• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Wednesday, September 23, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Sport

Studi SEANUTS II Ungkap Data Prevalensi Anak Stunted Dan Anemia Di Indonesia

Nina Karlita by Nina Karlita
June 24, 2022
in Sport
0
Studi SEANUTS II Ungkap Data Prevalensi Anak Stunted Dan Anemia Di Indonesia

Para Peneliti SEANUTS II Indonesia dan Andrew F Saputro Corporate Affairs Director PT Frisian Flag Indonesia (paling kanan).

JAKARTA, Cobisnis.com – Penelitian terbaru South East Asian Nutrition Surveys kedua (SEANUTS II) mendapati prevalensi anak stunted dan anemia, khususnya di antara anak-anak usia di bawah 5 tahun di Indonesia, masih tinggi.

Sebagian anak Indonesia yang menjadi bagian dari penelitian mengenai status gizi, asupan gizi, perilaku dan gaya hidup di empat negara Asia (Indonesia, Malaysia, Thailand, dan Vietnam) tersebut juga masih belum terpenuhinya rata-rata asupan vitamin dan mineral yang direkomendasikan untuk tumbuh kembang yang sehat.

Situasi ini menuntut perhatian yang lebih serius dari berbagai pihak untuk meningkatkan akses yang lebih besar terhadap gizi yang lebih baik, yang dibutuhkan anak-anak Indonesia mencapai tumbuh kembang yang optimal dengan pendekatan pada perilaku dan gaya hidup sehat juga aktif.

SEANUTS II merupakan lanjutan dari South East Asian Nutrition Surveys (SEANUTS I), yang dipublikasikan pada tahun 2013. Penelitian skala besar ini dilakukan oleh FrieslandCampina, dalam rentang waktu antara 2019 dan 2021, bekerja sama dengan universitas dan lembaga penelitian terkemuka di Indonesia, Malaysia, Thailand, dan Vietnam.

SEANUTS II melibatkan hampir 14.000 anak, antara usia enam bulan hingga 12 tahun, khusus menyoroti ‘triple burden of malnutrition’, yang terdiri dari kekurangan gizi, kekurangan zat gizi mikro, dan kelebihan berat badan/obesitas. Ketiga masalah ini seringkali terjadi berdampingan di suatu negara dan bahkan bisa terjadi dalam satu rumah tangga. Stunting, adalah salah satu bentuk dari kekurangan gizi di Indonesia masih menjadi isu yang perlu diperhatikan.

Salah satu hasil utama dari SEANUTS II di Indonesia adalah kasus stunted yang masih banyak ditemukan pada anak-anak di wilayah Jawa-Sumatera, dengan prevalensi sebesar 28,4 persen. Ini artinya, satu di antara 3,5 anak berperawakan pendek. Adapun prevalensi anemia adalah 25,8 persen pada anak di bawah 5 tahun. Sementara itu, hampir 15 persen anak usia 7–12 tahun memiliki kelebihan berat badan atau obesitas.

Secara keseluruhan, SEANUTS II menunjukkan bahwa permasalahan anak stunted atau berperawakan pendek dan anemia masih ada, terutama pada anak-anak usia dini. Namun, untuk anak yang berusia lebih tua, tingkat prevalensi kelebihan berat badan dan obesitas lebih tinggi.

Selain itu, sebagian besar anak-anak tidak memenuhi kebutuhan rata-rata asupan kalsium dan vitamin D. Hasil pengecekan biokimia darah juga menunjukkan adanya ketidakcukupan vitamin D pada sebagian besar anak. Masalah gizi ini menjadi hal yang sangat penting. Untuk mengatasi kesenjangan gizi, salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah melalui intervensi gizi yang lebih baik dan program edukasi.

Di Indonesia, FrieslandCampina melalui Frisian Flag Indonesia mulai melakukan studi SEANUTS II, pada 2019. Studi ini dilakukan di 21 kabupaten/kota di 15 provinsi dan melibatkan sekitar 25 tenaga dokter, ahli gizi, ahli kesehatan masyarakat, dan ahli olahraga. Bekerja sama dengan lembaga penelitian dan sejumlah universitas di Indonesia, SEANUTS II melakukan penelitian terhadap sekitar 3.000 anak dengan rentang usia antara 6 bulan sampai 12 tahun.

Hasil penelitian SEANUTS II ini menunjukkan adanya urgensi yang besar untuk memitigasi permasalahan gizi dengan langkah-langkah kolaboratif dan kebijakan yang strategis. Tujuannya untuk memberikan anak-anak Indonesia akses yang lebih besar terhadap gizi yang lebih baik dan menurunkan angka malnutrisi serta permasalahan gizi anak lainnya.

Prof. Dr.dr Rini Sekartini, Sp. A(K) Peneliti Utama SEANUTS II Indonesia.

Prof. Dr. dr. Rini Sekartini, Sp.A(K), Peneliti Utama SEANUTS II di Indonesia dan Guru Besar di Fakultas Ilmu Kesehatan Anak, Fakultas Kedokteran, Universitas Indonesia, berharap data temuan yang dihasilkan dari SEANUTS II dapat menjadi acuan tenaga medis, pemerintah, bahkan orang tua, untuk menanggulangi masalah malnutrisi di Indonesia.

“Studi ini menunjukkan bahwa permasalahan stunted atau perawakan pendek, anemia, asupan makanan, aktivitas fisik anak dan kebugaran jasmani terkait kesehatan, perlu mendapat perhatian yang serius dari berbagai pihak. Saatnya meningkatkan ketahanan pangan dan ketersediaan makanan yang bisa memberikan asupan gizi yang seimbang, agar anak meningkatkan akses kepada sumber gizi yang sehat dan tumbuh kembangnya berlangsung dengan optimal,” kata dr. Rini.

Sementara itu Andrew F Saputro, Corporate Affairs Director Frisian Flag Indonesia mengungkap kebanggaan pihaknya mempersembahkan hasil SEANUTS II kepada keluarga Indonesia dan pemangku kepentingan terkait. Andrew berharap hasil studi SEANUTS II itu bisa menjadi data komplementer bagi data nasional yang ada sebagai basis data pembuatan program intervensi terkait status gizi generasi bangsa.

“Frisian Flag Indonesia berkomitmen untuk terus berperan aktif membantu pemerintah untuk meningkatkan literasi dan perbaikan status gizi keluarga Indonesia melalui penyediaan sumber gizi yang berkualitas, dalam upaya membangun keluarga Indonesia yang sehat sejahtera dan selaras,” kata Andrew.

“Studi SEANUTS semakin menguatkan tekad Frisian Flag Indonesia untuk terus melakukan berbagai inovasi produk, program intervensi dan edukasi untuk meningkatkan pengetahuan akan kesehatan umum dan literasi gizi. Pada tahun 2013, studi SEANUTS I menjadi latarbelakang lahirnya program Gerakan Nusantara atau program edukasi gizi anak sekolah yang hingga kini telah menjangkau lebih dari 2,5 juta anak sekolah dasar di berbagai pelosok sekolah di tanah air. Serta untuk inovasi, kami telah meluncurkan berbagai produk susu keluarga dan pertumbuhan yang tepat gizi dengan harga terjangkau.” tutup Andrew.

Download Premium WordPress Themes Free
Premium WordPress Themes Download
Download Best WordPress Themes Free Download
Download WordPress Themes
ZG93bmxvYWQgbHluZGEgY291cnNlIGZyZWU=
download lenevo firmware
Download Premium WordPress Themes Free
udemy free download

Related Posts

Minyak Dunia Tembus US$104, Mendag Khawatir Surplus Dagang Tergerus

Minyak Dunia Tembus US$104, Mendag Khawatir Surplus Dagang Tergerus

by M.Dhayfan Al-ghiffari
September 22, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Kenaikan harga minyak dunia menjadi perhatian Menteri Perdagangan Budi Santoso karena dapat meningkatkan tekanan terhadap neraca perdagangan...

: Park Shin Hye dan Choi Tae Joon

Park Shin Hye Melahirkan Anak Kedua

by Desti Dwi Natasya
September 22, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Pasangan aktor Park Shin Hye dan Choi Tae Joon tengah berbahagia setelah menyambut kelahiran anak kedua mereka....

Tim renang Indonesia lolos final nomor 4x100m medley relay Asian Games 2026. Erick Thohir meminta perenang tampil maksimal dan membidik emas.

Tim Renang Indonesia Tembus Final Asian Games

by Desti Dwi Natasya
September 22, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Tim renang Indonesia berhasil melaju ke final nomor men’s 4x100m medley relay Asian Games 2026 yang berlangsung...

Tokopedia dan TikTok Shop menjadi platform digital pertama yang menampilkan produk lokal kurasi Kemendag melalui kolaborasi #BeliLokal.

Produk Lokal Kurasi Kemendag Hadir di Platform Digital

by Rizki Meirino
September 22, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Tokopedia dan TikTok Shop menjadi platform digital pertama yang menampilkan Pilihan BuSan, produk lokal yang dikurasi langsung...

Sarapan Oatmeal - pexels/https://kaboompics.com/

Selain Nasi, 5 Karbohidrat yang Baik dikonsumsi untuk Mendapatkan Lebih Banyak Energi

by Chodijah Febriani
September 22, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Karbohidrat sering dianggap sebagai nutrisi yang harus dibatasi. Biasanya, karbohidrat adalah kelompok makanan pertama yang dihilangkan atau...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Jantung Sehat hingga Tingkat Seluler, Mengapa Mitokondria Penting?

Jantung Sehat hingga Tingkat Seluler, Mengapa Mitokondria Penting?

September 22, 2026
Gibran Dorong Pandji Pragiwaksono Tetap Berkarya dan Menyampaikan Kritik Konstruktif

Waduh, Syarat Pendidikan Gibran Dipersoalkan, Status Wapres Dipertanyakan

September 22, 2026
IFG Life Bayarkan Klaim Rp9,4 Triliun

IFG Life Bayarkan Klaim Rp9,4 Triliun

September 21, 2026
Kasihan, Manajer Kopdes Masih Nganggur Kena PHP

Kasihan, Manajer Kopdes Masih Nganggur Kena PHP

September 22, 2026
Minyak Dunia Tembus US$104, Mendag Khawatir Surplus Dagang Tergerus

Minyak Dunia Tembus US$104, Mendag Khawatir Surplus Dagang Tergerus

September 22, 2026
: Park Shin Hye dan Choi Tae Joon

Park Shin Hye Melahirkan Anak Kedua

September 22, 2026
Tim renang Indonesia lolos final nomor 4x100m medley relay Asian Games 2026. Erick Thohir meminta perenang tampil maksimal dan membidik emas.

Tim Renang Indonesia Tembus Final Asian Games

September 22, 2026
Tokopedia dan TikTok Shop menjadi platform digital pertama yang menampilkan produk lokal kurasi Kemendag melalui kolaborasi #BeliLokal.

Produk Lokal Kurasi Kemendag Hadir di Platform Digital

September 22, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved