JAKARTA, Cobisnis.com – Kebakaran lahan di kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur, telah mencapai 176 hektare. Area yang terbakar berada di wilayah Kabupaten Lumajang dan Probolinggo.
Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru atau BB TNBTS menduga kebakaran dipicu faktor manusia. Dugaan sementara mengarah pada perapian yang dibuat warga untuk menghangatkan tubuh.
Kepala BB TNBTS Rudjanta Tjahja Nugraha mengatakan titik api pertama kali diketahui muncul di atas tebing Blok Bantengan, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang.
Lokasi tersebut memiliki jalur tradisional yang menghubungkan Desa Arjosari dan Ranupane. Jalur alternatif itu diketahui kerap digunakan warga untuk melintas.
Menurut Rudjanta, warga yang melewati jalur tersebut diduga membuat perapian untuk menghangatkan badan. Kondisi vegetasi yang kering dan tiupan angin kemudian diduga membuat api membesar dan merembet.
BB TNBTS masih melakukan penelusuran untuk memastikan penyebab kebakaran. Dugaan sementara menunjukkan api muncul akibat ketidaksengajaan, bukan pembakaran yang dilakukan dengan sengaja.
Kebakaran terjadi di sejumlah kawasan, termasuk Blok Bantengan di Lumajang dan Watu Gede di Kabupaten Probolinggo. Luas lahan yang terbakar saat ini mencapai 176 hektare dan masih berpotensi bertambah.
Rudjanta menyebut dugaan faktor alam sejauh ini tidak menjadi penyebab utama. Posisi awal api yang berada di dekat jalur tradisional menjadi salah satu dasar dugaan adanya faktor manusia.
Kondisi lahan yang kering turut membuat api lebih mudah menyebar. Tiupan angin juga menjadi faktor yang dapat mempercepat perambatan api ke area lain.
BB TNBTS kini terus melakukan penelusuran untuk memastikan sumber kebakaran dan perkembangan luas area yang terdampak. Dugaan yang ada saat ini masih bersifat sementara dan belum menjadi kesimpulan akhir.













