JAKARTA, Cobisnis.com – Minum air es memang menjadi pilihan banyak orang karena terasa segar, terutama saat cuaca panas atau setelah menyantap makanan. Namun, tidak sedikit yang mempertanyakan apakah kebiasaan tersebut dapat memengaruhi sistem pencernaan.
Menurut ahli gastroenterologi Dr. Jaydeep Patel, air dengan suhu sangat dingin dapat menimbulkan efek sementara pada proses pencernaan, terutama jika dikonsumsi dalam jumlah banyak atau diminum sesaat setelah makan.
Ketika air dingin masuk ke lambung, tubuh akan berusaha menyesuaikan suhu di dalamnya. Kondisi ini dapat memicu penyempitan pembuluh darah di area lambung, sehingga aliran darah dan gerakan pencernaan menjadi sedikit lebih lambat.
Akibatnya, makanan dapat berada lebih lama di dalam perut. Hal ini berpotensi menimbulkan rasa begah, kembung, atau sensasi tidak nyaman pada sebagian orang.
Selain itu, proses pencernaan lemak dan karbohidrat juga bisa berlangsung lebih lambat, sehingga penyerapan nutrisi membutuhkan waktu lebih panjang.
Meski demikian, efek tersebut umumnya tidak berbahaya bagi orang sehat dan biasanya hanya bersifat sementara. Namun, orang yang memiliki gangguan pencernaan seperti IBS, gastroparesis, diabetes, atau hipotiroidisme disarankan lebih berhati-hati karena cenderung lebih sensitif terhadap minuman dingin.
Untuk menjaga kenyamanan pencernaan, sebaiknya hindari konsumsi air es berlebihan saat makan, pilih air suhu ruang, serta perhatikan respons tubuh setelah mengonsumsinya.
Pada akhirnya, minum air dingin tidak selalu berdampak buruk. Kuncinya adalah menyesuaikan pola konsumsi dengan kondisi tubuh masing-masing.













