• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Sunday, October 25, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home News

Terduga Pelaku Teror Bondi Dipicu Ideologi ISIS, Sempat Bepergian Ke Wilayah Ekstremis Di Filipina

Zahra Zahwa by Zahra Zahwa
December 16, 2025
in News
0
Terduga Pelaku Teror Bondi Dipicu Ideologi ISIS, Sempat Bepergian Ke Wilayah Ekstremis Di Filipina

JAKARTA, Cobisnis.com – Dua terduga pelaku serangan teror di Bondi Beach, Sydney, yang merupakan ayah dan anak, disebut didorong oleh ideologi Negara Islam atau Islamic State (ISIS). Kepolisian Australia menyatakan, keduanya juga baru-baru ini melakukan perjalanan ke wilayah di Filipina yang selama bertahun-tahun dikenal sebagai pusat ekstremisme.

Kedua tersangka adalah Sajid Akram (50), yang tewas dalam baku tembak dengan polisi, serta putranya, Naveed Akram (24), yang kini berada dalam pengawasan di rumah sakit dan diperkirakan akan menghadapi dakwaan berat. Serangan yang terjadi pada Minggu tersebut menewaskan 15 orang dan menyasar warga Yahudi Australia yang tengah merayakan malam pertama Hanukkah, menjadikannya salah satu penembakan massal terburuk di negara itu dalam hampir 30 tahun terakhir.

Pejabat kontraterorisme Australia meyakini keduanya menjalani pelatihan bergaya militer saat berada di Filipina selatan bulan lalu, menurut laporan lembaga penyiaran publik ABC. Polisi juga menemukan dua bendera ISIS buatan sendiri di dalam kendaraan yang terdaftar atas nama tersangka muda. Padahal, Naveed sebelumnya sempat dinilai oleh badan keamanan dalam negeri Australia tidak menimbulkan ancaman.

Perdana Menteri Australia Anthony Albanese menyebut serangan tersebut tampaknya terinspirasi oleh ideologi ekstremis ISIS. Polisi New South Wales menambahkan bahwa kendaraan milik Naveed juga berisi bahan peledak rakitan. Albanese menegaskan, bukti berupa bendera ISIS menunjukkan bahwa “penyimpangan radikal terhadap Islam adalah masalah nyata”, baik di Australia maupun secara global.

Pihak berwenang meyakini kedua pelaku tidak tergabung dalam sel teroris yang lebih besar, sehingga relatif sulit terdeteksi. Namun, Naveed Akram ternyata pernah diselidiki oleh Australian Security Intelligence Organisation (ASIO) selama enam bulan pada 2019 karena keterkaitannya dengan dua orang yang kemudian dipenjara. Penyelidikan tersebut berakhir dengan kesimpulan tidak ada bukti radikalisasi, sehingga ia tidak berada dalam pemantauan lanjutan. Kini, aparat tengah menyelidiki apakah radikalisasi lebih lanjut terjadi setelah periode tersebut.

Seorang imam yang pernah mengajar Naveed mengaji Al-Qur’an menyatakan mengecam keras aksi kekerasan tersebut. Ia menegaskan tidak semua orang yang mempelajari Al-Qur’an memahami atau mengamalkan ajarannya, dan kasus ini mencerminkan hal tersebut.

Polisi juga tengah mendalami perjalanan Sajid dan Naveed Akram ke Filipina pada November lalu. Otoritas Filipina mengonfirmasi keduanya tiba bersama pada 1 November dan menuju Davao, sebuah kota besar di Pulau Mindanao, sebelum meninggalkan negara itu pada 28 November. Mindanao dikenal sebagai wilayah yang lama dilanda terorisme dan menjadi basis sejumlah kelompok militan, termasuk Abu Sayyaf dan kelompok Maute, yang pernah menguasai Kota Marawi pada 2017.

ASIO sendiri menyebut Filipina sebagai salah satu hotspot bagi Islamic State East Asia (ISEA), cabang regional ISIS. Meski tidak ada hubungan langsung yang diketahui antara ISEA dan Australia, sebelumnya pernah ada keterkaitan warga Australia dengan kelompok teroris di Filipina.

Kedua tersangka diketahui tinggal di wilayah Bonnyrigg, Sydney Barat. Sajid Akram, yang berprofesi sebagai pedagang buah, merupakan pemegang lisensi senjata api untuk berburu rekreasi. Polisi menyita enam senjata api miliknya dari dua lokasi, termasuk rumah dan sebuah penginapan Airbnb. Sementara itu, Naveed Akram, yang bekerja sebagai tukang bangunan, lahir di Australia, sedangkan ayahnya berimigrasi pada 1998 menggunakan visa pelajar sebelum beralih ke visa pasangan.

Rekaman video yang diverifikasi menunjukkan Naveed cukup terampil menggunakan senapan bolt-action, menembakkan empat peluru dalam waktu sekitar lima detik dari jembatan pejalan kaki yang menghadap Bondi Beach.

Premium WordPress Themes Download
Premium WordPress Themes Download
Download WordPress Themes Free
Download Best WordPress Themes Free Download
udemy free download
download intex firmware
Download WordPress Themes
udemy course download free
Tags: australiaBondiBeachcobisnis.comISISTerorisme

Related Posts

Bukan Cuma Pikiran, Ini 6 Gejala Fisik Saat Kamu Cemas

Bukan Cuma Pikiran, Ini 6 Gejala Fisik Saat Kamu Cemas

by Hidayat Taufik
October 25, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Kecemasan dapat muncul dalam berbagai situasi, mulai dari menghadapi ujian hingga menunggu kabar yang penting. Meski wajar...

Monako Ungguli Puluhan Destinasi, Jadi Negara Terbaik untuk Ditinggali pada 2026

Monako Ungguli Puluhan Destinasi, Jadi Negara Terbaik untuk Ditinggali pada 2026

by Hidayat Taufik
October 25, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Monako dinobatkan sebagai tempat tinggal terbaik di dunia pada 2026 berdasarkan Nomad Lifestyle Index yang dirilis Nomad...

Diakui Dunia, Indonesia Jadi Negara Paling Ramah Keempat pada 2026

Diakui Dunia, Indonesia Jadi Negara Paling Ramah Keempat pada 2026

by Hidayat Taufik
October 25, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Indonesia berhasil menempati peringkat keempat sebagai negara paling ramah di dunia pada 2026 berdasarkan Readers' Choice Awards...

Daftar 10 Negara Penghasil Emas Terbanyak pada 2026, RI Masuk?

Daftar 10 Negara Penghasil Emas Terbanyak pada 2026, RI Masuk?

by Hidayat Taufik
October 25, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Produksi emas dunia masih didominasi sejumlah negara dengan industri pertambangan berskala besar. Berdasarkan data Mineral Commodity Summaries...

Mendagri Dorong Pemda Sisihkan Dana untuk Renovasi Rumah Warga

Mendagri Dorong Pemda Sisihkan Dana untuk Renovasi Rumah Warga

by Hidayat Taufik
October 25, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian meminta pemerintah daerah mengalokasikan anggaran untuk memperbaiki rumah warga yang kondisinya tidak...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Auto Draft

HUT ke-21 Dihadiri 11.300 Anggota, Ling Tien Kung Perkuat Ekspansi

October 25, 2026
Mayapada Neuro Connect 2026 Perkuat Penanganan Saraf dan Otak

Bakom Perkuat Sinergi Pusat dan Daerah Jaga Kepercayaan Publik

October 25, 2026
Mayapada Neuro Connect 2026 Perkuat Penanganan Saraf dan Otak

Mayapada Neuro Connect 2026 Perkuat Penanganan Saraf dan Otak

October 25, 2026
Mayapada Neuro Connect 2026 Perkuat Penanganan Saraf dan Otak

Bakom Dorong Komunikasi Pemerintah yang Lebih Banyak Mendengar

October 25, 2026
Riyadh Memanas! Saudi Klaim Berhasil Cegat Rudal Balistik Houthi

Riyadh Memanas! Saudi Klaim Berhasil Cegat Rudal Balistik Houthi

October 25, 2026
Bukan Cuma Pikiran, Ini 6 Gejala Fisik Saat Kamu Cemas

Bukan Cuma Pikiran, Ini 6 Gejala Fisik Saat Kamu Cemas

October 25, 2026
Singkong Lampung Naik Kelas, Harga Tembus Rp3.000 per Kg

Singkong Lampung Naik Kelas, Harga Tembus Rp3.000 per Kg

October 25, 2026
Nataru Belum Tiba, Harga Cabai Sudah Tembus Rp102 Ribu per Kg

Nataru Belum Tiba, Harga Cabai Sudah Tembus Rp102 Ribu per Kg

October 25, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved