• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Monday, August 24, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Ekonomi Bisnis

Unilever Indonesia Ungkap Potensi Rantai Nilai Daur Ulang Sampah Plastik dan Pentingnya Digitalisasi Bank Sampah

Nina Karlita by Nina Karlita
August 19, 2020
in Ekonomi Bisnis
0
Unilever Indonesia Ungkap Potensi Rantai Nilai Daur Ulang Sampah Plastik dan Pentingnya Digitalisasi Bank Sampah

Cobisnis.com – Sebagai perusahaan yang memiliki komitmen jangka panjang untuk turut menangani permasalahan sampah plastik di Indonesia dari hulu ke hilir, PT Unilever Indonesia, Tbk. hari ini merilis hasil studi tentang rantai nilai sampah plastik di Pulau Jawa, yang salah satunya menunjukkan bahwa ternyata baru sekitar 11,83% sampah plastik yang sudah didaur ulang. Melihat fakta ini, sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan laju daur ulang sampah plastik pasca konsumsi, Unilever Indonesia mendorong digitalisasi Bank Sampah melalui kolaborasi dengan Google My Business. Digitalisasi ini memungkinkan masyarakat untuk lebih mudah menemukan Bank Sampah, sehingga masyarakat yang sudah memilah sampah dari rumah akan bisa menyalurkan sampahnya dengan tepat, tidak terbuang ke TPA.

Nurdiana Darus, Head of Corporate Affairs and Sustainability PT Unilever Indonesia, Tbk. menyampaikan, “Permasalahan pengelolaan sampah plastik maupun pengelolaan sampah secara keseluruhan memerlukan perhatian serius dari kita semua. Sebagai pihak produsen, paling lambat pada tahun 2025, Unilever secara global berkomitmen untuk mengurangi setengah dari penggunaan plastik baru, mempercepat penggunaan plastik daur ulang, serta mengumpulkan dan memproses kemasan plastik lebih banyak daripada yang dijualnya.” 

“Dalam upaya mewujudkan komitmen tersebut, kami melihat bahwa perubahan pola pikir, kebiasaan, hingga ke tatanan sistem saat ini dibutuhkan untuk memastikan bahwa plastik tidak melulu menjadi sumber masalah, bahkan justru memberikan keuntungan bagi kita. Untuk itu, dibutuhkan kolaborasi dari berbagai pihak, mulai dari pemerintah, pihak produsen seperti Unilever, dan juga seluruh lapisan masyarakat,” lanjut Nurdiana. 

Guna membantu meningkatkan laju pengumpulan dan daur ulang kemasan plastik pasca konsumsi, Unilever Indonesia ingin memahami pemetaan mata rantai kemasan pasca konsumsi yang dapat didaur ulang; termasuk data mengenai pelaku pendaur ulang, potensi pasokan, model bisnis, dan kerangka kerja proses pengumpulan kemasan yang dapat didaur ulang. Untuk itu, sepanjang Oktober 2019 hingga 20 Februari 2020, Unilever Indonesia bekerja sama dengan Sustainable Waste Indonesia (SWI) dan Indonesian Plastic Recyclers (IPR) melakukan sebuah studi mengenai tentang rantai nilai sampah plastik, khususnya di Pulau Jawa. 

Dini Trisyanti selaku Direktur SWI mengungkapkan hasil studi tersebut, “Masyarakat di perkotaan Pulau Jawa menghasilkan sekitar 189.000 ton/bulan atau 6.300 ton/hari sampah plastik, dan hanya sekitar 11,83% atau kurang lebih 22.000 ton/bulan yang dikumpulkan kemudian didaur ulang. Sekitar 88,17% masih diangkut ke TPA atau berserakan di lingkungan.”

“Selain itu, penyerapan sampah plastik pasca konsumsi di Pulau Jawa masih sangat rendah, yakni baru sekitar 0,09 juta ton plastik per tahun dibandingkan dengan kapasitas daur ulang plastik nasional yang berada dikisaran 1,65 juta ton plastik per tahun. Dibutuhkan intervensi dan kolaborasi dari berbagai pihak untuk menjembatani kesenjangan ini, termasuk dari sisi teknologi dan inovasi.” 

Unilever Indonesia berharap studi ini akan bermanfaat bagi sesama pelaku industri, membantu meningkatkan kehidupan dan penghidupan semua pihak yang terlibat di dalam mata rantai kemasan daur ulang, serta menjadi pembelajaran nyata yang nantinya dapat membantu para pembuat kebijakan dan pemangku kepentingan untuk lebih mempertajam strategi pengelolaan kemasan pasca konsumsi sekaligus memetakan potensi ekonomi sirkulernya.

Selanjutnya, temuan lain pada studi ini menunjukkan bahwa dari sekitar 22.000 ton sampah plastik yang dikumpulkan, 83% berasal dari pemulung, 15,2% dari Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) ataupun Tempat Pengolahan Sampah 3R (TPS3R), dan hanya 1,5% berasal dari Bank Sampah. Hal ini menunjukkan peran Bank Sampah sebagai salah satu pihak yang memiliki fungsi strategis dalam mengatasi dampak sampah pasca konsumsi masih perlu ditingkatkan.

Maya Tamimi selaku Head of Division Environment & Sustainability Unilever Indonesia Foundation menerangkan, “Percaya akan potensi dan manfaat Bank Sampah yang begitu besar, sejak 2008 Unilever Indonesia Foundation mulai mengenalkan program Bank Sampah berbasis komunitas. Hingga saat ini Unilever telah membangun 3.858 unit bank sampah dan telah mengurangi sebanyak 12.487 ton sampah non-organik.” 

“Menurut pengamatan kami, salah satu kendala yang masih menghambat peranan Bank Sampah adalah aksesibilitas, yaitu belum meratanya penyebaran informasi mengenai lokasi Bank Sampah. Di era teknologi seperti sekarang, digitalisasi bank sampah dapat membantu memudahkan masyarakat mengakses dan memanfaatkan Bank Sampah terdekat,” jelas Maya.

Related Posts

Andoni Iraola menilai Liverpool tak harus mendatangkan gelandang baru untuk mengatasi masalah pertahanan setelah bermain imbang melawan Newcastle.

Iraola Nilai Liverpool Tak Butuh Gelandang Baru

by Desti Dwi Natasya
August 24, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Liverpool kembali menjadi sorotan setelah hanya mampu bermain imbang 2-2 melawan Newcastle United pada lanjutan Premier League....

Gelombang panas diperkirakan melanda sebagian besar Jepang dengan suhu mencapai 39 derajat Celsius, sementara peringatan heatstroke berlaku di 31 prefektur.

Jepang Hadapi Suhu Ekstrem hingga 39 Derajat

by Desti Dwi Natasya
August 24, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Gelombang panas ekstrem diperkirakan melanda sebagian besar wilayah barat dan timur Jepang dengan suhu siang hari yang berpotensi...

Presiden UEFA Aleksander Ceferin

Ceferin Desak Infantino Tinggalkan Kursi FIFA

by Desti Dwi Natasya
August 24, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Posisi Gianni Infantino sebagai Presiden FIFA semakin tertekan setelah Presiden UEFA Aleksander Ceferin mendesaknya untuk mempertimbangkan pengunduran...

Bendera Arab

Mengapa Arab Saudi Tak Rayakan Maulid Nabi?

by Desti Dwi Natasya
August 24, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.ccom - Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi momentum yang diperingati umat Islam di berbagai negara, tetapi tradisi tersebut tidak...

Demo Besar 27 Agustus, Sejumlah Tuntutan Bakal Disuarakan di Jakarta

Demo Besar 27 Agustus, Sejumlah Tuntutan Bakal Disuarakan di Jakarta

by Hidayat Taufik
August 24, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Sejumlah elemen masyarakat dari berbagai wilayah bersiap mendatangi Jakarta untuk mengikuti aksi pada 27 Agustus 2026. Massa...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Jepang Timur Diguncang Gempa M 5,9, 37 Orang Terluka

Jepang Timur Diguncang Gempa M 5,9, 37 Orang Terluka

August 24, 2026
Karhutla Meluas di 9 Polda, 72 Orang Jadi Tersangka

Karhutla Meluas di 9 Polda, 72 Orang Jadi Tersangka

August 24, 2026
Gelombang PHK 2026, 43.805 Pekerja Kehilangan Pekerjaan

Gelombang PHK 2026, 43.805 Pekerja Kehilangan Pekerjaan

August 24, 2026
Gempa M5,8 Guncang Mbay NTT, Disusul M5,0 di Ruteng

Gempa Pangandaran M 4,1 Dirasakan hingga Cianjur Selatan

August 24, 2026
Andoni Iraola menilai Liverpool tak harus mendatangkan gelandang baru untuk mengatasi masalah pertahanan setelah bermain imbang melawan Newcastle.

Iraola Nilai Liverpool Tak Butuh Gelandang Baru

August 24, 2026
Gelombang panas diperkirakan melanda sebagian besar Jepang dengan suhu mencapai 39 derajat Celsius, sementara peringatan heatstroke berlaku di 31 prefektur.

Jepang Hadapi Suhu Ekstrem hingga 39 Derajat

August 24, 2026
Presiden UEFA Aleksander Ceferin

Ceferin Desak Infantino Tinggalkan Kursi FIFA

August 24, 2026
Bendera Arab

Mengapa Arab Saudi Tak Rayakan Maulid Nabi?

August 24, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved