JAKARTA, Cobisnis.com – Kepala Badan Gizi Nasional atau BGN Sudaryono tengah menyiapkan skema penyelesaian bagi mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG yang menghadapi persoalan tunggakan dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis atau MBG.
Mitra yang menjadi perhatian BGN merupakan bagian dari Asosiasi Pangan Gizi Indonesia atau APGI 3T. Sudaryono menyebut para mitra tersebut sebagai rekan yang ikut menjalankan program MBG, bukan pihak yang berseberangan dengan pemerintah.
Sudaryono mengatakan para mitra telah menunggu kepastian selama berbulan-bulan. Menurutnya, keluhan yang disampaikan para mitra tidak boleh diabaikan oleh BGN.
Ia menegaskan posisinya sebagai pimpinan BGN adalah mendengarkan masukan dari seluruh mitra dan mencari jalan keluar atas persoalan yang mereka hadapi. Pendekatan tersebut dinilai penting agar pelaksanaan program MBG tetap berjalan dengan baik.
Sudaryono juga menekankan hubungan antara BGN dan APGI 3T bukan hubungan antara atasan dan bawahan. Para mitra dipandang sebagai bagian penting dalam pelaksanaan program pemenuhan gizi masyarakat.
Menurut Sudaryono, setiap keluhan yang disampaikan mitra harus menjadi bahan evaluasi bagi BGN. Masukan tersebut akan digunakan untuk memperbaiki pelaksanaan program MBG di lapangan.
Saat ini, BGN tengah merumuskan skema penyelesaian untuk persoalan yang dihadapi para mitra. Skema tersebut diharapkan dapat memberikan jalan keluar tanpa membuat salah satu pihak menanggung kerugian.
Persoalan tunggakan menjadi perhatian karena mitra dapur SPPG memiliki peran langsung dalam operasional program MBG. Kepastian penyelesaian persoalan pembayaran menjadi salah satu faktor penting agar kegiatan penyediaan makanan bergizi dapat terus berjalan.
Sudaryono memastikan APGI 3T tetap dipandang sebagai mitra BGN. Ia menyatakan lembaganya akan mencari solusi yang dapat menyelesaikan persoalan tanpa merugikan pihak yang terlibat.
Langkah BGN tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga keberlangsungan program MBG sekaligus memperkuat hubungan dengan para mitra di lapangan. Penyelesaian persoalan tunggakan diharapkan dapat memberikan kepastian bagi mitra yang selama ini terlibat dalam pelaksanaan program.













