JAKARTA, Cobisnis.com – Merasa mengantuk dan lemas setelah makan merupakan kondisi yang cukup umum dialami banyak orang. Namun, menurut dokter sekaligus influencer kesehatan dr. Cecep Hermawan, kondisi tersebut bisa menjadi tanda lonjakan gula darah yang terjadi setelah makan.
Dr. Cecep menjelaskan bahwa kenaikan gula darah setelah makan memang normal, tetapi lonjakan yang terlalu tinggi dan terjadi berulang kali perlu diwaspadai. Kondisi tersebut dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit jantung hingga diabetes meski seseorang belum didiagnosis menderita diabetes.
“Habis makan, gula darah naik itu normal kok. Tapi kalau naiknya tajam dan sering, ini enggak sepele,” ujar dr. Cecep. Ia menambahkan bahwa kadar gula darah yang tinggi dua jam setelah makan telah dikaitkan dengan risiko penyakit kardiovaskular dalam berbagai penelitian populasi.
Untuk membantu mengendalikan lonjakan gula darah, dr. Cecep menyarankan agar tubuh tetap aktif setelah makan. Saat otot berkontraksi, glukosa dalam darah dapat diserap menjadi sumber energi tanpa terlalu bergantung pada kerja insulin.
Tips pertama adalah menghindari duduk terlalu lama atau langsung rebahan setelah makan. Ia menyarankan berdiri atau berjalan di tempat selama sekitar tiga menit setiap 30 menit agar otot tetap aktif membakar gula darah.
Cara kedua yaitu melakukan jalan kaki santai selama sekitar 10 menit setelah makan. Aktivitas ringan ini dinilai efektif membantu otot bekerja lebih aktif sehingga kadar gula darah dapat lebih terkontrol.
Apabila harus tetap duduk bekerja, dr. Cecep merekomendasikan melakukan gerakan soleus push-up atau gerakan jinjit secara berulang. Latihan sederhana ini membantu mengaktifkan otot betis sehingga penyerapan glukosa tetap berlangsung meski dalam posisi duduk.
Meski demikian, dr. Cecep mengingatkan bahwa ketiga tips tersebut bukan pengganti pengobatan maupun pola hidup sehat. Jika memiliki diabetes atau kondisi medis tertentu, sebaiknya tetap berkonsultasi dengan dokter agar mendapatkan penanganan yang sesuai.













