JAKARTA, Cobisnis.com – Otoritas haji Indonesia mengingatkan jemaah haji untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang terjadi di sejumlah wilayah Arab Saudi.
Imbauan ini disampaikan menyusul peringatan dari Otoritas Pertahanan Sipil Arab Saudi terkait perubahan cuaca yang bisa terjadi secara tiba-tiba. Kondisi tersebut mencakup hujan, angin kencang, hingga suhu ekstrem.
Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri sekaligus Wakil Ketua II PPIH Arab Saudi, Budi Agung Nugroho, menegaskan pentingnya jemaah untuk tetap berada di lokasi yang aman saat kondisi cuaca memburuk.
Ia menyampaikan bahwa keselamatan jemaah menjadi prioritas utama selama pelaksanaan ibadah haji berlangsung di Tanah Suci. Setiap perubahan kondisi lingkungan perlu direspons dengan disiplin dan kehati-hatian.
Berdasarkan prakiraan cuaca, sejumlah wilayah seperti Makkah, Madinah, Thaif, hingga Riyadh diperkirakan mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Kondisi ini berpotensi berlangsung secara merata di beberapa titik.
Situasi tersebut membuat jemaah diminta untuk lebih bijak dalam mengatur aktivitas ibadah di luar ruangan. Penyesuaian jadwal menjadi langkah penting untuk menghindari risiko kesehatan dan keselamatan.
PPIH Arab Saudi memastikan layanan kepada jemaah tetap berjalan normal, termasuk akomodasi, konsumsi, dan transportasi. Namun, kesiapsiagaan petugas terus ditingkatkan di lapangan.
Edukasi kepada jemaah juga diperkuat, terutama terkait langkah menghadapi perubahan cuaca secara tiba-tiba. Petugas diminta aktif mendampingi jemaah dalam setiap kondisi.
Dalam situasi tertentu, pelaksanaan ibadah seperti salat dan bimbingan manasik dapat dilakukan di hotel apabila kondisi di luar tidak memungkinkan.
Kebijakan ini diambil untuk memastikan ibadah tetap berjalan lancar tanpa mengabaikan faktor keselamatan jemaah.
Dengan dinamika cuaca yang tidak menentu, koordinasi antara petugas dan jemaah menjadi kunci utama selama pelaksanaan ibadah haji di Arab Saudi.













