• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Sunday, October 25, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Ekonomi Bisnis

Petani Kedelai AS Terhantam Krisis Akibat Hilangnya Pasar China

M.Dhayfan Al-ghiffari by M.Dhayfan Al-ghiffari
September 10, 2025
in Ekonomi Bisnis
0
Petani Kedelai AS Terhantam Krisis Akibat Hilangnya Pasar China

JAKARTA, Cobisnis.com – Petani kedelai Amerika Serikat menghadapi krisis serius menjelang musim panen setelah China, pembeli terbesar mereka, tidak mencatatkan satu pun pesanan tahun ini. Kondisi ini menandai pertama kalinya dalam sejarah perdagangan kedelai AS kehilangan pasar terbesar yang biasanya menyerap seperempat produksi tahunan.

China sebelumnya membeli lebih banyak kedelai AS dibanding gabungan seluruh pembeli asing lain. Namun, pada 2025, permintaan dari Negeri Tirai Bambu nol, memperparah tekanan yang sudah ada. Harga kedelai kini 40% lebih rendah dibanding tiga tahun lalu, sementara biaya produksi dan bunga pinjaman terus meningkat.

Harga kontrak berjangka September hanya sekitar US$10,10 per bushel, lebih rendah dari biaya produksi US$11,03. Banyak petani kini menanam dalam kondisi merugi. Presiden American Soybean Association, Caleb Ragland, mengaku usahanya sendiri menanggung kerugian hingga US$750.000 dan bergantung pada pinjaman untuk bertahan.

Krisis ini memengaruhi 500.000 petani kedelai di AS dan berpotensi berdampak sistemik. Pertanian menyumbang 18,7% dari PDB AS atau sekitar US$9,5 triliun per tahun, serta menopang lebih dari sejuta lapangan kerja. Ekspor kedelai sendiri mendukung lebih dari 231.000 pekerjaan di sektor pertanian, manufaktur, logistik, hingga usaha kecil pedesaan.

Penyebab utama krisis adalah tensi dagang AS–China. Kedelai AS dikenai tarif balasan hingga 34%, membuat posisinya kalah bersaing dengan Brasil. Data terbaru menunjukkan China justru mencatat rekor impor kedelai dari Brasil, yakni 15,7 juta ton pada Maret 2025, dengan tiga perempatnya dikirim ke China. Pada 2024, 71% impor kedelai China sudah berasal dari Brasil.

Download Nulled WordPress Themes
Download Premium WordPress Themes Free
Free Download WordPress Themes
Free Download WordPress Themes
free online course
download coolpad firmware
Download WordPress Themes Free
free download udemy paid course
Tags: Amerika SerikatChinaCobisnisekonomi duniaEkonomi globalEksporPebisnismuda

Related Posts

Mayapada Neuro Connect 2026 Perkuat Penanganan Saraf dan Otak

Bakom Dorong Komunikasi Pemerintah yang Lebih Banyak Mendengar

by Rizki Meirino
October 25, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) mendorong perubahan pendekatan komunikasi pemerintah dari penyampaian informasi satu arah menuju komunikasi yang...

Mayapada Neuro Connect 2026 Perkuat Penanganan Saraf dan Otak

Bakom Perkuat Sinergi Pusat dan Daerah Jaga Kepercayaan Publik

by Rizki Meirino
October 25, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) memperkuat sinergi komunikasi pemerintah pusat dan daerah untuk menjaga kepercayaan publik terhadap pemerintah....

Mayapada Neuro Connect 2026 Perkuat Penanganan Saraf dan Otak

Mayapada Neuro Connect 2026 Perkuat Penanganan Saraf dan Otak

by Rizki Meirino
October 25, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Mayapada Hospital Jakarta Selatan menggelar Mayapada Neuro Connect 2026 pada 24–25 Oktober 2026 untuk mendorong kemajuan penanganan...

Auto Draft

HUT ke-21 Dihadiri 11.300 Anggota, Ling Tien Kung Perkuat Ekspansi

by Desti Dwi Natasya
October 25, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Perayaan HUT ke-21 Ling Tien Kung di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Minggu (25/10/2026), dihadiri sekitar...

Trump Ancam Serangan Baru ke Iran, Negosiasi Damai Masih Jadi Opsi

Trump Ancam Serangan Baru ke Iran, Negosiasi Damai Masih Jadi Opsi

by M.Dhayfan Al-ghiffari
October 25, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump membuka kemungkinan melancarkan serangan militer baru terhadap Iran dalam waktu dekat. Ia...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
PPN Tiket Pesawat Ditanggung Pemerintah Saat Natal 2026 dan Tahun Baru 2027

PPN Tiket Pesawat Ditanggung Pemerintah Saat Natal 2026 dan Tahun Baru 2027

October 24, 2026
Gaet wisman Australia, Kemenpar Buka Penerbangan TransNusa Rute Melbourne-Bali

Gaet wisman Australia, Kemenpar Buka Penerbangan TransNusa Rute Melbourne-Bali

October 24, 2026
Kemenpar Rancang Paket Wisata Jakarta dan Bogor Melalui Kegiatan Famtrip

Kemenpar Rancang Paket Wisata Jakarta dan Bogor Melalui Kegiatan Famtrip

October 24, 2026
AS Peringatkan Ancaman Iran terhadap Warganya di Timur Tengah

AS Peringatkan Ancaman Iran terhadap Warganya di Timur Tengah

October 24, 2026
Mayapada Neuro Connect 2026 Perkuat Penanganan Saraf dan Otak

Bakom Dorong Komunikasi Pemerintah yang Lebih Banyak Mendengar

October 25, 2026
Mayapada Neuro Connect 2026 Perkuat Penanganan Saraf dan Otak

Bakom Perkuat Sinergi Pusat dan Daerah Jaga Kepercayaan Publik

October 25, 2026
Mayapada Neuro Connect 2026 Perkuat Penanganan Saraf dan Otak

Mayapada Neuro Connect 2026 Perkuat Penanganan Saraf dan Otak

October 25, 2026
Pasokan Gas RI Dipangkas Selama 18 Hari, Ini Respons Singapura

Pasokan Gas RI Dipangkas Selama 18 Hari, Ini Respons Singapura

October 25, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved