
September 15, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com  - Upaya pencarian korban KM Virgo Transport 8 di Laut Jawa belum dapat dilakukan melalui penyelaman. Basarnas masih...

Girl group K-Pop ILLIT

ILLIT Siapkan Comeback dengan Mini Album Kelima

by Desti Dwi Natasya
September 15, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Girl group K-Pop ILLIT bersiap kembali menyapa penggemar lewat mini album kelima mereka yang bertajuk “BREAK EVEN”....

ASABRI Perkuat Tata Kelola Lewat Sinergi dengan JAMDATUN

ASABRI Perkuat Tata Kelola Lewat Sinergi dengan JAMDATUN

by Rizki Meirino
September 15, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – PT ASABRI (Persero) memperkuat tata kelola ASABRI melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Jaksa Agung Muda...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Adythia Pratam Bongkar Alasan Banyak Orang Sulit Dapat Kerja

Adythia Pratam Bongkar Alasan Banyak Orang Sulit Dapat Kerja

September 9, 2026
Generasi Muda Makin Terkoneksi, Tapi Justru Makin Terputus

Generasi Muda Makin Terkoneksi, Tapi Justru Makin Terputus

September 10, 2026
Feri Irwandi Ungkap Alasan Buka Patungan untuk Hutan di Kalimantan

Feri Irwandi Ungkap Alasan Buka Patungan untuk Hutan di Kalimantan

September 13, 2026
Menurut Ferry Irwandi, Ekonomi Berawal dari Pilihan Manusia

Menurut Ferry Irwandi, Ekonomi Berawal dari Pilihan Manusia

September 8, 2026
Minum Teh - pexels/John Diez

Pakar Nutrisi: 3 Kebiasaan Sehari-hari untuk Keluarga yang Lebih Sehat

September 15, 2026
Komisi XI DPR Buka Suara soal Purbaya Diganti Suahasil

Komisi XI DPR Buka Suara soal Purbaya Diganti Suahasil

September 15, 2026
Sosok Fahd A Rafiq, Kakak Fadia yang Terjaring OTT KPK

Sosok Fahd A Rafiq, Kakak Fadia yang Terjaring OTT KPK

September 15, 2026
Kesepian Bukan Selalu Soal Sendiri, Ini yang Terjadi pada Anak Muda

Kesepian Bukan Selalu Soal Sendiri, Ini yang Terjadi pada Anak Muda

September 15, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved