• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Thursday, October 15, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Nasional

Kepemimpinan Baru BGN Buka Peluang MBG Perkuat Ekonomi Lokal

Rizki Meirino by Rizki Meirino
September 24, 2026
in Nasional
0
Pengamat Soroti Beban Sekolah Jika Kelola Dapur MBG

JAKARTA, Cobisnis.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai memiliki potensi lebih luas dari sekadar pemenuhan kebutuhan gizi anak. Dalam pengelolaan yang terbuka dan berbasis potensi daerah, program tersebut dinilai dapat menciptakan pasar bagi petani, peternak, nelayan, koperasi, UMKM, hingga pelaku usaha di lingkungan pesantren.

Peluang tersebut disampaikan Ketua DPW Himpunan Pengusaha Santri Indonesia (HIPSI) Jawa Timur Burhanudin dan Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur Sri Untari Bisowarno. Keduanya memandang kepemimpinan baru Badan Gizi Nasional (BGN) dapat menjadi momentum untuk memperkuat tata kelola sekaligus memperluas dampak ekonomi MBG di tingkat lokal.

Burhanudin mengatakan pelaksanaan MBG telah membuka ruang ekonomi baru bagi komunitas pesantren melalui keterlibatan dalam penyelenggaraan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Alumni dan pelaku usaha santri juga dinilai berpeluang masuk ke jaringan pasok bahan pangan sehingga kegiatan tersebut dapat menciptakan permintaan sekaligus membuka kesempatan kerja.

Menurut Burhanudin, Jawa Timur memiliki potensi besar karena ditopang basis pertanian, peternakan, perikanan, serta jaringan pesantren. Kepastian permintaan dari dapur MBG juga dinilai dapat membantu produsen pangan menyusun produksi melalui perencanaan jadwal tanam, panen, dan distribusi berdasarkan kebutuhan SPPG.

Rantai pasok yang terhubung dengan SPPG dinilai dapat memberikan pasar yang lebih jelas bagi petani sekaligus membantu dapur memperoleh pasokan secara stabil. Agar manfaatnya tersebar, Burhanudin mendorong akses yang transparan dan birokrasi sederhana sehingga koperasi desa, UMKM, serta pengusaha santri yang memenuhi standar dapat memperoleh kesempatan.

Sri Untari mengatakan keberhasilan MBG perlu dilihat dari kualitas gizi penerima manfaat sekaligus perputaran ekonomi di wilayah. Menurutnya, pelaksanaan program dapat melibatkan koperasi konsumen, pasar tradisional, kantin sekolah, dan pelaku usaha setempat agar kegiatan ekonomi baru tidak menggeser mata pencaharian yang telah berjalan.

Kebutuhan bahan seperti telur, sayur, beras, minyak, gula, dan pangan lainnya dapat dipenuhi melalui peternak, petani, koperasi, serta pedagang lokal. Skema pasokan yang tersebar hingga tingkat sekolah atau kecamatan dinilai dapat membuat belanja pangan berputar di sekitar wilayah penerima manfaat dan memperluas manfaat ekonomi.

Sri Untari juga menekankan pentingnya pemetaan penerima manfaat dan pengawasan mutu makanan dalam pelaksanaan MBG. Koordinasi BGN dengan pemerintah daerah, dinas sosial, dinas pendidikan, serta sekolah dinilai dapat membantu memastikan program menjangkau kelompok yang membutuhkan, termasuk anak dari keluarga miskin, ibu hamil, balita, lansia, dan penyandang disabilitas.

Burhanudin menilai evaluasi terhadap pelaksanaan MBG merupakan bagian dari proses pembenahan program berskala besar. Menurutnya, persoalan yang ditemukan perlu dipetakan dan diperbaiki melalui prosedur yang jelas agar manfaat program tetap dapat dirasakan masyarakat.

Di bawah kepemimpinan baru BGN, penguatan pengawasan, keterbukaan akses, dan komitmen antikorupsi disebut menjadi bagian penting dalam memperkuat pelaksanaan MBG. Kolaborasi pemerintah pusat dan daerah, koperasi, sekolah, pesantren, serta dunia usaha juga dinilai dapat mendukung terbentuknya rantai pasok pangan lokal yang lebih terhubung.

