JAKARTA, Cobisnis.com – Meditasi selama dua menit saja dapat mulai memicu perubahan aktivitas otak yang berkaitan dengan ketenangan dan fokus, menurut penelitian terbaru yang diterbitkan dalam jurnal Mindfulness.
Penelitian tersebut dipimpin oleh Balachundhar Subramaniam. Tim peneliti menemukan perubahan aktivitas otak mulai muncul hanya beberapa menit setelah seseorang bermeditasi.
Selain itu, efek tersebut terus meningkat dan mencapai puncaknya sekitar tujuh menit. Perubahan itu bahkan dapat bertahan hingga sekitar 15 menit selama sesi meditasi berlangsung.
Penelitian melibatkan 103 orang dewasa dengan tingkat pengalaman meditasi yang berbeda. Para peserta diminta melakukan meditasi dengan fokus pada pernapasan sambil aktivitas otaknya dipantau menggunakan elektroensefalogram atau EEG.
Hasil pengamatan menunjukkan peningkatan gelombang otak yang berkaitan dengan relaksasi dan perhatian. Di antaranya adalah gelombang alpha, theta, theta-alpha, dan beta-1.
Sementara itu, peneliti menemukan penurunan gelombang delta dan gamma-1. Perubahan tersebut mengindikasikan berkurangnya rasa kantuk serta menurunnya kecenderungan pikiran mengembara.
Menurut Subramaniam, kombinasi peningkatan gelombang theta, alpha, dan theta-alpha membantu seseorang lebih fokus pada dirinya sendiri. Karena itu, meditasi dapat menciptakan kondisi mental yang lebih tenang dan penuh perhatian.
Selain memberikan ketenangan, peningkatan aktivitas gelombang beta-1 juga dikaitkan dengan kewaspadaan yang lebih baik. Kondisi ini sering disebut sebagai “relaxed alertness” atau keadaan rileks tetapi tetap fokus.
Di sisi lain, peserta yang telah lama berlatih meditasi menunjukkan perubahan aktivitas otak yang lebih besar dibanding pemula. Temuan tersebut mengindikasikan manfaat meditasi dapat berkembang seiring latihan yang konsisten.













