JAKARTA, Cobisnis.com – Bandara Internasional Soekarno Hatta di Tangerang, Banten, menggeser Bandara Internasional Kuala Lumpur atau KLIA sebagai bandara tersibuk kedua di Asia Tenggara pada Juli 2026.
Berdasarkan laporan lembaga analisis penerbangan Inggris, Official Airline Guide atau OAG, Soekarno Hatta mencatat kapasitas 3,3 juta kursi. Angka tersebut tumbuh 3,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Posisi teratas masih ditempati Bandara Changi Singapura dengan kapasitas mencapai 3,56 juta kursi. Sementara KLIA turun ke posisi ketiga setelah kapasitasnya menyusut 4,4 persen menjadi 3,15 juta kursi.
Posisi keempat ditempati Bandara Internasional Suvarnabhumi Thailand dengan kapasitas 3,14 juta kursi. Bandara Ninoy Aquino di Filipina berada di posisi kelima dengan 2,58 juta kursi.
Capaian Soekarno Hatta menunjukkan peningkatan kapasitas penerbangan di tengah kondisi pasar penerbangan Asia Tenggara yang justru mengalami tekanan. Data OAG mencatat kapasitas kawasan pada Juli 2026 turun 1,2 persen secara tahunan menjadi 50,4 juta kursi.
Kondisi berbeda terlihat di KLIA. Meski kapasitas kursinya turun pada Juli, bandara utama Malaysia tersebut tetap mencatat pertumbuhan jumlah penumpang internasional sepanjang semester pertama 2026.
KLIA melayani 23,4 juta penumpang internasional pada enam bulan pertama tahun ini, naik 7,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Total pergerakan penumpang juga tumbuh 5,4 persen menjadi 31,7 juta orang.
Secara fisik, KLIA memiliki kawasan yang sangat luas dan membentang hampir 100 kilometer persegi. Bandara tersebut juga menjadi salah satu hub utama untuk penerbangan domestik dan internasional Malaysia.
Penurunan kapasitas penerbangan di kawasan Asia Tenggara turut dipengaruhi kenaikan harga bahan bakar avtur. Kondisi tersebut berkaitan dengan dinamika ketegangan politik di kawasan Timur Tengah.
Sejumlah maskapai di Asia Tenggara kemudian melakukan penyesuaian untuk menekan biaya operasional. Salah satu langkah yang dilakukan adalah mengurangi sejumlah rute penerbangan internasional.
Di tengah tekanan tersebut, Soekarno Hatta justru mencatat pertumbuhan kapasitas kursi. Posisi kedua dalam daftar OAG menunjukkan meningkatnya kapasitas penerbangan yang tersedia dari dan menuju bandara utama Indonesia tersebut.