Dengan tata kelola yang semakin baik, MBG berpotensi memberikan manfaat ganda melalui pemenuhan kebutuhan gizi sekaligus penguatan kegiatan ekonomi masyarakat. Belanja pangan untuk program tersebut dapat menjadi bagian dari perputaran ekonomi daerah melalui produksi pangan, kesempatan kerja, dan keterlibatan pelaku usaha lokal.

Download WordPress Themes Free
Download Best WordPress Themes Free Download
Download Best WordPress Themes Free Download
Download WordPress Themes
ZG93bmxvYWQgbHluZGEgY291cnNlIGZyZWU=
download mobile firmware
Download WordPress Themes
free download udemy paid course
Tags: BGNcobisnis.comEkonomi daerahekonomi lokal MBGmakan bergizi gratismbgpetani

Related Posts

Dimash Qudaibergen, Penyanyi asal Kazakhstan dengan Rentang Vokal Lebih dari 6 Oktaf, Gelar Konser Perdana di Indonesia pada 2026

Dimash Qudaibergen, Penyanyi asal Kazakhstan dengan Rentang Vokal Lebih dari 6 Oktaf, Gelar Konser Perdana di Indonesia pada 2026

by Hidayat Taufik
October 14, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com — Penyanyi asal Kazakhstan, Dimash Qudaibergen, akan menggelar konser perdananya di Indonesia pada 12 Desember 2026. Konser bertajuk...

MD Entertainment Gandeng iQIYI, Perluas Pasar Drama Indonesia

MD Entertainment Gandeng iQIYI, Perluas Pasar Drama Indonesia

by Rizki Meirino
October 14, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – MD Entertainment resmi menjalin kemitraan strategis dengan iQIYI untuk memperluas distribusi drama Indonesia ke pasar internasional. Melalui kolaborasi...

Korupsi Pengadaan BNPB, Lima Tersangka Akhirnya Ditahan

Korupsi Pengadaan BNPB, Lima Tersangka Akhirnya Ditahan

by Hidayat Taufik
October 14, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penahanan terhadap lima tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa di...

Bio Farma

Bio Farma dan 23 Century Medical Group Jajaki Kolaborasi Produk Berbasis Sel Punca dan Sekretom di Indonesia

by Weldon Darmawan
October 14, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - PT Bio Farma (Persero) dan 23 Century Medical Group Sdn Bhd menandatangani nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU)...

Usia Muda Bisa Kena Serangan Jantung, Mengapa?

Usia Muda Bisa Kena Serangan Jantung, Mengapa?

by Hidayat Taufik
October 14, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com — Serangan jantung tidak hanya mengintai orang lanjut usia, tetapi juga dapat terjadi pada kelompok usia muda, termasuk...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Bio Farma

Bio Farma dan 23 Century Medical Group Jajaki Kolaborasi Produk Berbasis Sel Punca dan Sekretom di Indonesia

October 14, 2026
Pengadaan Barang dan Jasa Jadi Fokus OTT KPK di BNPB

Pengadaan Barang dan Jasa Jadi Fokus OTT KPK di BNPB

October 14, 2026
Vladimir Putin dan Presiden UEA membahas stabilitas Timur Tengah, kerja sama bilateral, serta isu pasokan diesel di tengah ketegangan AS-Iran.

Putin dan Presiden UEA Bahas Stabilitas Timur Tengah

October 14, 2026
Usai Putusan MK, Denny Indrayana dkk Temui Pimpinan DPD

Usai Putusan MK, Denny Indrayana dkk Temui Pimpinan DPD

October 14, 2026
Dimash Qudaibergen, Penyanyi asal Kazakhstan dengan Rentang Vokal Lebih dari 6 Oktaf, Gelar Konser Perdana di Indonesia pada 2026

Dimash Qudaibergen, Penyanyi asal Kazakhstan dengan Rentang Vokal Lebih dari 6 Oktaf, Gelar Konser Perdana di Indonesia pada 2026

October 14, 2026
MD Entertainment Gandeng iQIYI, Perluas Pasar Drama Indonesia

MD Entertainment Gandeng iQIYI, Perluas Pasar Drama Indonesia

October 14, 2026
Ilustrasi Stres - pexels/Andrea Piacquadio

Cara Menurunkan Hormon Kortisol secara Alami Menurut Ahli

October 14, 2026
Chandra Asri Dukung Fasilitas Perikanan di 200 Titik Papua

Chandra Asri Dukung Fasilitas Perikanan di 200 Titik Papua

October 14, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved