• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Tuesday, June 23, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Sampah Plastik Ancam Ekosistem Laut dan Ekonomi Global

M.Dhayfan Al-ghiffari by M.Dhayfan Al-ghiffari
September 14, 2025
in Lifestyle
0
Sampah Plastik Ancam Ekosistem Laut dan Ekonomi Global

sampah plastik yang mengapung di laut, mencemari ekosistem perairan dan mengancam kehidupan biota laut. Gambar ini menyoroti seriusnya masalah polusi plastik di lautan.

JAKARTA, Cobisnis.com – Sampah plastik kini menjadi ancaman nyata bagi ekosistem laut sekaligus sektor ekonomi global. Plastik yang terus menumpuk di perairan bukan hanya merusak habitat alami, tetapi juga menimbulkan kerugian bagi sektor pariwisata, perikanan, hingga kesehatan manusia.

Laporan berbagai lembaga lingkungan menunjukkan bahwa plastik di lautan dapat menutupi terumbu karang, menghalangi sinar matahari, dan mengganggu fotosintesis alga maupun fitoplankton. Padahal, kedua organisme ini merupakan produsen oksigen sekaligus pondasi rantai makanan laut. Jika level dasar ekosistem terganggu, maka dampaknya menjalar ke seluruh biota laut hingga ke manusia.

Hewan laut seperti penyu, burung laut, dan ikan sering salah mengira plastik sebagai makanan. Kasus paling umum adalah penyu yang memakan kantong plastik karena mirip ubur-ubur. Kondisi ini menyebabkan sumbatan pencernaan, kelaparan, bahkan kematian massal satwa laut. Fenomena tersebut tidak hanya mengurangi populasi biota laut, tetapi juga menekan potensi tangkapan nelayan.

Masalah semakin rumit dengan fenomena mikroplastik. Plastik yang terurai menjadi potongan sangat kecil berukuran di bawah 5 milimeter masuk ke tubuh ikan, kerang, bahkan plankton. Mikroplastik ini berpindah melalui rantai makanan hingga akhirnya dikonsumsi manusia. Efek kesehatan jangka panjangnya masih diteliti, namun indikasi gangguan metabolisme dan risiko kanker mulai banyak ditemukan.

Zat kimia berbahaya dari plastik, seperti BPA dan ftalat, dapat larut di air laut. Senyawa ini terbukti mengganggu sistem hormonal hewan laut, menurunkan kesuburan, dan memicu kelainan pertumbuhan. Efek biologis tersebut berpotensi menurunkan produktivitas biota laut yang menjadi sumber pangan utama di banyak negara, termasuk Indonesia yang bergantung pada hasil laut sebagai komoditas ekspor.

Dari sisi ekonomi, tumpukan sampah plastik juga merusak citra pariwisata laut. Pantai dan laut yang tercemar menurunkan minat wisatawan, padahal sektor wisata bahari menjadi penyumbang devisa penting. Bali, misalnya, pernah melaporkan kerugian miliaran rupiah akibat menurunnya jumlah wisatawan saat isu sampah plastik mencuat di media internasional.

Nelayan pun ikut menanggung kerugian. Hasil tangkapan yang tercemar plastik menurunkan kualitas ikan di pasar, memengaruhi harga jual, dan memicu kekhawatiran konsumen. Dalam jangka panjang, hal ini dapat menurunkan daya saing produk perikanan Indonesia di pasar global, terutama negara-negara yang menerapkan standar ketat terhadap kualitas pangan laut.

Ancaman sampah plastik juga memiliki dimensi jangka panjang. Plastik membutuhkan waktu ratusan tahun untuk terurai, sehingga setiap limbah plastik yang masuk ke laut akan terus menumpuk lintas generasi. Jika tidak ditangani serius, proyeksi Bank Dunia menyebutkan sampah plastik di laut bisa melebihi jumlah ikan pada 2050, menciptakan ancaman ekologis sekaligus ekonomi yang sulit dibendung.

Pemerintah dan sektor swasta kini dituntut meningkatkan investasi pada pengelolaan limbah dan inovasi bahan ramah lingkungan. Inisiatif ekonomi sirkular, seperti daur ulang plastik menjadi produk bernilai tambah, dapat menjadi solusi sekaligus peluang bisnis baru. Pendekatan ini bukan hanya menyelamatkan ekosistem, tetapi juga membuka pasar kerja dan mengurangi beban biaya lingkungan.

Kesadaran konsumen juga menjadi faktor penting. Gerakan pengurangan penggunaan plastik sekali pakai semakin didorong melalui kampanye publik. Jika diadopsi secara luas, langkah ini mampu menekan suplai sampah plastik ke laut. Kombinasi antara kebijakan, inovasi bisnis, dan kesadaran masyarakat diharapkan mampu membalik ancaman menjadi peluang.

Tags: CobisnisEkonomi hijauEkosistem LautPebisnismudaSampahSampah plastik

Related Posts

Purbaya Beberkan Kinerja Ekonomi RI di Hadapan Akademisi China, Pertumbuhan Tembus 5,61 Persen

Purbaya Beberkan Kinerja Ekonomi RI di Hadapan Akademisi China, Pertumbuhan Tembus 5,61 Persen

by M.Dhayfan Al-ghiffari
June 21, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan kondisi ekonomi Indonesia saat berbicara di hadapan akademisi dan mahasiswa Nankai...

Said Iqbal Sebut 2.500 Buruh Pakerin Terancam PHK, Dana Rp1 Triliun Masih Tersangkut

Said Iqbal Sebut 2.500 Buruh Pakerin Terancam PHK, Dana Rp1 Triliun Masih Tersangkut

by M.Dhayfan Al-ghiffari
June 21, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Penasihat Khusus Presiden bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal mengungkap ancaman PHK besar yang menimpa ribuan...

DPR Dorong Kebijakan Afirmatif untuk Rokok Golongan III, Pabrikan Baru Dinilai Tertekan

DPR Dorong Kebijakan Afirmatif untuk Rokok Golongan III, Pabrikan Baru Dinilai Tertekan

by M.Dhayfan Al-ghiffari
June 21, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Anggota Komisi XI DPR RI, Said Abdullah mendorong pemerintah memberikan kebijakan afirmatif bagi pabrikan rokok golongan III....

Direktur BPRS Diduga Salurkan Kredit Fiktif, OJK Amankan 41 Aset

Direktur BPRS Diduga Salurkan Kredit Fiktif, OJK Amankan 41 Aset

by M.Dhayfan Al-ghiffari
June 21, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyita 41 aset yang diduga terkait tindak pidana perbankan syariah di PT Bank...

Indonesia Siap Gelar MotoGP 2026 Penjualan Tiket Resmi Dibuka

Indonesia Siap Gelar MotoGP 2026 Penjualan Tiket Resmi Dibuka

by M.Dhayfan Al-ghiffari
June 19, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Indonesia kembali dipercaya menjadi tuan rumah Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 yang akan digelar pada 9–11...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Children of Heaven hingga Star Wars Ramaikan Bioskop Idul Adha

Kisaran Gaji Pegawai Alfamart 2026, Crew Store hingga Manager

May 27, 2026
Kualitas Konstruksi hingga ODOL Disebut Picu Jalan Rusak di RI

Drakor Juni 2026 yang Siap Tayang di Netflix dan Disney+

May 28, 2026
Niat Puasa Tasua dan Asyura Lengkap dengan Arab, Latin, Arti, serta Hadits Keutamaannya

Niat Puasa Tasua dan Asyura Lengkap dengan Arab, Latin, Arti, serta Hadits Keutamaannya

June 22, 2026
Fabio Di Giannantonio Pilih Jalur Sendiri, Tak Mau Ikuti Setup Marc Marquez di MotoGP 2025

Pakai QRIS Ada Biaya Admin, Ini Penjelasan BI

January 12, 2026
Kepergian Dusty May ke Mavericks Picu Tantangan Besar bagi Program Basket Michigan

Kepergian Dusty May ke Mavericks Picu Tantangan Besar bagi Program Basket Michigan

June 23, 2026
Insinyur 22 Tahun Cetak Gigi Palsu 3D untuk Warga Miskin, Ubah Ribuan Senyum

Insinyur 22 Tahun Cetak Gigi Palsu 3D untuk Warga Miskin, Ubah Ribuan Senyum

June 23, 2026
Lionel Messi Lampaui Rekor Miroslav Klose di Piala Dunia 2026

Lionel Messi Lampaui Rekor Miroslav Klose di Piala Dunia 2026

June 23, 2026
Bill Pulte Jalankan Pemangkasan Besar di Kantor Intelijen Nasional AS

Bill Pulte Jalankan Pemangkasan Besar di Kantor Intelijen Nasional AS

June 23, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved