• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Sunday, August 2, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Sampah Plastik Ancam Ekosistem Laut dan Ekonomi Global

M.Dhayfan Al-ghiffari by M.Dhayfan Al-ghiffari
September 14, 2025
in Lifestyle
0
Sampah Plastik Ancam Ekosistem Laut dan Ekonomi Global

sampah plastik yang mengapung di laut, mencemari ekosistem perairan dan mengancam kehidupan biota laut. Gambar ini menyoroti seriusnya masalah polusi plastik di lautan.

JAKARTA, Cobisnis.com – Sampah plastik kini menjadi ancaman nyata bagi ekosistem laut sekaligus sektor ekonomi global. Plastik yang terus menumpuk di perairan bukan hanya merusak habitat alami, tetapi juga menimbulkan kerugian bagi sektor pariwisata, perikanan, hingga kesehatan manusia.

Laporan berbagai lembaga lingkungan menunjukkan bahwa plastik di lautan dapat menutupi terumbu karang, menghalangi sinar matahari, dan mengganggu fotosintesis alga maupun fitoplankton. Padahal, kedua organisme ini merupakan produsen oksigen sekaligus pondasi rantai makanan laut. Jika level dasar ekosistem terganggu, maka dampaknya menjalar ke seluruh biota laut hingga ke manusia.

Hewan laut seperti penyu, burung laut, dan ikan sering salah mengira plastik sebagai makanan. Kasus paling umum adalah penyu yang memakan kantong plastik karena mirip ubur-ubur. Kondisi ini menyebabkan sumbatan pencernaan, kelaparan, bahkan kematian massal satwa laut. Fenomena tersebut tidak hanya mengurangi populasi biota laut, tetapi juga menekan potensi tangkapan nelayan.

Masalah semakin rumit dengan fenomena mikroplastik. Plastik yang terurai menjadi potongan sangat kecil berukuran di bawah 5 milimeter masuk ke tubuh ikan, kerang, bahkan plankton. Mikroplastik ini berpindah melalui rantai makanan hingga akhirnya dikonsumsi manusia. Efek kesehatan jangka panjangnya masih diteliti, namun indikasi gangguan metabolisme dan risiko kanker mulai banyak ditemukan.

Zat kimia berbahaya dari plastik, seperti BPA dan ftalat, dapat larut di air laut. Senyawa ini terbukti mengganggu sistem hormonal hewan laut, menurunkan kesuburan, dan memicu kelainan pertumbuhan. Efek biologis tersebut berpotensi menurunkan produktivitas biota laut yang menjadi sumber pangan utama di banyak negara, termasuk Indonesia yang bergantung pada hasil laut sebagai komoditas ekspor.

Dari sisi ekonomi, tumpukan sampah plastik juga merusak citra pariwisata laut. Pantai dan laut yang tercemar menurunkan minat wisatawan, padahal sektor wisata bahari menjadi penyumbang devisa penting. Bali, misalnya, pernah melaporkan kerugian miliaran rupiah akibat menurunnya jumlah wisatawan saat isu sampah plastik mencuat di media internasional.

Nelayan pun ikut menanggung kerugian. Hasil tangkapan yang tercemar plastik menurunkan kualitas ikan di pasar, memengaruhi harga jual, dan memicu kekhawatiran konsumen. Dalam jangka panjang, hal ini dapat menurunkan daya saing produk perikanan Indonesia di pasar global, terutama negara-negara yang menerapkan standar ketat terhadap kualitas pangan laut.

Ancaman sampah plastik juga memiliki dimensi jangka panjang. Plastik membutuhkan waktu ratusan tahun untuk terurai, sehingga setiap limbah plastik yang masuk ke laut akan terus menumpuk lintas generasi. Jika tidak ditangani serius, proyeksi Bank Dunia menyebutkan sampah plastik di laut bisa melebihi jumlah ikan pada 2050, menciptakan ancaman ekologis sekaligus ekonomi yang sulit dibendung.

Pemerintah dan sektor swasta kini dituntut meningkatkan investasi pada pengelolaan limbah dan inovasi bahan ramah lingkungan. Inisiatif ekonomi sirkular, seperti daur ulang plastik menjadi produk bernilai tambah, dapat menjadi solusi sekaligus peluang bisnis baru. Pendekatan ini bukan hanya menyelamatkan ekosistem, tetapi juga membuka pasar kerja dan mengurangi beban biaya lingkungan.

Kesadaran konsumen juga menjadi faktor penting. Gerakan pengurangan penggunaan plastik sekali pakai semakin didorong melalui kampanye publik. Jika diadopsi secara luas, langkah ini mampu menekan suplai sampah plastik ke laut. Kombinasi antara kebijakan, inovasi bisnis, dan kesadaran masyarakat diharapkan mampu membalik ancaman menjadi peluang.

Tags: CobisnisEkonomi hijauEkosistem LautPebisnismudaSampahSampah plastik

Related Posts

Mitsubishi Buka Peluang Ekspor XForce Hybrid Rakitan Indonesia

Mitsubishi Buka Peluang Ekspor XForce Hybrid Rakitan Indonesia

by M.Dhayfan Al-ghiffari
August 2, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Mitsubishi membuka peluang mengekspor Mitsubishi XForce HEV atau XForce Hybrid yang kini diproduksi secara lokal di Indonesia....

Mampu Tapi Menunda Bayar Utang, Benarkah Termasuk Dosa Besar Menurut Islam?

Mampu Tapi Menunda Bayar Utang, Benarkah Termasuk Dosa Besar Menurut Islam?

by M.Dhayfan Al-ghiffari
August 2, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Islam menempatkan utang sebagai amanah yang wajib ditunaikan. Kewajiban tersebut tidak hanya berkaitan dengan hubungan antarmanusia, tetapi...

Purbaya Pastikan Anggaran MBG Baru Dipisah Mulai APBN 2028

Purbaya Pastikan Anggaran MBG Baru Dipisah Mulai APBN 2028

by M.Dhayfan Al-ghiffari
July 31, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan pemerintah akan mematuhi putusan Mahkamah Konstitusi yang mewajibkan anggaran Program Makan...

700 Karyawan BP Kena PHK saat Perusahaan Putar Haluan ke Migas

700 Karyawan BP Kena PHK saat Perusahaan Putar Haluan ke Migas

by M.Dhayfan Al-ghiffari
July 31, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Perusahaan migas asal Inggris, BP, berencana memangkas sekitar 700 pekerja non frontline di berbagai negara sebagai bagian...

Menkeu Purbaya Pastikan Pemisahan Anggaran MBG Berlaku pada APBN 2028

Menkeu Purbaya Pastikan Pemisahan Anggaran MBG Berlaku pada APBN 2028

by M.Dhayfan Al-ghiffari
July 31, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan pemerintah akan mengikuti putusan Mahkamah Konstitusi yang mewajibkan anggaran Program Makan...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Mampu Tapi Menunda Bayar Utang, Benarkah Termasuk Dosa Besar Menurut Islam?

Mampu Tapi Menunda Bayar Utang, Benarkah Termasuk Dosa Besar Menurut Islam?

August 2, 2026
Pengamat Beberkan 4 Tanda Hubungan Jokowi dan Prabowo Mulai Berjarak

Pengamat Beberkan 4 Tanda Hubungan Jokowi dan Prabowo Mulai Berjarak

August 2, 2026
Pemerintah Gelontorkan Rp2 Triliun Sebulan Jalankan Program MBG

Pemerintah Gelontorkan Rp2 Triliun Sebulan Jalankan Program MBG

March 3, 2025
Gwyneth Paltrow Tuai Kritik Setelah Bintangi Iklan Properti Mewah di Israel

Trump Batalkan Rencana Serangan ke Iran, Buka Peluang Kesepakatan pada 2026

August 2, 2026
MK Sarankan Mulai 2027, Pemerintah Tetap Pisahkan Anggaran MBG pada APBN 2028

MK Sarankan Mulai 2027, Pemerintah Tetap Pisahkan Anggaran MBG pada APBN 2028

August 2, 2026
Mitsubishi Buka Peluang Ekspor XForce Hybrid Rakitan Indonesia

Mitsubishi Buka Peluang Ekspor XForce Hybrid Rakitan Indonesia

August 2, 2026
Mampu Tapi Menunda Bayar Utang, Benarkah Termasuk Dosa Besar Menurut Islam?

Mampu Tapi Menunda Bayar Utang, Benarkah Termasuk Dosa Besar Menurut Islam?

August 2, 2026
Bukan Bau Kucing, Ini Rahasia Parfum Aroma ‘Bulu Anak Kucing’ yang Sedang Tren

Bukan Bau Kucing, Ini Rahasia Parfum Aroma ‘Bulu Anak Kucing’ yang Sedang Tren

August 2, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved