• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Friday, October 2, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Sampah Plastik Ancam Ekosistem Laut dan Ekonomi Global

M.Dhayfan Al-ghiffari by M.Dhayfan Al-ghiffari
September 14, 2025
in Lifestyle
0
Sampah Plastik Ancam Ekosistem Laut dan Ekonomi Global

sampah plastik yang mengapung di laut, mencemari ekosistem perairan dan mengancam kehidupan biota laut. Gambar ini menyoroti seriusnya masalah polusi plastik di lautan.

JAKARTA, Cobisnis.com – Sampah plastik kini menjadi ancaman nyata bagi ekosistem laut sekaligus sektor ekonomi global. Plastik yang terus menumpuk di perairan bukan hanya merusak habitat alami, tetapi juga menimbulkan kerugian bagi sektor pariwisata, perikanan, hingga kesehatan manusia.

Laporan berbagai lembaga lingkungan menunjukkan bahwa plastik di lautan dapat menutupi terumbu karang, menghalangi sinar matahari, dan mengganggu fotosintesis alga maupun fitoplankton. Padahal, kedua organisme ini merupakan produsen oksigen sekaligus pondasi rantai makanan laut. Jika level dasar ekosistem terganggu, maka dampaknya menjalar ke seluruh biota laut hingga ke manusia.

Hewan laut seperti penyu, burung laut, dan ikan sering salah mengira plastik sebagai makanan. Kasus paling umum adalah penyu yang memakan kantong plastik karena mirip ubur-ubur. Kondisi ini menyebabkan sumbatan pencernaan, kelaparan, bahkan kematian massal satwa laut. Fenomena tersebut tidak hanya mengurangi populasi biota laut, tetapi juga menekan potensi tangkapan nelayan.

Masalah semakin rumit dengan fenomena mikroplastik. Plastik yang terurai menjadi potongan sangat kecil berukuran di bawah 5 milimeter masuk ke tubuh ikan, kerang, bahkan plankton. Mikroplastik ini berpindah melalui rantai makanan hingga akhirnya dikonsumsi manusia. Efek kesehatan jangka panjangnya masih diteliti, namun indikasi gangguan metabolisme dan risiko kanker mulai banyak ditemukan.

Zat kimia berbahaya dari plastik, seperti BPA dan ftalat, dapat larut di air laut. Senyawa ini terbukti mengganggu sistem hormonal hewan laut, menurunkan kesuburan, dan memicu kelainan pertumbuhan. Efek biologis tersebut berpotensi menurunkan produktivitas biota laut yang menjadi sumber pangan utama di banyak negara, termasuk Indonesia yang bergantung pada hasil laut sebagai komoditas ekspor.

Dari sisi ekonomi, tumpukan sampah plastik juga merusak citra pariwisata laut. Pantai dan laut yang tercemar menurunkan minat wisatawan, padahal sektor wisata bahari menjadi penyumbang devisa penting. Bali, misalnya, pernah melaporkan kerugian miliaran rupiah akibat menurunnya jumlah wisatawan saat isu sampah plastik mencuat di media internasional.

Nelayan pun ikut menanggung kerugian. Hasil tangkapan yang tercemar plastik menurunkan kualitas ikan di pasar, memengaruhi harga jual, dan memicu kekhawatiran konsumen. Dalam jangka panjang, hal ini dapat menurunkan daya saing produk perikanan Indonesia di pasar global, terutama negara-negara yang menerapkan standar ketat terhadap kualitas pangan laut.

Ancaman sampah plastik juga memiliki dimensi jangka panjang. Plastik membutuhkan waktu ratusan tahun untuk terurai, sehingga setiap limbah plastik yang masuk ke laut akan terus menumpuk lintas generasi. Jika tidak ditangani serius, proyeksi Bank Dunia menyebutkan sampah plastik di laut bisa melebihi jumlah ikan pada 2050, menciptakan ancaman ekologis sekaligus ekonomi yang sulit dibendung.

Pemerintah dan sektor swasta kini dituntut meningkatkan investasi pada pengelolaan limbah dan inovasi bahan ramah lingkungan. Inisiatif ekonomi sirkular, seperti daur ulang plastik menjadi produk bernilai tambah, dapat menjadi solusi sekaligus peluang bisnis baru. Pendekatan ini bukan hanya menyelamatkan ekosistem, tetapi juga membuka pasar kerja dan mengurangi beban biaya lingkungan.

Kesadaran konsumen juga menjadi faktor penting. Gerakan pengurangan penggunaan plastik sekali pakai semakin didorong melalui kampanye publik. Jika diadopsi secara luas, langkah ini mampu menekan suplai sampah plastik ke laut. Kombinasi antara kebijakan, inovasi bisnis, dan kesadaran masyarakat diharapkan mampu membalik ancaman menjadi peluang.

Tags: CobisnisEkonomi hijauEkosistem LautPebisnismudaSampahSampah plastik

Related Posts

Dijanjikan Gaji Puluhan Juta, 13 Warga Sumut Malah Terjebak di Madagaskar

Dijanjikan Gaji Puluhan Juta, 13 Warga Sumut Malah Terjebak di Madagaskar

by M.Dhayfan Al-ghiffari
October 2, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Sebanyak 13 pekerja migran irregular asal Sumatera Utara diduga menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang atau TPPO...

KAI Siapkan 23 Trainset KRL Bekas Jepang yang Bakal Didatangkan Akhir 2026

KAI Siapkan 23 Trainset KRL Bekas Jepang yang Bakal Didatangkan Akhir 2026

by M.Dhayfan Al-ghiffari
October 2, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - KAI Commuter menargetkan pengiriman KRL bekas dari Jepang mulai dilakukan secara bertahap pada akhir 2026. Saat ini,...

JWC 2026 Hadirkan 207 Film dari 69 Negara, Ini 17 Rekomendasinya

JWC 2026 Hadirkan 207 Film dari 69 Negara, Ini 17 Rekomendasinya

by M.Dhayfan Al-ghiffari
October 2, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Jakarta World Cinema atau JWC 2026 kembali digelar secara hybrid melalui pemutaran langsung di CGV Indonesia dan...

Rupiah Kembali Tembus Rp18.000, Ada Tekanan dari Harga Minyak dan Yield AS

Rupiah Hari Ini Menguat, Ditutup di Rp17.882 per Dolar AS

by M.Dhayfan Al-ghiffari
October 2, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Nilai tukar rupiah menguat ke level Rp17.882 per dolar AS pada perdagangan Jumat (2/10/2026) sore. Rupiah menguat...

Konser NCT Jakarta 2026. FOTO/dyandraglobal.com

Ini Rundown dan Setlist Konser NCT 127 Jakarta 2026

by Desti Dwi Natasya
October 2, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - NCT 127 akan menyapa penggemar Indonesia lewat konser NCT 127 5th Tour ‘NEO CITY : SEOUL –...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Superbank mendukung pengadaan 200 kendaraan listrik GrabCar Plus Electric melalui fasilitas pembiayaan untuk memperkuat ekosistem mobilitas berkelanjutan.

Superbank Biayai 200 Kendaraan Listrik Grab

October 1, 2026
Halal Indo 2026 mencatat 28.707 pengunjung dan transaksi Rp8,4 miliar sekaligus memperkuat ekosistem industri halal Indonesia menuju pasar global.

Halal Indo 2026 Catat Transaksi Rp8,4 Miliar

October 1, 2026
PT Didimax Pialang Berjangka meraih Grade A+++ dari Bappebti Semester I 2026 berkat komitmen terhadap kepatuhan regulasi dan kualitas layanan.

Patuh Regulasi dan Beri Layanan Baik, Didimax Raih Grade A+++ dari Bappebti Semester I 2026

October 1, 2026
Voge memamerkan CU-X, moge konsep plug-in hybrid dengan desain agresif dan platform Jiyu Smart Mobility di CIMA 2026.

Voge Pamer Moge Plug-in Hybrid

October 1, 2026
Dijanjikan Gaji Puluhan Juta, 13 Warga Sumut Malah Terjebak di Madagaskar

Dijanjikan Gaji Puluhan Juta, 13 Warga Sumut Malah Terjebak di Madagaskar

October 2, 2026
KAI Siapkan 23 Trainset KRL Bekas Jepang yang Bakal Didatangkan Akhir 2026

KAI Siapkan 23 Trainset KRL Bekas Jepang yang Bakal Didatangkan Akhir 2026

October 2, 2026
Suyudi Terima Panji Tribrata dari Listyo Sigit di Mabes Polri

Suyudi Terima Panji Tribrata dari Listyo Sigit di Mabes Polri

October 2, 2026
Dilantik Jadi Wantimpres, Rocky Gerung Ungkap Arahan Prabowo

Dilantik Jadi Wantimpres, Rocky Gerung Ungkap Arahan Prabowo

October 2, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved