JAKARTA, Cobisnis.com — Serangan jantung pada perempuan sering muncul dengan tanda yang berbeda dibanding laki-laki. Karena itu, banyak kasus terlambat dikenali sejak tahap awal.
Keluhan seperti mudah lelah, pusing, mual, muntah, hingga keringat dingin sering dianggap sebagai efek aktivitas harian. Namun, kondisi tersebut juga dapat menjadi sinyal gangguan pada jantung.
Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah menjelaskan bahwa perempuan lebih sering mengalami gejala yang tidak khas. Akibatnya, sebagian pasien menunda pemeriksaan karena tidak mengaitkan keluhan dengan masalah jantung.
Secara umum, serangan jantung dapat menimbulkan rasa tertekan atau nyeri di area dada. Selain itu, keluhan dapat menjalar ke leher, rahang, bahu, punggung atas, perut bagian atas, maupun lengan.
Meski begitu, tidak semua pasien mengalami nyeri dada. Pada perempuan, gejala dapat muncul dalam bentuk mual, rasa tidak seimbang, tubuh sangat lelah, hingga sensasi panas di dada yang sering dikira gangguan pencernaan.
Di sisi lain, sejumlah faktor dapat meningkatkan risiko penyakit jantung pada perempuan. Obesitas, kebiasaan merokok, dan kadar kolesterol tinggi termasuk faktor yang perlu diperhatikan.
Selain faktor umum tersebut, perempuan juga memiliki risiko tambahan yang berkaitan dengan kondisi biologis. Menopause dapat menurunkan kadar estrogen dan meningkatkan risiko penyakit jantung.
Kehamilan dengan komplikasi tertentu juga dapat memengaruhi kesehatan jantung di masa berikutnya. Karena itu, pemeriksaan rutin menjadi langkah penting untuk mendeteksi risiko lebih awal.
Tenaga medis menyarankan perempuan lebih peka terhadap perubahan kondisi tubuh. Jika muncul nyeri dada atau keluhan yang terasa tidak biasa, pemeriksaan sejak dini dapat membantu mempercepat penanganan.
Untuk mendukung penanganan cepat, sejumlah rumah sakit kini menyediakan layanan khusus keluhan nyeri dada dan kondisi darurat jantung. Sementara itu, evaluasi dini tetap menjadi langkah utama untuk mengurangi risiko komplikasi.













