• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Saturday, September 12, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Sampah Plastik Ancam Ekosistem Laut dan Ekonomi Global

M.Dhayfan Al-ghiffari by M.Dhayfan Al-ghiffari
September 14, 2025
in Lifestyle
0
Sampah Plastik Ancam Ekosistem Laut dan Ekonomi Global

sampah plastik yang mengapung di laut, mencemari ekosistem perairan dan mengancam kehidupan biota laut. Gambar ini menyoroti seriusnya masalah polusi plastik di lautan.

JAKARTA, Cobisnis.com – Sampah plastik kini menjadi ancaman nyata bagi ekosistem laut sekaligus sektor ekonomi global. Plastik yang terus menumpuk di perairan bukan hanya merusak habitat alami, tetapi juga menimbulkan kerugian bagi sektor pariwisata, perikanan, hingga kesehatan manusia.

Laporan berbagai lembaga lingkungan menunjukkan bahwa plastik di lautan dapat menutupi terumbu karang, menghalangi sinar matahari, dan mengganggu fotosintesis alga maupun fitoplankton. Padahal, kedua organisme ini merupakan produsen oksigen sekaligus pondasi rantai makanan laut. Jika level dasar ekosistem terganggu, maka dampaknya menjalar ke seluruh biota laut hingga ke manusia.

Hewan laut seperti penyu, burung laut, dan ikan sering salah mengira plastik sebagai makanan. Kasus paling umum adalah penyu yang memakan kantong plastik karena mirip ubur-ubur. Kondisi ini menyebabkan sumbatan pencernaan, kelaparan, bahkan kematian massal satwa laut. Fenomena tersebut tidak hanya mengurangi populasi biota laut, tetapi juga menekan potensi tangkapan nelayan.

Masalah semakin rumit dengan fenomena mikroplastik. Plastik yang terurai menjadi potongan sangat kecil berukuran di bawah 5 milimeter masuk ke tubuh ikan, kerang, bahkan plankton. Mikroplastik ini berpindah melalui rantai makanan hingga akhirnya dikonsumsi manusia. Efek kesehatan jangka panjangnya masih diteliti, namun indikasi gangguan metabolisme dan risiko kanker mulai banyak ditemukan.

Zat kimia berbahaya dari plastik, seperti BPA dan ftalat, dapat larut di air laut. Senyawa ini terbukti mengganggu sistem hormonal hewan laut, menurunkan kesuburan, dan memicu kelainan pertumbuhan. Efek biologis tersebut berpotensi menurunkan produktivitas biota laut yang menjadi sumber pangan utama di banyak negara, termasuk Indonesia yang bergantung pada hasil laut sebagai komoditas ekspor.

Dari sisi ekonomi, tumpukan sampah plastik juga merusak citra pariwisata laut. Pantai dan laut yang tercemar menurunkan minat wisatawan, padahal sektor wisata bahari menjadi penyumbang devisa penting. Bali, misalnya, pernah melaporkan kerugian miliaran rupiah akibat menurunnya jumlah wisatawan saat isu sampah plastik mencuat di media internasional.

Nelayan pun ikut menanggung kerugian. Hasil tangkapan yang tercemar plastik menurunkan kualitas ikan di pasar, memengaruhi harga jual, dan memicu kekhawatiran konsumen. Dalam jangka panjang, hal ini dapat menurunkan daya saing produk perikanan Indonesia di pasar global, terutama negara-negara yang menerapkan standar ketat terhadap kualitas pangan laut.

Ancaman sampah plastik juga memiliki dimensi jangka panjang. Plastik membutuhkan waktu ratusan tahun untuk terurai, sehingga setiap limbah plastik yang masuk ke laut akan terus menumpuk lintas generasi. Jika tidak ditangani serius, proyeksi Bank Dunia menyebutkan sampah plastik di laut bisa melebihi jumlah ikan pada 2050, menciptakan ancaman ekologis sekaligus ekonomi yang sulit dibendung.

Pemerintah dan sektor swasta kini dituntut meningkatkan investasi pada pengelolaan limbah dan inovasi bahan ramah lingkungan. Inisiatif ekonomi sirkular, seperti daur ulang plastik menjadi produk bernilai tambah, dapat menjadi solusi sekaligus peluang bisnis baru. Pendekatan ini bukan hanya menyelamatkan ekosistem, tetapi juga membuka pasar kerja dan mengurangi beban biaya lingkungan.

Kesadaran konsumen juga menjadi faktor penting. Gerakan pengurangan penggunaan plastik sekali pakai semakin didorong melalui kampanye publik. Jika diadopsi secara luas, langkah ini mampu menekan suplai sampah plastik ke laut. Kombinasi antara kebijakan, inovasi bisnis, dan kesadaran masyarakat diharapkan mampu membalik ancaman menjadi peluang.

Tags: CobisnisEkonomi hijauEkosistem LautPebisnismudaSampahSampah plastik

Related Posts

Pencarian 5 Jurnalis Masuk Hari Keempat, Gubernur Banten Ikut Turun ke Laut

Pencarian 5 Jurnalis Masuk Hari Keempat, Gubernur Banten Ikut Turun ke Laut

by M.Dhayfan Al-ghiffari
September 11, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Gubernur Banten Andra Soni ikut langsung dalam pencarian lima jurnalis dan tiga awak speedboat yang hilang kontak...

Pertamina Jamin Pasokan BBM Aman di Tengah Dampak El Nino

Pertamina Jamin Pasokan BBM Aman di Tengah Dampak El Nino

by M.Dhayfan Al-ghiffari
September 11, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Pertamina Patra Niaga memastikan distribusi Bahan Bakar Minyak atau BBM kepada masyarakat tetap berjalan di tengah kekeringan...

TNI Bersihkan Ladang Ganja di Papua Pegunungan, Nilainya Ditaksir Rp8 Miliar

TNI Bersihkan Ladang Ganja di Papua Pegunungan, Nilainya Ditaksir Rp8 Miliar

by M.Dhayfan Al-ghiffari
September 11, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Prajurit TNI menemukan dan mengamankan 21.400 batang pohon ganja dari ladang di Kampung Ibiroma dan Kampung Hesmat,...

Pertamina Bangun Biorefinery Cilacap, Investasi Capai Rp19,3 Triliun

Pertamina Bangun Biorefinery Cilacap, Investasi Capai Rp19,3 Triliun

by M.Dhayfan Al-ghiffari
September 11, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - PT Pertamina Patra Niaga menyiapkan investasi US$1,1 miliar atau sekitar Rp19,3 triliun untuk membangun Biorefinery Cilacap. Proyek...

Mulai Jam 2 Pagi, Kepala Dapur MBG Wajib Hadir di Lokasi

BGN Perketat Seleksi Dapur MBG, 13.261 SPPG Masih Diperiksa

by M.Dhayfan Al-ghiffari
September 11, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Badan Gizi Nasional atau BGN menyeleksi ulang 13.261 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG yang belum mendapatkan...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Apple memperkenalkan iPhone Duo sebagai iPhone lipat pertama dengan layar 7,6 inci, chip A20 Pro, kamera 48MP, dan baterai hingga 44 jam.

iPhone Duo Resmi, Ini Spesifikasi Lengkapnya

September 11, 2026
Prudential Indonesia Raih Premi Rp12,2 Triliun

Prudential Indonesia Raih Premi Rp12,2 Triliun

September 11, 2026
Entitas Merdeka Gold (EMAS) dan BKSDA Sulut Perkuat Konservasi Cagar Alam Panua

Entitas Merdeka Gold (EMAS) dan BKSDA Sulut Perkuat Konservasi Cagar Alam Panua

September 11, 2026
Brantas Abipraya Raih Empat Penghargaan TOP GRC Awards 2026, Perkuat GRC sebagai Fondasi Pertumbuhan Berkelanjutan

Brantas Abipraya Raih Empat Penghargaan TOP GRC Awards 2026, Perkuat GRC sebagai Fondasi Pertumbuhan Berkelanjutan

September 11, 2026
Diduga Pesta Miras, Sejumlah Pemuda Ditemukan Tertidur di Jalan Lenteng Agung

Diduga Pesta Miras, Sejumlah Pemuda Ditemukan Tertidur di Jalan Lenteng Agung

September 12, 2026
LRT Jakarta mulai uji coba operasional dan layanan rute Kelapa Gading–Manggarai pada hari Kamis 10 September 2026. (Dok: X/lrtjkt)

Pemprov DKI Siapkan Rp600 Miliar LRT Dukuh Atas

September 12, 2026
5 Makanan Pilihan untuk Menjaga Paru-Paru Tetap Sehat

5 Makanan Pilihan untuk Menjaga Paru-Paru Tetap Sehat

September 12, 2026
Dana White membuka peluang Ilia Topuria menghadapi Justin Gaethje dalam rematch atau Paddy Pimblett pada pertarungan berikutnya.

Dana White Buka Opsi Rematch Gaethje-Topuria

September 12, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved