• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Wednesday, January 21, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Nasional

Sistem Bayar Sampah di Swiss Bikin Hidup Lebih Teratur

M.Dhayfan Al-ghiffari by M.Dhayfan Al-ghiffari
December 9, 2025
in Nasional
0
Sistem Bayar Sampah di Swiss Bikin Hidup Lebih Teratur

JAKARTA, Cobisnis.com – Di Swiss, membuang sampah rumah tangga tidak semudah di negara lain. Setiap kantong sampah harus dibeli dengan harga 2–5 franc, sistem yang dikenal dengan Pay-As-You-Throw (PAYT).

Tujuan sistem ini jelas: mendorong warga mengurangi sampah, memilah limbah, dan meningkatkan kesadaran lingkungan. Semakin sedikit sampah yang dibuang, semakin hemat biaya yang harus dikeluarkan.

Warga Swiss jadi terbiasa memilah sampah dengan rapi. Botol plastik, kertas, kaleng, dan sampah organik dipisahkan supaya tidak perlu menambah kantong ekstra. Bahkan sampah organik sering dikompos sendiri di rumah.

Sistem ini berdampak langsung pada tingkat daur ulang, yang di Swiss mencapai sekitar 50–60% dari total limbah rumah tangga. Kota-kota tetap bersih dan tertata rapi meski penduduk padat.

Ekonomi juga terdampak positif. Kantong sampah yang berbayar menciptakan insentif bagi masyarakat untuk mendaur ulang dan mengurangi konsumsi berlebih. Ini sekaligus menekan biaya operasional TPA dan pengolahan limbah.

Secara sosial, sistem ini menumbuhkan tanggung jawab individu atas limbah yang dihasilkan. Warga lebih sadar memilih produk dengan kemasan minim, dan lebih hati-hati dalam penggunaan barang sekali pakai.

Secara politik, kebijakan ini menunjukkan kepedulian pemerintah Swiss terhadap lingkungan. Regulasi yang jelas membuat warga dan bisnis mematuhi aturan, sekaligus menjaga citra Swiss sebagai negara bersih.

Swiss juga menjadi contoh bagi negara lain soal manajemen sampah rumah tangga. Banyak kota di dunia kini mencontoh sistem PAYT untuk mengurangi limbah dan meningkatkan kesadaran lingkungan.

Penerapan sistem ini tidak hanya menjaga kebersihan kota, tapi juga mengubah perilaku masyarakat menjadi lebih peduli dan bertanggung jawab. Lingkungan yang bersih sekaligus efisien secara ekonomi menjadi hasil nyata dari kebijakan ini.

Dengan sistem bayar per kantong ini, Swiss membuktikan bahwa kesadaran lingkungan bisa berjalan seiring dengan kehidupan sehari-hari, tanpa perlu hukuman berat atau prosedur rumit.

Tags: Cobisnisdaur ulanglingkunganPAYTPebisnismudaSampahswiss

Related Posts

Puluhan Juta Pekerja Indonesia Alami Overwork, 10 Jam/Hari

Puluhan Juta Pekerja Indonesia Alami Overwork, 10 Jam/Hari

by M.Dhayfan Al-ghiffari
January 20, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Puluhan juta pekerja Indonesia masih menghadapi jam kerja panjang yang berisiko bagi kesehatan dan produktivitas. Data Sakernas...

Foto Satelit Bikin Heboh, Malaysia Tegaskan Tak Punya Minyak Mentah

Foto Satelit Bikin Heboh, Malaysia Tegaskan Tak Punya Minyak Mentah

by M.Dhayfan Al-ghiffari
January 20, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Unggahan foto satelit Malaysia yang dibagikan Kedutaan Besar Amerika Serikat mendadak viral. Gambar dramatis itu menampilkan kilatan...

Berawal dari Manusia Silver, Pemuda Ini Tiba-tiba Jadi Model

Berawal dari Manusia Silver, Pemuda Ini Tiba-tiba Jadi Model

by M.Dhayfan Al-ghiffari
January 20, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Michael O membuktikan bahwa perubahan hidup bisa datang secara drastis ketika kesempatan tepat menghampiri. Sosok yang dulu...

Di Tengah Krisis Global, Uang Besar Pilih Emas & Perak

Di Tengah Krisis Global, Uang Besar Pilih Emas & Perak

by M.Dhayfan Al-ghiffari
January 20, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Emas dan perak kembali menunjukkan dominasinya sebagai aset favorit global per 20 Januari 2026. Keduanya berhasil menempati...

Revisi RUU Hak Cipta Usulkan Royalti Pertunjukan Harus Dilunasi Maksimal 30 Hari

Revisi RUU Hak Cipta Usulkan Royalti Pertunjukan Harus Dilunasi Maksimal 30 Hari

by Hidayat Taufik
January 20, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Rancangan revisi Undang-Undang (UU) Hak Cipta memuat ketentuan baru mengenai kewajiban pembayaran royalti atas penyelenggaraan pertunjukan. Dalam...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Aktor Kungfu Hustle “Frog Man” Bruce Leung Meninggal Dunia

Aktor Kungfu Hustle “Frog Man” Bruce Leung Meninggal Dunia

January 20, 2026
Bank Mandiri Salurkan 70% Dana Pemerintah, Purbaya Beri Sinyal Tambahan Stimulus

Rupiah Mendekati Rp 17.000 per Dolar AS, Purbaya Malah Soroti IHSG ATH

January 20, 2026
Agung Podomoro Land

Agung Podomoro Land (PLN) Jual Mall Deli Park Rp 2,44 Triliun

January 20, 2026
Ilustrasi kesepakatan DEWA

Darma Henwa (DEWA) Perpanjang Kontrak Tambang Asam Asam dan Kintap, Nilai Proyek Rp 10,5 Triliun

January 20, 2026
Conte Kritik Pelatih Muda yang Enggan Membina Pemain, Amorim Disindir?

Conte Kritik Pelatih Muda yang Enggan Membina Pemain, Amorim Disindir?

January 21, 2026
KPK Ungkap Uang Pemerasan Rp 2,6 Miliar Bupati Pati Disimpan dalam Karung Beras

KPK Ungkap Uang Pemerasan Rp 2,6 Miliar Bupati Pati Disimpan dalam Karung Beras

January 20, 2026
Indonesia Masters 2026: Lanny/Apriyani Tampil Dominan, Singkirkan Ganda China

Indonesia Masters 2026: Lanny/Apriyani Tampil Dominan, Singkirkan Ganda China

January 20, 2026
AHY Tegaskan Pemerintah Belum Putuskan Skema Pelunasan Utang Kereta Cepat Whoosh

AHY Tegaskan Pemerintah Belum Putuskan Skema Pelunasan Utang Kereta Cepat Whoosh

January 20, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved