JAKARTA, Cobisnis.com – Sejumlah negara di Timur Tengah mengecam keras pernyataan Duta Besar Amerika Serikat untuk Israel, Mike Huckabee, yang dinilai memberikan dukungan terhadap gagasan Israel menguasai wilayah luas di kawasan tersebut.
Dalam wawancara dengan komentator konservatif AS Tucker Carlson, Huckabee ditanya mengenai ayat Alkitab yang menyebut wilayah termasuk sebagian Mesir, Suriah, dan Irak dijanjikan secara ilahi kepada bangsa Yahudi. Carlson menyebut bahwa menurut Perjanjian Lama, batas wilayah tersebut “pada dasarnya mencakup seluruh Timur Tengah.”
Saat ditekan apakah Israel memiliki hak atas wilayah itu, Huckabee sempat menjawab, “Tidak yakin kita akan sejauh itu.” Namun ketika kembali didesak, ia menyatakan, “Tidak masalah jika mereka mengambil semuanya,” sebelum menambahkan bahwa hal itu bukan topik yang sedang dibahas saat ini.
Pernyataan tersebut dinilai sebagai penyimpangan yang belum pernah terjadi sebelumnya dari kebijakan luar negeri tradisional Amerika Serikat. Bahkan, komentar itu dianggap melampaui sikap yang secara terbuka disuarakan sebagian kelompok sayap kanan di Israel.
Pada Minggu, hampir seluruh negara Timur Tengah kecuali Israel mengeluarkan pernyataan bersama yang mengecam komentar Huckabee. Pernyataan yang dipimpin Uni Emirat Arab dan didukung Arab Saudi, Mesir, Yordania, serta Qatar menyebut komentar tersebut sebagai “berbahaya dan provokatif.” Sejumlah negara mayoritas Muslim di luar kawasan seperti Turki, Indonesia, dan Pakistan juga turut menandatangani kecaman tersebut.
Negara-negara Arab dan Islam itu menyatakan pernyataan Huckabee merupakan “pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional” dan berpotensi menggagalkan rencana Presiden Donald Trump terkait Gaza yang sempat disampaikan dalam pertemuan Board of Peace di Washington pekan ini.
Mereka menegaskan bahwa kelanjutan kebijakan ekspansionis dan langkah-langkah ilegal Israel hanya akan memicu kekerasan dan konflik lebih luas di kawasan serta merusak peluang perdamaian. Mereka juga menyerukan penghentian pernyataan-pernyataan yang dinilai menghasut tersebut.
Kementerian Luar Negeri Palestina pada Sabtu menyatakan komentar Huckabee “bertentangan dengan fakta agama dan sejarah, hukum internasional, serta posisi yang disampaikan Presiden Donald Trump yang menolak aneksasi Tepi Barat.”
Sebelumnya, pada November 2024, tak lama setelah Trump menunjuk Huckabee sebagai duta besar untuk Israel, ia secara terbuka menyatakan dukungannya terhadap aneksasi Tepi Barat yang diduduki. Namun pada September lalu, Trump mengatakan, “Saya tidak akan mengizinkan Israel menganeksasi Tepi Barat. Itu tidak akan terjadi.”
Hingga kini, Departemen Luar Negeri AS belum memberikan komentar resmi atas pernyataan kontroversial tersebut.













