• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Monday, August 24, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Sriwijaya Jadi Kampus Internasional Abad ke-7, Usianya Jauh Lebih Tua dari Oxford

Hidayat Taufik by Hidayat Taufik
May 23, 2026
in Lifestyle
0
Sriwijaya Jadi Kampus Internasional Abad ke-7, Usianya Jauh Lebih Tua dari Oxford

JAKARTA, Cobisnis.com – Nusantara ternyata telah memiliki pusat pendidikan bertaraf internasional jauh sebelum munculnya universitas modern di Eropa. Kerajaan Sriwijaya memegang peran penting sebagai pusat pembelajaran yang menarik pelajar dari berbagai negara Asia.

Catatan sejarah menunjukkan Sriwijaya berkembang sebagai pusat studi agama Buddha sejak abad ke-7 Masehi. Karena itu, keberadaannya jauh lebih tua dibanding Universitas Oxford yang mulai berdiri pada akhir abad ke-11.

Sriwijaya tidak hanya dikenal sebagai kekuatan maritim. Kerajaan ini juga membangun reputasi kuat di bidang pendidikan dan keilmuan.

Salah satu bukti datang dari catatan biksu asal Tiongkok, I-Tsing. Ia tiba di Sriwijaya pada tahun 671 Masehi untuk mempelajari bahasa Sanskerta.

Selama beberapa bulan tinggal di sana, I-Tsing melihat banyak biksu dan pelajar asing menuntut ilmu. Selain itu, ia mencatat aktivitas pendidikan yang berkembang pesat di wilayah tersebut.

Reputasi akademik Sriwijaya didukung oleh kualitas para pengajarnya. Banyak biksu yang mengajar merupakan lulusan Nalanda, pusat pendidikan Buddha paling bergengsi di India saat itu.

Karena memiliki standar pendidikan yang tinggi, Sriwijaya sering menjadi tempat belajar awal bagi para pelajar. Setelah itu, mereka melanjutkan pendidikan ke Nalanda.

Nama besar Sriwijaya juga menarik perhatian tokoh Buddha dari berbagai wilayah. Salah satunya adalah Atisha Dipamkara yang datang ke Sumatra pada awal abad ke-11.

Atisha kemudian berguru kepada Dharmakirti selama bertahun-tahun. Setelah itu, ia kembali ke India dan menyebarkan ilmu yang diperolehnya selama belajar di Sriwijaya.

Sementara itu, kejayaan Sriwijaya tidak bertahan selamanya. Memasuki abad ke-13, kerajaan tersebut menghadapi berbagai konflik dan tekanan dari kekuatan lain di kawasan.

Akibatnya, pengaruh Sriwijaya terus melemah. Namun, jejaknya sebagai salah satu pusat pendidikan terbesar di Asia tetap tercatat dalam sejarah.

Kini, kisah Sriwijaya menjadi bukti bahwa Nusantara pernah memiliki tradisi pendidikan yang diakui dunia. Selain itu, sejarah tersebut menunjukkan peran penting Indonesia dalam perkembangan ilmu pengetahuan di kawasan Asia.

Tags: agama Buddhacobisnis.comkerajaan Sriwijayapusat pendidikan duniasejarah Indonesiasekolah tertuaSriwijayaSumatraUniversitas Oxford

Related Posts

Presiden UEFA Aleksander Ceferin

Ceferin Desak Infantino Tinggalkan Kursi FIFA

by Desti Dwi Natasya
August 24, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Posisi Gianni Infantino sebagai Presiden FIFA semakin tertekan setelah Presiden UEFA Aleksander Ceferin mendesaknya untuk mempertimbangkan pengunduran...

Bendera Arab

Mengapa Arab Saudi Tak Rayakan Maulid Nabi?

by Desti Dwi Natasya
August 24, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.ccom - Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi momentum yang diperingati umat Islam di berbagai negara, tetapi tradisi tersebut tidak...

Demo Besar 27 Agustus, Sejumlah Tuntutan Bakal Disuarakan di Jakarta

Demo Besar 27 Agustus, Sejumlah Tuntutan Bakal Disuarakan di Jakarta

by Hidayat Taufik
August 24, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Sejumlah elemen masyarakat dari berbagai wilayah bersiap mendatangi Jakarta untuk mengikuti aksi pada 27 Agustus 2026. Massa...

Peluncuran Misi Chang’e-7 China Tertunda, Alasan Belum Diungkap

Vas Kaca Era Kaisar Qianlong Tampilkan Desain Unik Di Tengah Koleksi Istana

by Zahra Zahwa
August 24, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Sebuah vas dari era Dinasti Qing menarik perhatian karena desainnya terlihat jauh lebih modern dari zamannya. Vas...

Lima kebiasaan seperti menetapkan tujuan, terus belajar, membangun relasi, konsisten, dan mengapresiasi kemajuan dapat membantu pengusaha meraih kesuksesan.

Lima Kebiasaan yang Bantu Pengusaha Raih Kesuksesan

by Rizki Meirino
August 24, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Kesuksesan dalam berbisnis tidak dibangun dalam semalam, tetapi melalui kebiasaan positif yang dilakukan secara konsisten. Menjelang Global...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Jepang Timur Diguncang Gempa M 5,9, 37 Orang Terluka

Jepang Timur Diguncang Gempa M 5,9, 37 Orang Terluka

August 24, 2026
Karhutla Meluas di 9 Polda, 72 Orang Jadi Tersangka

Karhutla Meluas di 9 Polda, 72 Orang Jadi Tersangka

August 24, 2026
Gelombang PHK 2026, 43.805 Pekerja Kehilangan Pekerjaan

Gelombang PHK 2026, 43.805 Pekerja Kehilangan Pekerjaan

August 24, 2026
Kebakaran Kos dan Ruko di Tebet Tewaskan 4 Orang

Kebakaran Kos dan Ruko di Tebet Tewaskan 4 Orang

August 24, 2026
Presiden UEFA Aleksander Ceferin

Ceferin Desak Infantino Tinggalkan Kursi FIFA

August 24, 2026
Bendera Arab

Mengapa Arab Saudi Tak Rayakan Maulid Nabi?

August 24, 2026
Demo Besar 27 Agustus, Sejumlah Tuntutan Bakal Disuarakan di Jakarta

Demo Besar 27 Agustus, Sejumlah Tuntutan Bakal Disuarakan di Jakarta

August 24, 2026
Peluncuran Misi Chang’e-7 China Tertunda, Alasan Belum Diungkap

Vas Kaca Era Kaisar Qianlong Tampilkan Desain Unik Di Tengah Koleksi Istana

August 24, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved