• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Tuesday, November 3, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Stamina Menurun Jangan Selalu Salahkan Usia, Diabetes Bisa Datang Diam-Diam

Rizki Meirino by Rizki Meirino
August 14, 2026
in Lifestyle
0
Stamina Menurun Jangan Selalu Salahkan Usia, Diabetes Bisa Datang Diam-Diam

Stamina Menurun Jangan Selalu Salahkan Usia, Diabetes Bisa Datang Diam-Diam

JAKARTA, Cobisnis.com – Stamina yang menurun, tubuh lebih mudah lelah, perubahan fungsi seksual, berat badan meningkat, hingga kadar gula darah yang berubah kerap dianggap sebagai bagian dari proses penuaan. Padahal, perubahan tersebut dapat menjadi sinyal adanya gangguan hormon maupun metabolisme yang perlu diperhatikan.

Hal tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam Seminar Primaya Metabolic Endocrine 2026 bertema “Translating Evidence into Impact: Practical Endocrinology for Real-World Care” yang digelar pada Juli 2026. Seminar tersebut menghadirkan dokter spesialis penyakit dalam, di antaranya dr. Marshell Tendean, Sp.PD-KEMD, FINASIM dan dr. Khomimah, Sp.PD-KEMD, FINASIM.

Pada pria, penurunan kadar testosteron memang dapat terjadi seiring bertambahnya usia. Data European Male Ageing Study (EMAS) menunjukkan penurunan testosteron dan free testosterone semakin nyata setelah usia 50 tahun. Namun, perubahan yang menetap dan disertai keluhan tidak selalu perlu dianggap sebagai bagian normal dari penuaan.

Salah satu kondisi yang perlu diperhatikan adalah late-onset hypogonadism (LOH) atau kekurangan testosteron pada pria. Kondisi tersebut diperkirakan dialami sekitar 2,1% populasi pria secara umum. Prevalensinya meningkat dari 0,1% pada pria usia 40–49 tahun menjadi 5,1% pada usia 70–79 tahun, serta dapat meningkat pada pria dengan obesitas atau metabolic syndrome.

dr. Marshell Tendean, Sp.PD-KEMD, FINASIM yang berpraktek di UKRIDA Primaya Hospital, mengatakan pria perlu lebih peka terhadap perubahan tubuh yang mulai memengaruhi aktivitas maupun kualitas hidup.

“Bertambahnya usia memang membawa berbagai perubahan pada tubuh, termasuk hormon. Namun, ketika perubahan seperti mudah lelah, penurunan stamina, atau gangguan fungsi seksual mulai menetap dan memengaruhi kualitas hidup, kondisi tersebut perlu dilihat lebih jauh. Kekurangan testosteron bukan sekadar persoalan usia atau fungsi seksual, tetapi dapat berkaitan dengan berbagai aspek kesehatan. Karena itu, penting untuk melakukan evaluasi medis secara tepat dan tidak sekadar menganggapnya sebagai proses penuaan,” ujarnya.

Selain gangguan hormon, diabetes juga dapat berkembang tanpa menunjukkan gejala yang jelas. Kondisi tersebut membuat seseorang terkadang baru mengetahui adanya diabetes setelah komplikasi muncul.

Materi Primaya Endocrine 2026 mencatat lebih dari 250 juta orang dewasa di dunia belum menyadari bahwa mereka mengalami gangguan metabolisme. Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko komplikasi sebelum pengobatan dimulai.

Di Indonesia, merujuk IDF Diabetes Atlas 2025, Indonesia berada pada peringkat kelima dunia untuk prevalensi diabetes pada usia 20–79 tahun dan peringkat ketiga untuk jumlah kasus yang belum terdiagnosis.

dr. Khomimah, Sp.PD-KEMD, FINASIM, yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Barat, menjelaskan bahwa diabetes tidak cukup dipandang sebagai persoalan kadar gula darah.

“Diabetes bukan hanya persoalan gula darah. Prosesnya melibatkan berbagai mekanisme dan organ tubuh, sehingga pengelolaannya juga perlu melihat risiko pasien secara menyeluruh. Kita perlu bergeser dari pendekatan yang reaktif menjadi lebih proaktif, termasuk menjaga kesehatan jantung dan ginjal sejak lebih awal,” jelasnya.

Diabetes tipe 2 melibatkan berbagai mekanisme yang berkaitan dengan pankreas, hati, jaringan lemak, otot, ginjal, otak, saluran pencernaan, hingga sistem imun. Karena itu, keberhasilan pengelolaan diabetes tidak cukup dinilai dari satu angka laboratorium, tetapi juga dari kemampuan mencegah komplikasi dan mempertahankan fungsi organ.

Pendekatan pengelolaan diabetes kini bergerak dari reaktif menjadi lebih proaktif. Fokusnya mencakup perlindungan organ, pemanfaatan teknologi, serta penyesuaian penanganan berdasarkan kondisi masing-masing pasien.

Pertimbangan dalam pengelolaan diabetes dapat mencakup kondisi jantung dan ginjal, berat badan, risiko komplikasi, penyakit penyerta, hingga kebutuhan dan preferensi pasien.

Dengan pendekatan tersebut, tujuan pengelolaan kesehatan bukan sekadar memperbaiki angka hormon, gula darah, atau berat badan. Upaya tersebut juga diarahkan untuk menjaga fungsi organ, mencegah komplikasi, mempertahankan produktivitas, serta memastikan kualitas hidup dalam jangka panjang.

Melalui pendekatan tersebut, Primaya Hospital mendorong masyarakat untuk lebih peka terhadap perubahan tubuh dan tidak terburu-buru menganggapnya sebagai hal yang wajar. Sinyal tubuh dapat menjadi langkah awal untuk mengenali kondisi kesehatan, sementara deteksi dini membuka peluang mendapatkan penanganan yang tepat dan personal.

Free Download WordPress Themes
Download Premium WordPress Themes Free
Premium WordPress Themes Download
Free Download WordPress Themes
ZG93bmxvYWQgbHluZGEgY291cnNlIGZyZWU=
download redmi firmware
Download Nulled WordPress Themes
download udemy paid course for free
Tags: deteksi dini diabetesdiabetesdiabetes tipe 2gangguan metabolismekekurangan testosteronkesehatan priaPrimaya Hospitalstamina menuruntestosteron pria

Related Posts

Kismis - pexels/Yusuf Çelik

Bolehkah Penderita Diabetes Makan Kismis dan Plum Kering? Ini Penjelasannya Dari Ahli

by Chodijah Febriani
November 1, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Bagi penderita diabetes asupan makan setiap harinya harus dikelola untuk menjaga kestabilan kadar gula darah dan mencegah...

Tes Kolesterol - pexels/Oğuzhan Çoban

Ketahui Hubungan Antar Kadar Kolesterol dan Gangguan Metabolisme

by Chodijah Febriani
October 29, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Ketika kamu melakukan tes kolesterol, dan hasilnya tampak baik. Namun apakah itu berarti kesehatan metabolisme juga baik-baik...

Ilustrasi Tidak Nafsu Makan - pexels/Alena Darmel

Tidak Lapar di Pagi Hari? Ketahui Penyebabnya Menurut Ahli

by Chodijah Febriani
October 25, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Apakah kamu pernag tidak merasa lapar di pagi hari? Mungkin hal ini perlu diperhatikan, terutama jika perubahan...

Cek Gula Darah - pexels/Artem Podrez

Gula Darah Melonjak Setelah Makan? Ini Penjelasan dari Ahli

by Chodijah Febriani
October 24, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Banyak beredar informasi di media sosial tentang bahaya kadar gula darah meningkat setelah makan. Informasi tersebut menyatakan...

Ingin Stamina Tetap Prima? Ini 3 Kebiasaan yang Perlu Dilakukan Pria

Ingin Stamina Tetap Prima? Ini 3 Kebiasaan yang Perlu Dilakukan Pria

by Hidayat Taufik
October 17, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Seiring bertambahnya usia dan kesibukan, pria dapat mengalami perubahan kebugaran yang berdampak pada aktivitas sehari-hari. Tubuh yang...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Sunlife Syariah Resmi Diluncurkan, Bidik Potensi Besar Asuransi Syariah Indonesia

Sunlife Syariah Resmi Diluncurkan, Bidik Potensi Besar Asuransi Syariah Indonesia

November 2, 2026
WeTV Perkuat Ekonomi Kreatif Indonesia Lewat Investasi Konten dan Talenta Lokal

WeTV Perkuat Ekonomi Kreatif Indonesia Lewat Investasi Konten dan Talenta Lokal

November 2, 2026
JMTB Dorong Bibit Pesepeda Usia Dini Lewat Pushbike Competition 2026

JMTB Dorong Bibit Pesepeda Usia Dini Lewat Pushbike Competition 2026

November 2, 2026
PLN Indonesia Power

Inovasi Biomassa PLN Indonesia Power Raih 2nd Runner-up Renewable Energy Awards 2026

November 2, 2026
Samsung dikabarkan akan menghadirkan kembali kamera bawah layar pada ponsel lipat terbarunya tahun depan, dengan tantangan kualitas foto selfie.

Samsung Siapkan Kembali Kamera Bawah Layar di HP Lipat

November 2, 2026
Sidak Koperasi Merah Putih di Jakarta, Kepala Staf Kepresidenan Pastikan Gerai Obat Tersedia

Sidak Koperasi Merah Putih di Jakarta, Kepala Staf Kepresidenan Pastikan Gerai Obat Tersedia

November 2, 2026
Usai Penggeledahan Ponpes, Kapolri Copot Kapolres Sukoharjo

Usai Penggeledahan Ponpes, Kapolri Copot Kapolres Sukoharjo

November 2, 2026
Trump dan Netanyahu dilaporkan membahas potensi serangan baru ke Iran. Pentagon disebut telah memetakan target, sementara Teheran menyiapkan respons.

Trump dan Netanyahu Bahas Opsi Serangan Baru ke Iran

November 2, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved