• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Sunday, September 6, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home News

Tanpa Makanan, Tanpa Bahan Bakar, Tanpa Turis: Kehidupan Di Kuba Lumpuh Di Bawah Tekanan AS

Zahra Zahwa by Zahra Zahwa
February 19, 2026
in News
0
Tanpa Makanan, Tanpa Bahan Bakar, Tanpa Turis: Kehidupan Di Kuba Lumpuh Di Bawah Tekanan AS

JAKARTA, Cobisnis.com – Kuba kini menghadapi salah satu masa ketidakpastian ekonomi paling dalam dalam beberapa dekade terakhir, setelah tekanan dari Amerika Serikat membuat pasokan bahan bakar menipis dan sektor pariwisata nyaris berhenti total. Sopir mobil klasik asal Havana, Mandy Pruna, mengenang dengan senyum penuh nostalgia masa ketika wisatawan Amerika membanjiri Kuba usai Presiden AS saat itu, Barack Obama, memulihkan hubungan diplomatik dengan pulau tersebut pada 2015.

Saat itu, Pruna dan Chevrolet merah 1957 miliknya selalu kebanjiran pelanggan. Ia mengaku banyak selebritas dunia seperti Will Smith, Rihanna, dan Kim Kardashian yang membayar mahal untuk menikmati tur mobil klasik bersamanya. Mobilnya bahkan menjadi salah satu dari tiga kendaraan vintage Amerika yang dipilih diplomat AS sebagai latar upacara pengibaran bendera di Kedutaan Besar AS di Havana, menandai pemulihan resmi hubungan kedua negara setelah puluhan tahun bermusuhan.

“Semua sektor masyarakat merasakan manfaatnya. Orang-orang mengecat rumah, membuka bisnis baru. Bagi saya itu luar biasa. Itu era terbaik pariwisata Kuba,” ujar Pruna.

Namun situasi kini berbalik drastis. Di bawah pemerintahan Presiden AS Donald Trump, aliran minyak ke Kuba terhenti. Melalui tekanan terhadap Venezuela dan ancaman tarif terhadap Meksiko, Washington berupaya memaksa pemerintah komunis Kuba melakukan reformasi politik dan ekonomi besar-besaran.

Kuba disebut tidak lagi memiliki sekutu yang bersedia memasok ratusan juta dolar bahan bakar yang dibutuhkan untuk menggerakkan perekonomian. Persediaan minyak yang tersisa di pulau itu pun semakin menipis. Kehilangan bahan bakar dan wisatawan sekaligus menjadi pukulan telak bagi warga seperti Pruna.

“Saya butuh bensin untuk bekerja, saya butuh turis untuk bekerja,” katanya.

Krisis ini membuat kehidupan di negara berpenduduk hampir 10 juta jiwa tersebut melambat drastis. Banyak sekolah menghentikan kegiatan belajar, pekerja dirumahkan untuk menghemat energi, hotel-hotel sepi ditutup, dan sejumlah penerbangan dari Rusia serta Kanada dibatalkan karena kekurangan bahan bakar avtur.

Festival cerutu tahunan Habanos yang biasanya mendatangkan jutaan dolar juga dibatalkan. Perusahaan tambang Sherritt International turut menghentikan sementara operasi nikel dan kobalt di Kuba akibat krisis energi. Sejumlah rumah sakit pemerintah mengurangi layanan. Sampah menumpuk di berbagai lingkungan karena truk pengangkut tak bisa beroperasi. Pemadaman listrik bergilir menjadi topik pembicaraan utama warga, sementara malam di Havana kini kerap diselimuti kegelapan hampir total.

Pemerintah AS menilai ekonomi terpusat Kuba harus dibuka sebelum runtuh sepenuhnya. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, yang dikenal sebagai penentang keras pemerintah Kuba, memimpin upaya negosiasi dengan pejabat tinggi Kuba.

Rubio menilai rezim Kuba selama ini bertahan dari subsidi, pertama dari Uni Soviet dan kemudian dari mantan Presiden Venezuela Hugo Chavez. Kini, menurutnya, Kuba tidak lagi memiliki penopang tersebut.

Sementara itu, Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel menyerukan rakyatnya untuk “bertahan secara kreatif” dan mengadopsi mentalitas masa perang. Ia menegaskan warga harus mengonsumsi apa yang bisa diproduksi secara lokal, karena distribusi pangan antarwilayah juga terdampak kekurangan bahan bakar. Kondisi ini memicu kekhawatiran akan potensi krisis kemanusiaan. Sebagian besar pangan Kuba selama ini bergantung pada impor akibat kebijakan pertanian pemerintah yang dinilai gagal selama puluhan tahun.

Anggota Kongres Partai Republik dari Florida, Maria Elvira Salazar, bahkan menyerukan penghentian total pariwisata dan pengiriman uang ke Kuba untuk menekan pemerintah setempat.

Di tengah ketidakpastian ini, Pruna mengaku mempertimbangkan untuk pindah ke Spanyol bersama keluarganya. Setelah 20 tahun menggantungkan hidup dari tur mobil klasik, ia kini tidak lagi melihat masa depan di tanah kelahirannya.

“Semuanya tidak pasti sekarang. Tidak ada bahan bakar. Kami tidak tahu apakah akan ada pasokan dan bagaimana cara membayarnya. Kalau harus bayar bensin pakai dolar, bagaimana saya bisa balik modal kalau tidak ada turis?” ujarnya.

Pagi itu juga, Pruna memutuskan menangguhkan izin kerjanya sebagai sopir mobil klasik.

Download WordPress Themes
Download Nulled WordPress Themes
Download WordPress Themes
Download Best WordPress Themes Free Download
online free course
download samsung firmware
Download Premium WordPress Themes Free
udemy free download
Tags: cobisnis.comDonaldTrumpKrisisEkonomiKuba

Related Posts

Indonesia Sebut Pelaporan Kabut Asap Karhutla ke ASEAN Terus Dilakukan

Indonesia Sebut Pelaporan Kabut Asap Karhutla ke ASEAN Terus Dilakukan

by Hidayat Taufik
September 5, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com — Pemerintah Indonesia memastikan seluruh kewajiban pelaporan mengenai kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta penyebaran kabut asap kepada...

Liverpool meraih kemenangan perdana musim ini setelah mengalahkan Ipswich Town 2-0 berkat dua gol Alexander Isak dari assist Cody Gakpo.

Liverpool Taklukkan Ipswich, Isak Jadi Bintang

by Desti Dwi Natasya
September 5, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Liverpool meraih tiga poin setelah menundukkan Ipswich Town 2-0 di Portman Road dalam lanjutan Premier League, Sabtu...

Suara Dentuman di Bandung, BMKG Ungkap Dugaan Penyebab

Suara Dentuman di Bandung, BMKG Ungkap Dugaan Penyebab

by Hidayat Taufik
September 5, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com — Warga di sejumlah wilayah Jawa Barat dibuat penasaran dengan suara dentuman yang terdengar pada Jumat (4/9/2026) malam...

Bocoran terbaru menyebut harga iPhone Ultra 256GB bisa mencapai Rp32,7 juta, sementara iPhone 18 Pro dan Pro Max juga diprediksi naik.

iPhone Ultra Diprediksi Tembus Rp32 Juta

by Desti Dwi Natasya
September 5, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Apple diperkirakan menghadirkan kejutan dalam acara peluncuran pada 9 September 2026 dengan memperkenalkan iPhone 18 Pro, iPhone...

Serena-Venus Williams Tersingkir Setelah Kalah Dramatis di US Open 2026

Serena-Venus Williams Tersingkir Setelah Kalah Dramatis di US Open 2026

by Zahra Zahwa
September 5, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Serena dan Venus Williams harus mengakhiri langkah mereka lebih cepat di US Open 2026. Duo kakak beradik...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pelaksana Tugas (Plt.) Deputi Bidang Industri dan Investasi Kemenpar Rizki Handayani

Kemenpar Jadikan Wisata Wellness Program Unggulan Dukung Pariwisata Berkualitas

September 5, 2026
Serena-Venus Williams Tersingkir Setelah Kalah Dramatis di US Open 2026

Serena-Venus Williams Tersingkir Setelah Kalah Dramatis di US Open 2026

September 5, 2026
PLN Indonesia Power Borong 6 Penghargaan EBTKE 2026, Tunjukkan Kiprah Nyata dalam Transisi Energi Nasional

PLN Indonesia Power Borong 6 Penghargaan EBTKE 2026, Tunjukkan Kiprah Nyata dalam Transisi Energi Nasional

September 5, 2026
Suara Dentuman di Bandung, BMKG Ungkap Dugaan Penyebab

Suara Dentuman di Bandung, BMKG Ungkap Dugaan Penyebab

September 5, 2026
Indonesia Sebut Pelaporan Kabut Asap Karhutla ke ASEAN Terus Dilakukan

Indonesia Sebut Pelaporan Kabut Asap Karhutla ke ASEAN Terus Dilakukan

September 5, 2026
Suhu gurun yang kian ekstrem membuat unta mengalami dehidrasi, gagal ginjal hingga kematian di sejumlah wilayah.

Unta Mulai Tumbang, Suhu Gurun Makin Ekstrem

September 5, 2026
Melalui "Jelajah Indonesia Wastra Nusantara", Kemenpar Angkat Wastra jadi Daya Tarik Wisata Budaya

Melalui “Jelajah Indonesia Wastra Nusantara”, Kemenpar Angkat Wastra jadi Daya Tarik Wisata Budaya

September 5, 2026
Makan Telur - pexels/ROMAN ODINTSOV

Waktu Terbaik Makan Makanan Berprotein Waktu Sarapan atau Makan Malam?

September 5, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved