JAKARTA, Cobisnis.com – Apakah kamu tim yang suka tidur dengan lampu padam atau lampu menyala? Bagi sebagian orang yang mungkin takut dengan kegelapan, mereka lebih nyaman tidur dengan lampu menyala atau menggunakan lampu tidur yang redup.
Ternyata, tidur dengan lampu yang menyala malah menimbulkan masalah kesehatan. Bahaya lampu tidur atau menyalakan lampu saat tidur mungkin masih terdengar asing bagi beberapa orang.
Melansir dari indianexpress, Kamis (13/08/2026), menurut Dr. Pooja T, Spesialis Paru Senior di Rumah Sakit Aster RV, Bangalore, India mengungkapkan bahkan pencahayaan dekoratif yang redup pun dapat mengganggu seberapa nyenyak dan berkualitas kita tidur.
“Cahaya buatan apa pun selama tidur dapat mengganggu kemampuan otak. Maka sebaiknya tidurlah dalam keadaan lampu yang gelap,” jelasnya.
Jadi, paparan cahaya lampu di malam hari dapat mengurangi tidur nyenyak (tidur gelombang lambat) dan tidur REM (Rapid Eye Movement), tahapan yang paling penting untuk pemulihan fisik, daya ingat, dan keseimbangan emosional. Sehingga, besoknya kamu bangun dengan perasaan tidak segar, linglung, dan lebih lelah di siang hari.
Bahkan cahaya redup pun dapat memengaruhi jam biologis tubuh. Banyak orang berasumsi bahwa lampu tidur terlalu redup lebih baik daripada menyalakan lampu.
“Bahkan cahaya sekitar dengan intensitas rendah pun dapat menekan produksi melatonin,” kata Dr. Pooja.
Melatonin adalah hormon yang memberi sinyal kepada tubuh bahwa sudah waktunya untuk tidur. Ketika ada cahaya, terutama di malam hari, otak menerima sinyal yang beragam dan dapat menunda pelepasan melatonin yang cukup.
Hal ini dapat mengganggu ritme sirkadian, yaitu jam internal tubuh yang mengatur siklus tidur dan bangun. Seiring waktu, paparan cahaya secara teratur di malam hari dapat mempersulit untuk tertidur dan bahkan dapat menggeser jadwal tidur alami.
Lebih lanjut, Dr. Pooja mengungkapkan, tidak semua lampu tidur berbagai warna memengaruhi tidur dengan cara yang sama.
“Lampu berwarna biru atau bernuansa dingin memiliki dampak terkuat pada penekanan melatonin karena sangat mirip dengan cahaya siang hari. Lampu-lampu ini sering ditemukan dalam warna putih atau lampu LED. Warna kuning hangat atau kuning tua cukup mengganggu, tetapi tetap tidak ideal untuk paparan sepanjang malam,” bebernya.
Lantas, bagi yang tidak bisa tidur dengan lampu padam bagaimana?
Dr. Pooja menyarankan untuk menggunakan sedikit cahata dengan menggunakan lampu tidur yang sangat redup dan berwarna hangat.
“Dari perspektif kesehatan tidur, hal itu tidak disarankan. Idealnya, kamar tidur harus segelap mungkin untuk mendukung tidur alami. Jika membutuhkan sedikit cahaya untuk kenyamanan atau keamanan, lebih baik gunakan lampu tidur yang sangat redup dan berwarna hangat, diletakkan rendah dan jauh dari pandangan langsung. Menggunakan pengatur waktu sebelum tidur,” jelasnya.













![The logo for “NCT 10th Anniversary [NCT 2026]](https://s3-id-jkt-1.kilatstorage.id/cobisnis/2026/08/WhatsApp-Image-2026-08-13-at-16.52.36-120x86.jpeg)