• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Saturday, July 18, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Nasional

Sistem Bayar Sampah di Swiss Bikin Hidup Lebih Teratur

M.Dhayfan Al-ghiffari by M.Dhayfan Al-ghiffari
December 9, 2025
in Nasional
0
Sistem Bayar Sampah di Swiss Bikin Hidup Lebih Teratur

JAKARTA, Cobisnis.com – Di Swiss, membuang sampah rumah tangga tidak semudah di negara lain. Setiap kantong sampah harus dibeli dengan harga 2–5 franc, sistem yang dikenal dengan Pay-As-You-Throw (PAYT).

Tujuan sistem ini jelas: mendorong warga mengurangi sampah, memilah limbah, dan meningkatkan kesadaran lingkungan. Semakin sedikit sampah yang dibuang, semakin hemat biaya yang harus dikeluarkan.

Warga Swiss jadi terbiasa memilah sampah dengan rapi. Botol plastik, kertas, kaleng, dan sampah organik dipisahkan supaya tidak perlu menambah kantong ekstra. Bahkan sampah organik sering dikompos sendiri di rumah.

Sistem ini berdampak langsung pada tingkat daur ulang, yang di Swiss mencapai sekitar 50–60% dari total limbah rumah tangga. Kota-kota tetap bersih dan tertata rapi meski penduduk padat.

Ekonomi juga terdampak positif. Kantong sampah yang berbayar menciptakan insentif bagi masyarakat untuk mendaur ulang dan mengurangi konsumsi berlebih. Ini sekaligus menekan biaya operasional TPA dan pengolahan limbah.

Secara sosial, sistem ini menumbuhkan tanggung jawab individu atas limbah yang dihasilkan. Warga lebih sadar memilih produk dengan kemasan minim, dan lebih hati-hati dalam penggunaan barang sekali pakai.

Secara politik, kebijakan ini menunjukkan kepedulian pemerintah Swiss terhadap lingkungan. Regulasi yang jelas membuat warga dan bisnis mematuhi aturan, sekaligus menjaga citra Swiss sebagai negara bersih.

Swiss juga menjadi contoh bagi negara lain soal manajemen sampah rumah tangga. Banyak kota di dunia kini mencontoh sistem PAYT untuk mengurangi limbah dan meningkatkan kesadaran lingkungan.

Penerapan sistem ini tidak hanya menjaga kebersihan kota, tapi juga mengubah perilaku masyarakat menjadi lebih peduli dan bertanggung jawab. Lingkungan yang bersih sekaligus efisien secara ekonomi menjadi hasil nyata dari kebijakan ini.

Dengan sistem bayar per kantong ini, Swiss membuktikan bahwa kesadaran lingkungan bisa berjalan seiring dengan kehidupan sehari-hari, tanpa perlu hukuman berat atau prosedur rumit.

Tags: Cobisnisdaur ulanglingkunganPAYTPebisnismudaSampahswiss

Related Posts

Sulit Diberantas, Ikan Sapu-Sapu Ancam Ekosistem Sungai di Indonesia dan Malaysia

Sulit Diberantas, Ikan Sapu-Sapu Ancam Ekosistem Sungai di Indonesia dan Malaysia

by Hidayat Taufik
July 17, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Keberadaan ikan sapu-sapu terus menjadi perhatian karena populasinya semakin meluas dan mendominasi berbagai sungai di Indonesia maupun...

Bukan Cuma Jago di Lapangan Gaya Erling Haaland Juga Selalu Mencuri Perhatian

Bukan Cuma Jago di Lapangan Gaya Erling Haaland Juga Selalu Mencuri Perhatian

by M.Dhayfan Al-ghiffari
July 17, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Erling Haaland tidak hanya dikenal sebagai mesin gol di lapangan hijau. Penyerang asal Norwegia itu juga menjadi...

HP dengan Kamera Terbaik Tahun 2026 Akhirnya Terungkap

HP dengan Kamera Terbaik Tahun 2026 Akhirnya Terungkap

by M.Dhayfan Al-ghiffari
July 17, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Persaingan kamera smartphone premium semakin sengit pada 2026. Produsen kini tidak hanya berlomba menghadirkan sensor beresolusi tinggi,...

Kucing Punya Banyak Cara Berkomunikasi, Ini Arti Setiap Suaranya

Kucing Punya Banyak Cara Berkomunikasi, Ini Arti Setiap Suaranya

by M.Dhayfan Al-ghiffari
July 17, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Kucing dikenal sebagai hewan peliharaan yang ekspresif. Meski tidak bisa berbicara, mereka memiliki beragam suara untuk menyampaikan...

Makan Daging Merah Setiap Hari Benarkah Berbahaya bagi Kesehatan?

Makan Daging Merah Setiap Hari Benarkah Berbahaya bagi Kesehatan?

by M.Dhayfan Al-ghiffari
July 17, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Daging merah menjadi salah satu bahan makanan yang banyak diolah dalam berbagai kuliner Nusantara, mulai dari rendang,...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
ASABRI Raih Penghargaan ESG Communications di The 5th IDEAS 2026

ASABRI Raih Penghargaan ESG Communications di The 5th IDEAS 2026

July 17, 2026
Argentina Lolos ke Final, Suporter Minta Lionel Messi Jangan Pensiun

Trump Siapkan Opsi Militer untuk Hadapi Kuba di Tengah Konflik Iran

July 16, 2026
Aliran Dana Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Siap Ditelusuri PPATK

Aliran Dana Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Siap Ditelusuri PPATK

July 16, 2026
AS Gempur Kawasan Dekat Selat Hormuz, Iran Siaga Balas Serangan

AS Gempur Kawasan Dekat Selat Hormuz, Iran Siaga Balas Serangan

July 17, 2026
Saatnya Indonesia Mendunia! InJourney Ajak Masyarakat Dukung Mario Aji dan Veda di MotoGP Mandalika 2026

Saatnya Indonesia Mendunia! InJourney Ajak Masyarakat Dukung Mario Aji dan Veda di MotoGP Mandalika 2026

July 17, 2026
Prabowo Lempar Candaan di Acara TNI: “Ada Laga Antarjenderal, Saya Jadi Wasit”

Prabowo Lempar Candaan di Acara TNI: “Ada Laga Antarjenderal, Saya Jadi Wasit”

July 17, 2026
Homecoming Tour Local Heroes Indonesia

Homecoming Tour Local Heroes Indonesia

July 17, 2026
ASABRI Raih Penghargaan ESG Communications di The 5th IDEAS 2026

ASABRI Raih Penghargaan ESG Communications di The 5th IDEAS 2026

July 17, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved