• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Friday, October 16, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Sport

Tambahan Waktu Laga Indonesia Dipertanyakan Malaysia, FIFA Diminta Jelaskan

Hidayat Taufik by Hidayat Taufik
October 3, 2026
in Sport
0
Tambahan Waktu Laga Indonesia Dipertanyakan Malaysia, FIFA Diminta Jelaskan

JAKARTA, Cobisnis.com — Kemenangan telak Timnas Indonesia 9-2 atas Bangladesh pada FIFA ASEAN Cup 2026 menimbulkan polemik mengenai tambahan waktu pertandingan.

Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) mempertanyakan perubahan durasi injury time pada babak kedua laga yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Kamis (1/10/2026).

Menurut FAM, papan pertandingan awalnya memperlihatkan tambahan waktu selama dua menit. Angka tersebut kemudian berubah menjadi tujuh menit.

FAM akan meminta penjelasan kepada FIFA terkait perubahan tersebut. Klarifikasi yang diminta mencakup alasan perubahan, prosedur perangkat pertandingan, serta situasi yang menjadi pertimbangan dalam menentukan tambahan waktu.

Persoalan ini menjadi perhatian karena dua gol Indonesia tercipta pada penghujung pertandingan. Kevin Diks mencetak gol pada menit 90+6, sebelum Mitchell Lee Baker mencetak gol berikutnya pada menit 90+7.

“FAM akan mengajukan permintaan resmi kepada FIFA untuk meminta klarifikasi mengenai dasar, prosedur, dan situasi yang menyebabkan perubahan durasi tambahan waktu,” kata FAM dikutip dari The Star, dikutip dari berbagai sumber, Sabtu (3/10/2026).

FAM menegaskan permintaan klarifikasi tersebut tidak berkaitan dengan upaya menggugat hasil pertandingan. Mereka menyebut fokusnya adalah memperoleh penjelasan mengenai prosedur yang diterapkan selama pertandingan.

Isu tersebut kemudian berkembang di media sosial. Sejumlah pengguna asal Malaysia mempertanyakan perubahan tambahan waktu dan mendorong FIFA untuk menelusuri persoalan tersebut.

Beberapa komentar di media sosial bahkan menyebut dugaan manipulasi waktu dan pengaturan pertandingan. Namun, hingga kini belum ada pernyataan resmi dari FIFA maupun otoritas sepak bola yang menyatakan pertandingan Indonesia-Bangladesh terbukti mengalami pengaturan skor.

Penjelasan dari Warganet Indonesia

Perdebatan terkait tambahan waktu juga mendapat respons dari pengguna media sosial di Indonesia. Mereka menilai durasi tujuh menit dapat berkaitan dengan sejumlah penghentian permainan yang terjadi sepanjang babak kedua.

Perhatian kemudian tertuju pada papan elektronik yang sempat menampilkan angka 2. Salah seorang pengguna Threads menduga angka tersebut bukan menunjukkan injury time, melainkan berkaitan dengan pergantian pemain Bangladesh.

Ia juga menyoroti perbedaan warna angka yang ditampilkan pada papan elektronik tersebut.

“Jadi intinya simple. Papan yang diangkat itu, kayaknya belum/salah setting. Seharusnya angka 7 di warna merah. Tapi board munculin 2 di angka hijau,” tulis salah satu pengguna Threads.

Penjelasan tersebut tidak langsung diterima oleh sejumlah pengguna Malaysia. Mereka mempertanyakan dasar klaim tersebut dan meminta bukti terkait fungsi angka yang muncul pada papan.

Sampai sekarang, dugaan mengenai kesalahan pengaturan papan elektronik masih sebatas pembahasan di media sosial. Belum ada keterangan resmi dari perangkat pertandingan, FIFA, atau penyelenggara yang mengonfirmasi dugaan tersebut.

Indonesia dan Malaysia Bersaing di Grup A

Persoalan injury time menjadi semakin ramai karena Indonesia dan Malaysia bersaing ketat untuk mendapatkan tiket ke final FIFA ASEAN Cup 2026 dari Grup A.

Laga terakhir kedua tim berlangsung secara bersamaan pada Kamis (1/10/2026). Indonesia menjamu Bangladesh di Jakarta, sementara Malaysia menghadapi Singapura di Bandung.

Menjelang pertandingan terakhir, Indonesia dan Malaysia sama-sama mengantongi poin yang sama. Malaysia masih berada di posisi atas karena memiliki keunggulan dalam selisih dan produktivitas gol.

Malaysia kemudian menundukkan Singapura dengan skor 6-0. Kemenangan tersebut menjadi salah satu hasil terbesar Malaysia dalam pertemuan dengan Singapura.

Di pertandingan lain, Indonesia mencatat skor 9-2 atas Bangladesh.

Kedua tim sama-sama menutup fase grup dengan tujuh poin dan selisih gol +9. Penentuan posisi kemudian mengacu pada jumlah gol yang berhasil dicetak masing-masing tim.

Indonesia mencatat 11 gol sepanjang fase grup. Sementara itu, Malaysia mengoleksi sembilan gol.

Dua gol Indonesia pada masa tambahan waktu turut berpengaruh terhadap posisi akhir klasemen. Indonesia pun memastikan tempat di final FIFA ASEAN Cup 2026.

Malaysia, di sisi lain, harus melanjutkan perjuangan melalui pertandingan perebutan tempat ketiga yang dijadwalkan berlangsung pada 5 Oktober.

Download Premium WordPress Themes Free
Download WordPress Themes
Download Nulled WordPress Themes
Download Best WordPress Themes Free Download
lynda course free download
download intex firmware
Download WordPress Themes Free
free download udemy course
Tags: ASEAN Cup 2026cobisnis.comFIFAIndonesiaMalaysiaTimnas Indonesiawaktu tambahan

Related Posts

Prabowo Copot Suharyanto, Kristomei Sianturi Resmi Pimpin BNPB

Prabowo Copot Suharyanto, Kristomei Sianturi Resmi Pimpin BNPB

by Hidayat Taufik
October 15, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com — Presiden Prabowo Subianto memberhentikan Suharyanto dari jabatan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Sebagai penggantinya, Prabowo menunjuk...

Karhutla Jadi Perhatian, Legislator Miris Ada OTT di BNPB

Karhutla Jadi Perhatian, Legislator Miris Ada OTT di BNPB

by Hidayat Taufik
October 15, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com — Anggota Komisi VIII DPR RI Selly Andriany Gantina menyatakan keprihatinannya atas operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan...

Pulang Kerja Terasa Melelahkan? Ini Tips Pulihkan Energi

Pulang Kerja Terasa Melelahkan? Ini Tips Pulihkan Energi

by Hidayat Taufik
October 15, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com — Rasa lelah setelah bekerja tidak selalu disebabkan oleh aktivitas fisik. Tekanan pekerjaan, komunikasi dengan banyak orang, hingga...

Polemik ‘Pasal Gibran Banget’ Memanas, Denny Adukan KPU ke DKPP

Polemik ‘Pasal Gibran Banget’ Memanas, Denny Adukan KPU ke DKPP

by Hidayat Taufik
October 15, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Mantan Wakil Menteri Hukum dan HAM Denny Indrayana bersama sejumlah pihak melaporkan anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU)...

Singapura siap membantu Indonesia mengatasi karhutla dan dampak kabut asap, sekaligus mendorong kerja sama regional untuk melindungi kesehatan masyarakat.

Singapura Tawarkan Bantuan untuk Atasi Kabut Asap Indonesia

by Desti Dwi Natasya
October 15, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Singapura menyatakan kesiapan membantu Indonesia mengatasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang memicu kabut asap lintas negara,...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
AIA Healthiest Schools Kembali, Buka Ruang bagi Sekolah untuk Berinovasi

AIA Healthiest Schools Kembali, Buka Ruang bagi Sekolah untuk Berinovasi

October 15, 2026
Sinergi Multi Rangkul Denico, Ekspansi ke Pasar Global

Sinergi Multi Rangkul Denico, Ekspansi ke Pasar Global

October 15, 2026
OTT KPK di BNPB: Rp3,3 Miliar, Aset Kripto, dan Emas Disita

OTT KPK di BNPB: Rp3,3 Miliar, Aset Kripto, dan Emas Disita

October 15, 2026
BSI International Expo 2026 digelar pada 23–25 Oktober di JICC dengan 426 tenant, promosi produk lokal, dan beragam aktivitas halal lifestyle.

BSI Ajak Gen Z Bawa Brand Lokal Mendunia

October 15, 2026
Pekerja Kantoran Harus Banyak Bergerak - pexels/Vitaly Gariev

Seberapa Sering Pekerja Kantoran Harus Banyak Bergerak demi Menajaga Kesehatan?

October 15, 2026
Ilustrasi Seseorang Terkena Gangguan Kesehatan Mental - pexels/Liza Summer

Kelompok Muda Paling Rentan, Kemenkes: 9 dari 10 Orang dengan Depresi Belum Terjangkau Layanan Kesehatan

October 15, 2026
Di Tengah Tekanan Geopolitik, Menpar Ajak GIPi Perkuat Ekosistem Pariwisata Nasional

Di Tengah Tekanan Geopolitik, Menpar Ajak GIPi Perkuat Ekosistem Pariwisata Nasional

October 15, 2026
Prabowo Copot Suharyanto, Kristomei Sianturi Resmi Pimpin BNPB

Prabowo Copot Suharyanto, Kristomei Sianturi Resmi Pimpin BNPB

October 15, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved