• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Monday, October 26, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home News

Tanpa Makanan, Tanpa Bahan Bakar, Tanpa Turis: Kehidupan Di Kuba Lumpuh Di Bawah Tekanan AS

Zahra Zahwa by Zahra Zahwa
February 19, 2026
in News
0
Tanpa Makanan, Tanpa Bahan Bakar, Tanpa Turis: Kehidupan Di Kuba Lumpuh Di Bawah Tekanan AS

JAKARTA, Cobisnis.com – Kuba kini menghadapi salah satu masa ketidakpastian ekonomi paling dalam dalam beberapa dekade terakhir, setelah tekanan dari Amerika Serikat membuat pasokan bahan bakar menipis dan sektor pariwisata nyaris berhenti total. Sopir mobil klasik asal Havana, Mandy Pruna, mengenang dengan senyum penuh nostalgia masa ketika wisatawan Amerika membanjiri Kuba usai Presiden AS saat itu, Barack Obama, memulihkan hubungan diplomatik dengan pulau tersebut pada 2015.

Saat itu, Pruna dan Chevrolet merah 1957 miliknya selalu kebanjiran pelanggan. Ia mengaku banyak selebritas dunia seperti Will Smith, Rihanna, dan Kim Kardashian yang membayar mahal untuk menikmati tur mobil klasik bersamanya. Mobilnya bahkan menjadi salah satu dari tiga kendaraan vintage Amerika yang dipilih diplomat AS sebagai latar upacara pengibaran bendera di Kedutaan Besar AS di Havana, menandai pemulihan resmi hubungan kedua negara setelah puluhan tahun bermusuhan.

“Semua sektor masyarakat merasakan manfaatnya. Orang-orang mengecat rumah, membuka bisnis baru. Bagi saya itu luar biasa. Itu era terbaik pariwisata Kuba,” ujar Pruna.

Namun situasi kini berbalik drastis. Di bawah pemerintahan Presiden AS Donald Trump, aliran minyak ke Kuba terhenti. Melalui tekanan terhadap Venezuela dan ancaman tarif terhadap Meksiko, Washington berupaya memaksa pemerintah komunis Kuba melakukan reformasi politik dan ekonomi besar-besaran.

Kuba disebut tidak lagi memiliki sekutu yang bersedia memasok ratusan juta dolar bahan bakar yang dibutuhkan untuk menggerakkan perekonomian. Persediaan minyak yang tersisa di pulau itu pun semakin menipis. Kehilangan bahan bakar dan wisatawan sekaligus menjadi pukulan telak bagi warga seperti Pruna.

“Saya butuh bensin untuk bekerja, saya butuh turis untuk bekerja,” katanya.

Krisis ini membuat kehidupan di negara berpenduduk hampir 10 juta jiwa tersebut melambat drastis. Banyak sekolah menghentikan kegiatan belajar, pekerja dirumahkan untuk menghemat energi, hotel-hotel sepi ditutup, dan sejumlah penerbangan dari Rusia serta Kanada dibatalkan karena kekurangan bahan bakar avtur.

Festival cerutu tahunan Habanos yang biasanya mendatangkan jutaan dolar juga dibatalkan. Perusahaan tambang Sherritt International turut menghentikan sementara operasi nikel dan kobalt di Kuba akibat krisis energi. Sejumlah rumah sakit pemerintah mengurangi layanan. Sampah menumpuk di berbagai lingkungan karena truk pengangkut tak bisa beroperasi. Pemadaman listrik bergilir menjadi topik pembicaraan utama warga, sementara malam di Havana kini kerap diselimuti kegelapan hampir total.

Pemerintah AS menilai ekonomi terpusat Kuba harus dibuka sebelum runtuh sepenuhnya. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, yang dikenal sebagai penentang keras pemerintah Kuba, memimpin upaya negosiasi dengan pejabat tinggi Kuba.

Rubio menilai rezim Kuba selama ini bertahan dari subsidi, pertama dari Uni Soviet dan kemudian dari mantan Presiden Venezuela Hugo Chavez. Kini, menurutnya, Kuba tidak lagi memiliki penopang tersebut.

Sementara itu, Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel menyerukan rakyatnya untuk “bertahan secara kreatif” dan mengadopsi mentalitas masa perang. Ia menegaskan warga harus mengonsumsi apa yang bisa diproduksi secara lokal, karena distribusi pangan antarwilayah juga terdampak kekurangan bahan bakar. Kondisi ini memicu kekhawatiran akan potensi krisis kemanusiaan. Sebagian besar pangan Kuba selama ini bergantung pada impor akibat kebijakan pertanian pemerintah yang dinilai gagal selama puluhan tahun.

Anggota Kongres Partai Republik dari Florida, Maria Elvira Salazar, bahkan menyerukan penghentian total pariwisata dan pengiriman uang ke Kuba untuk menekan pemerintah setempat.

Di tengah ketidakpastian ini, Pruna mengaku mempertimbangkan untuk pindah ke Spanyol bersama keluarganya. Setelah 20 tahun menggantungkan hidup dari tur mobil klasik, ia kini tidak lagi melihat masa depan di tanah kelahirannya.

“Semuanya tidak pasti sekarang. Tidak ada bahan bakar. Kami tidak tahu apakah akan ada pasokan dan bagaimana cara membayarnya. Kalau harus bayar bensin pakai dolar, bagaimana saya bisa balik modal kalau tidak ada turis?” ujarnya.

Pagi itu juga, Pruna memutuskan menangguhkan izin kerjanya sebagai sopir mobil klasik.

Download WordPress Themes
Download Best WordPress Themes Free Download
Premium WordPress Themes Download
Download Best WordPress Themes Free Download
free online course
download redmi firmware
Download Premium WordPress Themes Free
free online course
Tags: cobisnis.comDonaldTrumpKrisisEkonomiKuba

Related Posts

Bukan Cuma Pikiran, Ini 6 Gejala Fisik Saat Kamu Cemas

Bukan Cuma Pikiran, Ini 6 Gejala Fisik Saat Kamu Cemas

by Hidayat Taufik
October 25, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Kecemasan dapat muncul dalam berbagai situasi, mulai dari menghadapi ujian hingga menunggu kabar yang penting. Meski wajar...

Monako Ungguli Puluhan Destinasi, Jadi Negara Terbaik untuk Ditinggali pada 2026

Monako Ungguli Puluhan Destinasi, Jadi Negara Terbaik untuk Ditinggali pada 2026

by Hidayat Taufik
October 25, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Monako dinobatkan sebagai tempat tinggal terbaik di dunia pada 2026 berdasarkan Nomad Lifestyle Index yang dirilis Nomad...

Diakui Dunia, Indonesia Jadi Negara Paling Ramah Keempat pada 2026

Diakui Dunia, Indonesia Jadi Negara Paling Ramah Keempat pada 2026

by Hidayat Taufik
October 25, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Indonesia berhasil menempati peringkat keempat sebagai negara paling ramah di dunia pada 2026 berdasarkan Readers' Choice Awards...

Daftar 10 Negara Penghasil Emas Terbanyak pada 2026, RI Masuk?

Daftar 10 Negara Penghasil Emas Terbanyak pada 2026, RI Masuk?

by Hidayat Taufik
October 25, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Produksi emas dunia masih didominasi sejumlah negara dengan industri pertambangan berskala besar. Berdasarkan data Mineral Commodity Summaries...

Mendagri Dorong Pemda Sisihkan Dana untuk Renovasi Rumah Warga

Mendagri Dorong Pemda Sisihkan Dana untuk Renovasi Rumah Warga

by Hidayat Taufik
October 25, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian meminta pemerintah daerah mengalokasikan anggaran untuk memperbaiki rumah warga yang kondisinya tidak...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Auto Draft

HUT ke-21 Dihadiri 11.300 Anggota, Ling Tien Kung Perkuat Ekspansi

October 25, 2026
Mayapada Neuro Connect 2026 Perkuat Penanganan Saraf dan Otak

Bakom Perkuat Sinergi Pusat dan Daerah Jaga Kepercayaan Publik

October 25, 2026
Mayapada Neuro Connect 2026 Perkuat Penanganan Saraf dan Otak

Mayapada Neuro Connect 2026 Perkuat Penanganan Saraf dan Otak

October 25, 2026
Mayapada Neuro Connect 2026 Perkuat Penanganan Saraf dan Otak

Bakom Dorong Komunikasi Pemerintah yang Lebih Banyak Mendengar

October 25, 2026
Riyadh Memanas! Saudi Klaim Berhasil Cegat Rudal Balistik Houthi

Riyadh Memanas! Saudi Klaim Berhasil Cegat Rudal Balistik Houthi

October 25, 2026
Bukan Cuma Pikiran, Ini 6 Gejala Fisik Saat Kamu Cemas

Bukan Cuma Pikiran, Ini 6 Gejala Fisik Saat Kamu Cemas

October 25, 2026
Singkong Lampung Naik Kelas, Harga Tembus Rp3.000 per Kg

Singkong Lampung Naik Kelas, Harga Tembus Rp3.000 per Kg

October 25, 2026
Nataru Belum Tiba, Harga Cabai Sudah Tembus Rp102 Ribu per Kg

Nataru Belum Tiba, Harga Cabai Sudah Tembus Rp102 Ribu per Kg

October 25, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved